Destinasi

Uji nyali di Lawang Sewu, kamu berani?

Lawang Sewu

Travelers apa yang langsung terpikir saat seseorang menyebut kata Lawang Sewu? Suasana angker, seram, banyak makhluk halus, 1000 pintu, atau tempat bersejarah? Hmmm, semua jawaban itu benar kok karena memang tempat ini sering dijadikan lokasi adu nyali untuk berhadapan langsung ‘head to head’ dengan makhluk halus alias hantu-hantu yang jadi penghuni Lawang Sewu. Gokil banget ‘kan? Biar makin seru, Pegipegi juga punya informasi yang lebih komplit buat travelers semua.

Lawang Sewu

foto: www.tempatwisataterbaik.com

 

Lokasi Lawang Sewu

Lawang Sewu dekat dengan berbagai tempat bersejarah di Semarang, tepatnya di depan Tugu Muda, yaitu di pojokan Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Bangunan ini terlihat sangat menonjol dibandingkan dengan bangunan lain sehingga dari kejauhan sudah bisa dikenali. Tempat ini juga mudah dijangkau dari berbagai arah, baik dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

So, kalau kamu baru pertama kali datang ke Semarang, nggak perlu bingung. Tanya saja sama orang disekitarmu, dan warga Semarang pasti akan membantumu dengan senang hati untuk menunjukan arah menuju Lawang Sewu. Dan untuk bisa mengeksplorasi tiap sudut di Lawang Sewu, tiap pengunjung harus membayar tiket masuk sebesar Rp10.000*.

 

Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu yang sekarang jadi salah satu destinasi wisata favorit travelers di Semarang dulunya merupakan kantor pemerintah Belanda. Kompleks ini dibangun pada tanggal 27 Februari 1904 dan selesai pada tanggal 1 Juli 1907 dengan perancang dan arsiteknya orang Belanda, yaitu Jacob F. Klinkhamer dan B.J. Ouendag. Pada saat itu, Lawang Sewu mempunyai fungsi sebagai kantor kereta api atau bahasa kerennya Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappic (NIS) yang beroperasi di Semarang.

Lawang Sewu yang menjadi bangunan cagar budaya ini kemudian dijadikan sebagai markas tentara Jepang di Semarang setelah Belanda diusir dari Indonesia. Dan selama masa pertempuran, tempat ini menjadi saksi sejarah betapa pemuda-pemuda Indonesia begitu gagah dan tanpa rasa takut menghadapi tentara Jepang yang terkenal sadis. Hingga akhirnya gedung Lawang Sewu berhasil direbut oleh Indonesia. Dan pada masa kemerdekaan, tempat ini kembali difungsikan sebagai Kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia.

Saking banyaknya pintu yang ada, bangunan ini pun diberi sebutan kata ‘sewu’ karena memang paling gampang menyebut kata ‘sewu atau seribu’ untuk sesuatu yang tidak dapat dihitung atau jumlah yang sangat banyak. Jadi, kata-kata ‘sewu’ digunakan untuk menyingkat jumlah saja. Entahlah, travelers bisa menghitung pintu di Lawang Sewu satu per satu atau tidak karena jumlah punyanya buaanyak banget.

 

Misteri Lawang Sewu

Menyeramkan. Mungkin kata itu cukup untuk mewakili suasana yang ada di Lawang Sewu. Itu bisa terlihat jelas saat kamu mulai memasuki bangunan. Dan travelers, sebagai tips dan untuk cari aman agar tidak tersesat, mendingan kamu pakai jasa pemandu wisata. Apalagi kalau kebetulan kamu datang sendiri mengingat banyak cerita mistis yang beredar di tengah masyarakat. Bisa jadi di sepanjang lorong bulu kuduk berdiri terus dan jantung berdebar kencang.

Memang sih, paling asyik kalau datang rame-rame karena nuansa angker bisa berkurang. So, kalau kamu penakut, nggak ada salahnya ‘kan untuk mengajak pemandu wisata. Setelah itu baru masuk ke Lawang Sewu bareng-bareng. Cerita misterius yang sudah tersebar di tengah masyarakat bisa langsung kamu rasakan saat mulai masuk lorong dan ruangan yang ada di Lawang Sewu.

Tidak hanya satu dua orang saja yang tiba-tiba merasakan hawa tidak biasa, aneh, terasa dingin, dan bulu kuduk langsung berdiri saat masuk ke dalam salah satu lorong. Bahkan, ada pengunjung yang secara tiba-tiba merasa sesak napas, kepala sakit, pundak rasanya seperti terhimpit, bahkan badan terasa berat sekali. Memang kedengarannya nggak masuk akal ya travelers namun itu adalah pengalaman umum yang banyak dirasakan oleh pengunjung yang datang ke Lawang Sewu.

Tidak dapat dipungkiri kalau Lawang Sewu menjadi bangunan yang pernah dikuasai oleh Jepang dan Belanda, serta tidak ada yang tahu pasti apa yang dilakukan di sana. Namun sejarah mengatakan kalau Lawang Sewu menjadi salah satu markas yang sering digunakan oleh penjajah untuk menyiksa tahanan atau orang-orang yang disebut sebagai pengkhianat. Pembantaian tanpa perikemanusiaan dilakukan secara membabi-buta dan memakan banyak korban sehingga tempat ini seolah dipenuhi oleh arwah gentayangan.

Untuk membuktikannya, banyak pemilik indera keenam yang sengaja melakukan uji nyali untuk mengetahui makhluk ghaib yang menjadi penghuni tetap Lawang Sewu. Bahkan, ada sebuah ruang yang digunakan sebagai lokasi reality show tv swasta yang kala itu cukup populer. Salah satu tempat yang disebut sebagai ‘lorong misteri’ juga disinyalir menjadi lokasi pembantaian yang membuat suasana di tempat itu begitu mencekam dan punya hawa berbeda.

Pertanyaannya adalah, apakah kamu termasuk seorang yang pemberani atau bisa melihat hal-hal ghaib? Sebut saja pocong, wewe gombel, gendurwo, kuntilanak, noni Belanda, anak kecil, jenglot, dan banaspati. Kamu bisa datang dan melihat dengan mata kepala sendiri. Yang perlu diingat, siapkan saja mental baja untuk bisa menghadapi kedatangan makhluk halus dengan wujud yang tidak dapat ditebak.

(Visited 253 times, 1 visits today)

Comments

To Top