Destinasi

Tugu Bambu Runcing, Wisata Bersejarah di Pontianak

Setiap kota di Indonesia pastinya punya cerita masing-masing soal kemerdekaan Indonesia. Begitu pula dengan Kota Pontianak yang memiliki Tugu Bambu Runcing yang kerap disebut Tugu Digulis. Tugu tersebut memiliki nilai historis sekaligus heroik tentang pemuda Kalimantan Barat saat meraih kemerdekaan.

Kata Digulis diambil dari kata Digoel, sebuah tempat di Papua (Irian Barat) yang termasuk dalam kekuasaan Hindia Belanda untuk pembuangan atau pengasingan tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sekarang, daerah ini adalah sebuah Kabupaten di Papua yang dikenal dengan sebutan Digul Atas. Kemudian kata digul ditambahkan akhiran -is yang sebenarnya merupakan pinjaman dari suffix bahasa Inggris -ist yang berarti orang atau pelaku. Sehingga kata Digulis merujuk kepada orang yang dibuang atau diasingkan ke Digul.

Ada kisah kelam di balik berdirinya monumen ini. Semua berawal pada 1914, saat terbentuknya Partai Sarekat Islam (SI) di Ngabang (sekarang Kota Landak). Organisasi berbasis keagamaan ini mendapat banyak simpati dari masyarakat, hingga akhirnya pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan perintah untuk membekukan seluruh kegiatan Sarekat Islam.

Perintah itu digelontorkan akibat maraknya pemberontakan anggota SI di Jawa dan Sumatera. Pemerintah Hindia Belanda pun menangkap 11 tokoh pergerakan Kalimantan Barat. Tiga dari 11 tokoh itu meninggal saat diasingkan ke Boven Digoel di Irian Barat, sementara lima di antaranya wafat dalam Peristiwa Mandor di Kabupaten Landak.

Sehingga, Tugu Bambu Runcing berbentuk 11 bambu runcing yang menjulang tinggi ke angkasa, masing-masing berbeda ukuran. Mencirikan 11 tokoh pejuang berasal dari berbagai daerah berbeda. Warnanya kuning kehijauan layaknya bambu pada umumnya.

Bambu runcing diambil sebagai bentuk simbolis perjuangan bangsa Indonesia. Kesebelas tokoh pejuang tersebut adalah Achmad Marzuki, Achmad Su’ud bin Bilal Achmad, Gusti Djohan Idrus, Gusti Hamzah, Gusti Moehammad Situt Machmud, Gusti Soeloeng Lelanang, Jeranding Sari Sawang Amasundin, Hj Rais bin H Abdurahman, Moehammad Hambal alias Bung Tambal, Moehammad SohordanYa’ Moehammad Sabran, dan Gusti Djohan Idrus. Nama-nama tokoh pejuang tersebut juga diabadikan menjadi nama jalan-jalan di Pontianak.

Pengin banget main ke Tugu Bambu Runcing? Yuk, pesan tiket pesawat dan cari hotel murah di Pontianak lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke pontianak  cari hotel murah di pontianak

Foto: Shutterstock

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

 

Comments

To Top