User Review

Wisata di balik keangkeran Benteng Rotterdam

benteng-rotterdam-makassar

Makassar menawarkan beberapa alternatif wisata bagi para pelancong. Benteng Rotterdam termasuk salah satu tempat yang wajib dikunjungi saat plesiran ke Ibu Kota Sulawesi Selatan ini.

Tak hanya sarat sejarah di dalamnya, Benteng Rotterdam juga diklaim sebagai salah satu bangunan yang megah dan menawan meski usianya sudah tak muda lagi.

benteng-rotterdam-makassar

foto : bpecmakassar.files.wordpress.com

Benteng Rotterdam terletak di Jalan Ujung Pandang No.1, persis di depan pelabuhan laut Kota Makassar. Karena lokasinya yang strategis serta pemandangan indah di sekelilingnya, Benteng Rotterdam kerap menjadi pilihan pelancong untuk menghabiskan waktu bersantai.

Banyak hal yang bisa dieksplorasi wisatawan saat menyambangi Benteng Rotterdam. Maklum, di balik kemegahannya, benteng ini menjadi saksi bisu perjuangan Indonesia melawan penjajah Belanda.

Di Benteng Rotterdam terdapat ruangan tempat di mana Pangeran Diponegoro ditahan Belanda. Ruang tahanan yang sangat sempit ini selalu menjadi pilihan utama yang ditengok para pelancong Benteng Rotterdam.

Selain penjara Pangeran Diponegoro, Museum La Galigo yang masih berada di dalam Benteng Rotterdam juga menarik minat pengunjung. Museum ini menyimpan sekitar 5000 koleksi, diantaranya koleksi-koleksi prasejarah, keramik, etnografi serta berbagai benda yang digunakan oleh Suku Bugis, Mandar, Toraja dan Makassar.

Kesan membosankan yang biasanya terasa saat berkunjung ke bangunan tua sama sekali tidak terasa di Benteng Rotterdam ini. Arsitekturnya yang unik membuat traveler tak bisa menahan hasrat berfoto di sini. Terlebih, benteng ini baru mengalami pemugaran beberapa tahun lalu.

Sebuah taman kota dibangun di bagian selatan pada 2010 silam dengan menghabiskan dana tak kurang dari Rp 8,9 miliar yang menambah keindahan Benteng Rotterdam. Ada juga kanal berukuran besar yang membentang dari barat ke timur membuat benteng ini tampak makin menakjubkan.

 

Sejarah dan Perkembangan Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam dibangun oleh raja Gowa kesembilan, I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung pada 1545. Lalu, mengapa bangungan ini diberi nama Benteng Rotterdam?

Benteng Rotterdam dulunya bernama Benteng Ujung Pandang. Tapi ketika Belanda mulai menguasai Maluku dan menaklukkan Kerajaan Gowa, terciptalah perjanjian Bongaya yang salah satu isinya wajib menyerahkan Benteng Ujung Pandang ke pihak Belanda.

Ketika Belanda akhirnya menempati benteng ini, namanya pun berubah menjadi Fort Rotterdam atau Benteng Rotterdam. Bangunan ini kemudian dijadikan pusat pemerintahan serta penampungan rempah-rempah dari Indonesia Timur.

Di awal pembangunannya, Benteng Rotterdam berbahan dasar tanah liat. Tapi kemudian konstruksi benteng diganti di masa pemerintahan Raja Gowa ke-14 Sultan Alauddin yang menggunakan batu padas dari pegunungan karst di daerah Maros.

Dinding Benteng Rotterdam pun begitu kokoh, menjulang setinggi lima meter dengan ketebalan mencapai dua meter dan pintu utama berukuran kecil.

Desain Benteng Rotterdam tidak hanya megah, tapi juga unik. Jika dilihat dari atas, Benteng Rotterdam terlihat seperti seekor penyu yang sedang merangkak menuju lautan. Pemilihan penyu sebagai bentuk keseluruhan bangunan ini bukan tanpa alasan, Kerajaan Gowa ingin mengikuti filosofi penyu yang mampu berjaya di darat dan laut.

Karena bentuknya yang unik ini pula masyarakat Gowa-Makassar menyebut Benteng Rotterdam ini Benteng Panyyua.

(Visited 395 times, 1 visits today)

Comments

To Top