Destinasi

Wisata Sejarah dan Budaya di Yogyakarta

Tidak bisa dipungkiri, Yogyakarta adalah salah satu kota tujuan wisata paling populer di Indonesia. Selain dikenal dengan berbagai wisata alam yang indah seperti Gua Pindul dan Pantai Siung, kota tempat tingal Sultan Hamengkubuwono ini memiliki banyak destinasi wisata sejarah dan budaya yang tak kalah menarik. Yuk kita lihat ada apa saja.

Kraton Yogya

gerbang kraton Yogya

Selain merupakan tempat tinggal Sri Sultan, Kraton Yogya juga merupakan sarana pelestarian budaya Jawa di tengah gerusan modernitas zaman. Di sini para wisatawan dapat masuk dan berkeliling keraton, menyaksikan abdi dalem melaksanakan tugas-tugas mereka, melihat-lihat barang kesenian koleksi keraton yang dipajang di kotak kaca yang tersebar di berbagai ruangan, dan juga menyaksikan pertunjukan seni seperti wayang golek, wayang kulit, wayang orang dan tari-tarian.

Kalau kamu mengunjungi tempat ini, sempatkan diri ke Alun-Alun Kidul di belakang Kraton. Di sini kamu bisa mencoba permainan masangin atau ‘masuk dua beringin’. Ya, di Alun-Alun Kidul memang terdapat dua beringin besar yang sarat nuansa mistis. Aturan permainannya sederhana: kamu hanya perlu menutup mata dan berjalan lurus sekitar 20 meter dari depan Sasono Hinggil untuk melewati dua pohon beringin yang berdiri di tengah alun-alun. Banyak orang berusaha keras berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut namun akhirnya berbelok ke arah lain. Konon, hanya orang berhati bersih yang bisa melewati kedua beringin tersebut.

Taman Sari

Taman_Sari_Yogyakarta

Dulunya Taman Sari merupakan taman atau kebun istana Kraton Yogyakarta. Berjarak sekitar 15 menit berjalan kaki dari Kraton, Taman Sari dikenal berkat tempat pemandiannya yang terdiri dari tiga kolam yaitu Umbul Kawitan (kolam untuk putra-putri Raja), Umbul Pamuncar (kolam untuk para selir), dan Umbul Panguras (kolam untuk Raja). Istana ini juga dikelilingi oleh danau buatan dan taman bunga indah yang ditanam di sekitarnya. Arsitektur istana yang masih megah juga tentunya sangat menyenangkan untuk dinikmati.

Bukan hanya pemandian, kamu juga bisa melihat sejumlah ruangan menarik seperti show room lukisan batik, masjid bundar yang berada di bawah tanah hingga penginapan raja.

Benteng Vrederburg

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Benteng ini dibangun di masa pemerintahan Belanda pada tahun 1765 tepat di depan Kraton Yogya. Tujuan pembangunan sebenarnya adalah sebagai tempat bertahan jika terjadi serangan dari masyarakat Yogya. Namun, Belanda berdalih bahwa benteng tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan Keraton Yogya agar mendapat izin untuk membangun. Kini, benteng telah dialihfungsikan sebagai museum yang memajang koleksi diorama perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan berikut foto-foto, lukisan, dan benda bersejarah lainnya. Arsitektur bangunan tetap dipertahankan dan telah dipugar untuk melestarikan saksi bisu perjuangan di masa penjajahan Belanda ini.

Kotagede

makam kotagede

Kota yang terletak di sebelah tenggara wilayah Yogyakarta ini merupakan warisan sejarah Kerajaan Mataram kuno. Di sini, terdapat sisa-sisa reruntuhan istana Kedhaton dalam bentuk 3 buah batu dan dikelilingi pohon beringin besar, makam para pendiri kerajaan, Masjid Kotagede, reruntuhan benteng dan pasar tradisional yang menurut catatan sejarah sudah ada semenjak abad ke-14. Kota ini adalah wilayah pemukiman penduduk seperti pada umumnya sehingga kamu tidak perlu membayar tiket masuk. Silakan mengelilingi kota ini untuk menyelami peninggalan sejarah kerajaan masa lampau.

Bukan hanya itu, Kotagede juga sudah dikenal sebagai ‘kampung’ pengrajin perak. Di sini kamu bisa mampir ke tempat-tempat workshop di mana kamu bisa menyaksikan para pengrajin membuat perhiasan perak dan, tentunya, membeli cindera mata perak sebagai oleh-oleh.

Kotabaru

Church-St.Anthony-Kotabaru-Dutch-Architecture

Kotabaru merupakan kawasan Indische yang kerap disandingkan dengan kawasan Menteng di Jakarta. Terletak di sebelah timur laut Malioboro, para wisatawan akan langsung disambut dengan udara sejuk dan pemandangan asri dari jejeran pohon rindang. Kotabaru dibangun dengan pola radial mengikuti kota-kota di Belanda pada umumnya serta memiliki ruas jalan yang cukup besar, sehingga kamu akan merasa seolah kembali ke masa kolonial Belanda.

Tapi, tentu saja Kotabaru kini pun sudah berkembang. Kamu bisa menemukan sejumlah kafe di mana kamu bisa beristirahat sambil menikmati pesona Kotabaru. Bukan hanya itu, kamu pun bisa mengunjungi galeri untuk melihat berbagai pameran seni atau mencoba beberapa tempat olahraga.

Nah, gimana travelers, Yogyakarta punya banyak pesona yang menggoda kan? Yuk cek promo dari Pegipegi di Yogyakarta!

(Visited 3,191 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top