Event & Festival

Uniknya Tradisi Acara Pernikahan di Berbagai Negara

wedding-A-472x394

wedding-A-472x394

Acara pernikahan adalah salah satu event paling membahagiakan dalam kehidupan seseorang. Jadi, tidak heran kalau calon-calon pengantin menginginkan acaranya berlangsung seistimewa mungkin. Tidak jarang calon pengantin member sentuhan unik pada acara pernikahan mereka.

Tapi, sebenarnya sejumlah kebudayaan memang sudah memiliki tradisi unik tersendiri terkait acara pernikahan. Sama seperti Indonesia yang punya banyak tradisi pernikahan unik dari berbagai daerah, negara-negara di bawah ini juga menyuguhkan sentuhan unik dalam acara pernikahan mereka. Apa aja ya kira-kira?

India

Acara pernikahan di India bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Diawali dari pesta pertunangan yang berlangsung sekitar 3 hari sebelum resepsi, upacara Mehendi hingga hari pernikahan itu sendiri. Pada pesta pertunangan, biasanya kedua keluarga mempelai akan bertukar hadiah dan makanan manis sekaligus saling bersilaturahmi. Sementara, pada upacara Mehendi, calon mempelai wanita akan ‘didandani’ dengan hiasan Mehendi di telapak tangan, lengan, kaki dan telapak kaki.

Jepang

Upacara pernikahan tradisional Jepang biasanya diadakan di kuil-kuil Shinto. Para mempelai wanita akan didandani dengan warna putih dari kepala hingga kaki (termasuk riasan mukanya lho). Ternyata riasan ini melambangkan kesiapan sang mempelai wanita untuk melayani suami dan keluarga suaminya. Mempelai wanita juga mengenakan penutup kepala untuk menyembunyikan ‘rasa cemburunya’ kepada ibu mertua sekaligus menunjukkan bahwa dirinya akan menjadi istri yang patuh dan lembut. Pasangan mempelai juga biasanya minum sake bersama-sama untuk melambangkan penyatuan mereka sebagai suami dan istri.

Kenya

Karena secara tradisi mempelai wanita akan mengikuti keluarga mempelai pria, tidak heran kalau ‘perpisahan’ antara orangtua mempelai wanita dengan anak mereka berlangsung penuh haru. Tapi, tradisi Suku Masai di Kenya agak berbeda nih, travelers. Setelah pesta pernikahan usai, ayah mempelai wanita akan meludahi kepala dan dada sang anak ketika dia siap melangkah keluar desa untuk mengikuti suaminya. Menurut kepercayaan Suku Masai, alih-alih ‘memuja’ sang mempelai wanita, tindakan itu diharapkan bisa menghindari nasib buruk bagi pernikahan pasangan mempelai.

Ceko

Sebelum acara pernikahan, biasanya keluarga mempelai wanita akan menanam pohon di halaman rumah mempelai dan menghiasinya dengan pita warna-warni serta cangkang telur yang sudah didekorasi. Konon, sang mempelai wanita akan hidup selama pohon itu juga hidup. Sebelum kedua mempelai saling mengucap janji setia, keluarga dan kerabat akan menempatkan seorang bayi di tempat tidur mempelai untuk memberikan keberuntungan bagi mereka (supaya bisa cepat mendapatkan keturunan).

Jerman

Masyarakat Jerman punya tradisi bernama Polterabend yang berarti ritual memecahkan porselen sebelum malam pernikahan. Para tamu akan memecahkan porselen yang diharapkan member keberuntungan bagi calon mempelai. Lucunya, kadang perayaan ini justru lebih meriah dibandingkan hari pernikahan sebenarnya lho!

Swedia

Kalau kamu menghadiri upacara pernikahan mempelai Swedia, siap-siap ya melihat begitu banyak ciuman. Pasalnya, setiap kali mempelai wanita meninggalkan ruangan, seluruh pria di resepsi diizinkan untuk mencium sang mempelai sesuka mereka, begitu juga sebaliknya. Selain itu, setiap kali ada tamu yang membunyikan gelas mereka, tamu-tamu lain akan mengikutinya dan pasangan mempelai harus berciuman.

Nah, buat travelers yang lagi merencanakan pernikahan, punya rencana unik apa buat resepsinya nih?

 

 

 

(Visited 431 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top