Destinasi

Vabyo: Traveler yang Menyamar Jadi TKI

Valiant Budi Yogi (Vabyo), seorang penulis Indonesia yang kerap menghasilkan karya-karya best seller, ternyata juga gemar traveling. Hobi traveling-nya disalurkan lewat buku “The Journey 1”, “The Journey 3”, dan “The Naked Traveler Anthology: Horror”. Ketiganya adalah buku kompilasi Vabyo bersama penulis-penulis lain. Ada juga buku soal traveling yang ditulis di buku solonya, yaitu “Kedai 1001 Mimpi” dan “Kedai 1002 Mimpi”. Semua buku tersebut merupakan terbitan Gagas Media.

Berjodoh jadi TKI

Vabyo mulai serius traveling ketika tahun 2007. Saat itu, ia mulai mencoba traveling menggunakan uang sendiri. “Waktu itu gue baru aja lulus kuliah. Tapi, gue sudah punya penghasilan sendiri karena sebelumnya pernah jadi penyiar radio di Bandung. Gue pengin punya pengalaman jalan-jalan dan icip-icip makanan enak di sebuah buku,” kata alumni Universitas Padjajaran Bandung jurusan Hukum ini.

Cowok yang juga aktif sebagai buzzer di media sosial ini sempat punya keinginan traveling di negeri Timur Tengah dan Mediterania. Lucunya, ketika itu di Arab Saudi ada lowongan jadi barista di sebuah coffee shop terkenal. Vabyo pun langsung nekat mencoba interview. “Kebetulan banget ketemu lowongan itu, terus gue coba aja, deh. Kalau lolos kan lumayan bisa traveling ke sana, meskipun harus nyamar jadi TKI. Hihihi… Untung interview-nya pakai bahasa Inggris. Tapi, logatnya logat Lebanon. Dan nggak gue sangka, gue lolos! Hahaha…” kenangnya sambil terbahak-bahak.

Gagal jadi traveler di Arab Saudi

Sayangnya, keinginan Vabyo untuk traveling di Arab Saudi nggak seindah yang diharapkan. Banyak masalah yang ditemui saat ia sampai di kota Dammam, Arab Saudi. Akhirnya, mimpi bikin buku traveling pun kandas. Vabyo malah jadi bikin buku soal jadi TKI di Arab Saudi yang ditulis di buku “Kedai 1001 Mimpi” yang terbit tahun 2011 kemarin.

“Di sana banyak hal yang bertentangan dari yang mereka janjikan, salah satunya paspor ditahan perusahaan. Jadi gue nggak bisa jalan-jalan, deh. Cuma bisa jadi TKI di sana. Sudah gitu, dikontraknya 24 bulan! Gue nggak betah banget di sana. Baru tiga bulan aja bawaannya pengin jalan-jalan,” curhat Vabyo dengan nada sedih.

Bukan cuma masalah paspor yang ditahan perusahaan, tapi Vabyo juga mengalami banyak hal yang nggak enak selama menjadi TKI. “Gue pernah tuh dituduh mencuri ponsel pengunjung cuma karena gue yang bersihin mejanya. Pas mereka geledah tas gue, mereka nemu dua ponsel, padahal ponsel-ponsel itu punya gue. Tapi, tetap aja mereka nggak percaya. Untungnya gue bisa buktiin, tapi urusannya jadi ribet banget!

Di sana juga banyak peraturan yang terbilang aneh. Setiap kali waktunya sholat, kafe harus kosong. Sialnya, suka ada pelanggan yang pengin ngumpet di kafe terus ketahuan polisi. Si pelanggan kabur lalu gue yang ditangkap polisi dan hampir aja masuk penjara,” bebernya kesal.

Berusaha meninggalkan Timur Tengah

Untuk mengatasi hal itu, Vabyo pun memikirkan cara agar ia bisa keluar dari kota yang sudah membuatnya merasa terkekang. Vabyo pun jadi giat bekerja hingga ia berhasil menjadi supervisor dan mendapatkan visa liburan. “Saat itu sudah memasuki bulan ke 15. Dengan visa liburan itu, gue pakai aja buat kabur. Kaburnya lewat Bahrain, negara tetangga yang mirip banget sama Jakarta. Pas sampai di Bahrain, gue merasa kayak abis keluar dari penjara!” ungkap cowok yang juga sempat menjadi editor buku Gagas Media dari tahun 2008 – 2009.

Masih banyak kenangan buruk yang dialami oleh Vabyo ketika menjadi TKI di Arab Saudi. Travelers bisa baca kisahnya di buku “Kedai 1001 Mimpi”, ya!

Meskipun mengalami banyak kenangan buruk selama di Arab Saudi, namun bukan berarti Vabyo sama sekali nggak merasakan kesenangan ketika di sana. “Gue sempat kok jalan-jalan ke Riyadh, ibukotanya Arab Saudi. Ada tempat wisata yang namanya Dirab Desert. Padang Pasirnya memukau banget. Kalau jalan-jalan ke sana bawaannya pengin syuting film koboy!

Ada juga tempat wisata bernama Kingdom Center Tower yang bangunannya mirip kayak pembuka tutup botol. Di sana nggak boleh ada gedung lain yang lebih tinggi daripada Kingdom Center Tower. Gedung itu adalah tempat wisata yang wajib dikunjungi. King Abdullah Park juga seru soalnya pas malam di sana ada pesta laser,” cerita Vabyo seru.

www.zhongweifountain.com, kingdomcentre.com.sa

www.zhongweifountain.com, kingdomcentre.com.sa

Makanan di Arab Saudi enak!

Sebagai travelers yang hobi makan, Vabyo tentu aja nggak melewatkan makanan-makanan Arab Saudi yang sedap. “Kalau ingat makanan-makanan di sana, gue langsung lapar! Ada makanan yang namanya roti za’atar. Mirip kayak croissant gitu, deh. Isinya perpaduan antara oregano, basil, herbs, dan sesame. Enak banget kalau dimakan sambil minum teh manis! Kalau kue gurih manis bertabur kacang walnut (basbousa) enak banget dicemil bareng kopi Turki.

Hummus juga nggak kalah enak! Itu semacam saos kacang, tapi lebih hambar. Enak banget kalau makannya dicocol ke shawarma kebab. Kebab di Indonesia itu nama sebenarnya shawarma. Bedanya adalah kalau di Arab Saudi kebabnya hanya daging panggang yang ditusuk kayak sate. Kalau di Indonesia kan pakai roti. Nah, rotinya gratis kalau di Indonesia. Hehehe…” ujarnya.

thegrizzlykitchen.com, sumodtomzcuisines.com, dok. pribadi

thegrizzlykitchen.com, sumodtomzcuisines.com, dok. pribadi

Nggak kapok jadi TKI

Sempat gagal jadi travelers di Arab Saudi dan mengalami banyak pengalaman buruk ketika menjadi TKI di sana nggak bikin Vabyo kapok jadi TKI. “Gue masih punya keinginan buat nyamar jadi TKI supaya bisa traveling. Asalkan kontrak kerjanya nggak lama kayak waktu di Arab Saudi. Cukup tiga bulan aja kalau bisa. Hahaha… Kayak pas tahun 2013 kemarin gue sempat jadi photographer assistent di London, Inggris selama tiga hari doang. Kerjaannya enak, lho. Cuma jaga tas. Duitnya lumayan bisa buat makan enak. Hihihi… Kisah itu sempat gue masukin sekilas di buku “Kedai 1002 Mimpi”. Bahas soal liburannya sih, bukan soal pekerjaannya,” tukasnya.

Vabyo sempat cerita ke PegiPegi mengenai isi dari buku “Kedai 1002 Mimpi” yang terbit tahun 2014 kemarin. “Kalau di Kedai 1001 Mimpi kan tentang cultured shocked pas jadi TKI dan pengin kabur dari sana. Kalau “Kedai 1002 Mimpi” itu pas berhasil kabur dan ingin kabur ke destinasi impian berikutnya. Kalau mau tahu destinasi apa aja yang jadi impian gue, baca aja buku “Kedai 1002 Mimpi”, ya!” ajak Vabyo.

gagasmedia.net

gagasmedia.net

Lagi menulis buku baru di Ubud, Bali

Saat ini, nggak terasa Vabyo sudah menghabiskan waktu selama 16 bulan di Ubud, Bali. “Sebenarnya nggak full di Ubud karena kepotong pergi-pergi ke tempat lain. Gue juga punya rencana buat pergi ke Johannesburg, Afrika Selatan, tapi nggak sekarang deh. Soalnya lagi dalam proses menyelesaikan buku baru,” aku cowok yang juga ahli menulis lagu.

Menurut Vabyo, di mana pun ia berada, pasti selalu ada tempat menarik yang bisa dijadikan spot untuk menulis. “Cuma enaknya kalau di Ubud itu ke mana-mana bisa jadi “gembel”. Hahaha… Maksudnya ke mana-mana bisa pakai baju tidur. Kalau di Jakarta atau Bandung kan sudah pasti bakal diledekin. Kalau lagi di Ubud, gue suka nulis di Bambu Indah, Kahiyang Coffee, dan Warung Mezzo. Karena tempat-tempat itu menghadap arah barat. Enak banget buat menikmati sunset. Selain itu, tempatnya juga dikelilingi sawah dan sungai. Bikin pikiran gue segar!” bebernya.

Bambu-Indah-Jawa-Lama-House-terrace-Djuna-Ivereigh-1024x674

www.bambuindah.com

Dengan terus mengunjungi destinasi baru, tentu aja Vabyo bisa mendapatkan banyak inspirasi untuk menulis. “Karena di tempat baru itu kita bisa mencoba makanan lokal, jatuh cinta sama orang lokal, kencan dengan mereka, lalu patah hati, dan seterusnya. Cerita hidup gue jadi makin kaya, deh,” pungkas cowok yang pernah menerima penghargaan sebagai Penulis & Buku Nonfiksi Terfavorit 2014 dari Anugrah Pembaca Indonesia.

Menjadi penulis di Indonesia memang masih dipandang sebelah mata. Tapi, lewat pekerjaannya itu, Vabyo membuktikan bahwa ia bisa menjadi traveler sejati yang sudah berkunjung ke banyak kota dan negara. “Dari tahun 2007 sampai 2011, gue nulis buku masih megap-megap. Tahun kelima baru mulai menikmati. Sekarang, kerjaan gue juga cuma nulis, tapi bisa jalan-jalan terus, kok. Tapi, nulisnya banyak. Mulai dari nulis buku, nulis lagu, nulis artikel, dan masih aktif jadi buzzer juga. Ya gitu deh, harus aktif mencari celah!”

Keren kan kisah hidup Vabyo? Mungkin travelers juga pengin punya hobi yang dibayar seperti pekerjaan Vabyo. Nggak ada salahnya lho buat coba jalan-jalan ke luar kota. Siapa tahu bisa dapat banyak inspirasi untuk berkarya. Tiket-tiket pesawat murah dan bersahabat di kantung bisa kalian cek di pegipegi.com.

(Visited 1,031 times, 1 visits today)

Comments

To Top