Event & Festival

Tradisi Meugang, Saatnya Menyantap Olahan Daging di Aceh

Tradisi-Meugang

Tradisi Meugang yang dilakukan oleh masyarakat Aceh sudah dilakukan sejak berabad-abad yang lalu. Acara ini pun berlangsung sangat meriah karena tiap orang sepertinya tidak mau ketinggalan ingin menyemarakan tradisi meugang dengan cara memborong daging untuk dimasak dan dinikmati secara bersama-sama. Buat kamu yang asli dari Aceh, pasti sudah mendarah daging dengan acara ini tapi buat kamu yang sama sekali belum tahu tentang tradisi meugang, Pegipegi punya ulasan lengkap di bawah ini.

 

Tradisi-Meugang

foto : sipena.com

Meriahnya pasar tradisional menjelang Tradisi Meugang

Beberapa hari menjelang bulan Ramadan, pasokan daging sapi di pasar-pasar tradisional terlihat lebih melimpah dibandingkan hari biasa. Bukan tanpa alasan karena ketika bulan puasa sudah dekat, sebuah tradisi yaitu tradisi meugang di Aceh akan disambut secara besar-besaran. Tidak peduli pangkat, derajat dan status karena Tradisi Meugang ini memang ditunggu-tunggu oleh siapa saja. Tradisi meugang selalu berkaitan dengan membeli daging, memasak dengan berbagai varian menu, lalu menyantapnya bersama-sama.

Bagi orang Aceh, rasanya nggak asyik dan nggak afdol kalau tradisi meugang tidak makan daging. Karena itulah kenapa lalu lintas di sekitar pasar atau penjual daging sapi atau kerbau mendadak macet total. Daging yang biasanya dipatok seharga Rp90.000* per kilogram akan melonjak menjadi sekitar Rp130.000* – Rp140.000. Biarpun harganya naik drastis, namun tidak menyurutkan minat pembeli untuk memborong daging sapi.

Orang yang punya rejeki lebih bisa membeli daging dalam jumlah banyak karena selain bisa dikonsumsi sendiri, berbagi dengan fakir miskin juga selalu ditekankan sehingga semua orang bisa mencicipi olahan masakan daging menjelang puasa. Sedangkan orang dengan kebutuhan pas-pasan pun tidak mau kalah meskipun harus membeli daging dalam jumlah lebih sedikit. Yang penting dapur tetap ngebul dan ada aroma masakan daging.

 

Meriahnya Tradisi Meugang

Bagi masyarakat Aceh, meugang ya makan daging dan olahan daging ya wajib ada saat tradisi meugang. Benar sekali travelers. Saat tradisi meugang berlangsung, para ibu akan menjadi sangat sibuk dengan urusan dapur untuk memasak daging menjadi berbagai macam hidangan. Lalu, menu apa saja sih yang diolah dengan bahan utama daging? Yang paling umum adalah rendang, daging rebus, daging goreng, kari putih sup dan masih banyak lagi.

So travelers, nggak heran kalau kamu kebetulan lagi ada di Aceh menjelang bulan ramadan, aroma masakan daging dari tiap rumah pasti tercium begitu kentara. Dan biasanya, pesta makan daging ini sudah dimulai sekitar 2 hari menjelang bulan puasa. Biar acaranya makin meriah, masyarakat Aceh merayakan tradisi meugang untuk menyambut datangnya bulan Ramadan dengan berbagai cara. Ada yang makan-makan di masjid, mengundang tetangga, atau kalau pengin sekalian rekreasi.

Momen kebersamaan juga begitu kental dalam tradisi meugang di Aceh. So banyak anak rantau yang sengaja pulang untuk mengobati rasa rindu kampung halaman dan bertemu keluarga. Kalau pun pada akhirnya tidak bisa mudik, rasanya ada sesuatu yang kurang karena tradisi meugang erat hubungannya dengan makan daging, berbagi, dan kebersamaan bersama keluarga. Nggak heran kalau saat tradisi meugang, banyak warga Aceh yang pergi ke pantai atau tempat pariwisata untuk menyantap makanan sambil liburan.

Ketika acara ini selesai, masyarakat Aceh pun sudah siap-siap lagi untuk menyambut tradisi meugang lebaran. Nah travelers, sekarang kamu tahu ‘kan kalau acara yang kental dengan unsur daging tidak hanya ditemukan saat hari raya Idul Adha saja, tetapi acara menyambut bulan Ramadan dan lebaran juga tidak pernah dilewatkan oleh masyarakat Aceh. Tak makan daging saat momen tersebut pasti akan terasa aneh dan hambar karena memang acara ini sudah menjadi tradisi yang telah dilakukan dari generasi ke generasi.

(Visited 301 times, 1 visits today)

Comments

To Top