Berita

Wi-Fi On Board, Teknologi yang Bikin Mudah Internetan di Dalam Pesawat

Teknologi di dunia penerbangan kian canggih saja. Berbagai fitur modern tawarkan banyak maskapai demi memanjakan para penumpang yang berada di dalamnya, salah satunya soal koneksi internet.

Yap, kini setiap penumpang sudah bisa mengakses internet di atas udara tanpa hambatan dengan fitur Wi-Fi On Board yang ditanamkan di dalam kabin. Maskapai lokal seperti Citilink dan Garuda Indonesia telah menyediakan fitur tersebut sejak tahun lalu pada tipe kelas dan pesawat tertentu.

Pastinya kamu bakal bertanya-tanya, kok bisa sih internet-an di dalam pesawat yang tengah mengudara? Well, semuanya bisa dijawab secara teknis, sih!

Memang, rasanya mustahil untuk mendapatkan sinyal internet dengan hanya mengandalkan antena smartphone. Lantaran, setiap smartphone hanya menangkap sinyal yang dipancarkan oleh tower yang yang berada di darat. Semakin tinggi posisi kalian terhadap tower pemancar, semakin kecil pula sinyal yang ditangkap.

Namun, sejak awal 2000-an, berbagai eksperimen dilakukan oleh banyak pabrikan pesawat di seluruh dunia untuk menghadirkan internet nirkabel di dalam pesawat. Salah satunya Boeing dengan unit bisnisnya, Connexion by Boeing menjadi yang pertama mengenalkan In-flight Internet kepada publik pada 2001 lalu.

Namun, serangan teroris 9/11 di Amerika Serkat membuat banyak maskapai yang bekerjasama dengan mereka mundur. Selain itu, masalah teknis seperti biaya mahal yang harus dihabiskan untuk instalasi antena dan bobot pesawat yang membengkak hingga ratusan pounds yang akhirnya mengubur mimpi banyak orang memiliki In-flight internet.

Industri nggak menyerah begitu saja, lho. Soalnya pada 2010 lalu, Federal Communications Commission (FCC) sukses membantu banyak perusahaan penerbangan untuk mewujudkan kembali fitur tersebut. Salah satunya dengan melelang blok spektrum frekuensi yang sebelumnya digunakan untuk layanan telepon analog dalam pesawat.

Dengan menggunakan blok spektrum tersebut, para penumpang dapat menggunakan layanan internet nirkabel dengan tangkapan sinyal dari tower yang ada di darat. Tentu saja dengan memasang tiga antena penangkap sinyal di bodi pesawat yang ukurannya lebih kecil daripada antena miliki Connexion.

Dua antena di bawah pesawat bertugas untuk mengirim dan menerima sinyal jaringan dan satu antena GPS yang membantu sistem mencari tower pemancar terdekat untuk mengambil sinyalnya. Adalah perusahaan internet penerbangan terbesar di dunia, Aircell yang hadir dengan teknologi tersebut.

Jika dulu pesawat harus menambah bobot hingga 200 pounds untuk satu antena, produk Aircell hanya menghabiskan bobot sebesar 125 pounds saja. Nggak cuma itu, lalu lintas internet bisa diatur dengan satu server jaringan saja dengan instalasi yang nggak terlalu lama, 8-10 jam saja.

Sayangnya, produk dari Aircell memiliki kelemahan yang cukup mengganggu. Yaitu, fitur ini nggak bakal bisa berfungsi ketika pesawat tengah terbang di wilayah perairan, di mana nggak ada tower yang bisa memancarkan sinyal internet kepada kedua antena di pesawat.

Hal ini yang ternyata dimanfaatkan oleh sang kompetitor, Row 44. Mereka memiliki perangkat in-flight Wi-Fi yang mengandalkan jaringan internet via satelit. Meski lebih mahal dari Aircell, nyatanya tiap maskapai lebih mudah untuk menentukan harga yang ditarifkan kepada penumpang dengan perangkat dari Row 44.

Terlepas dari persaingan bisnis yang ada, para penumpang kini jauh lebih nyaman kala berpergian dengan pesawat terbang. Meski berada di ketinggian 10-20 ribu kaki, kamu tetap bisa memantau apa yang terjadi di bawah dengan fitur  Wi-Fi On Board yang disediakan oleh para maskapai.

Tertarik buat mencoba? Saatnya merencanakan liburan kamu, yuk! Biar liburan makin mudah, jangan lupa pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah pesan tiket kereta api murah cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top