Event & Festival

Tradisi Ceng Beng di Kalangan Orang Tionghoa

Travelers pernah dengar soal Ceng Beng yang dilakukan orang Tionghoa? Itu lho tradisi sembahyang kubur yang biasanya jatuh pada tanggal 5 April. Kali ini, Pegipegi pengin mengajak travelers untuk berkenalan dengan tradisi Ceng Beng. Simak baik-baik, ya!

Apa aja sih yang dilakukan saat Ceng Beng?

Sembahyang kubur tidak harus dilakukan persis tanggal 5 April. Bisa juga dilakukan beberapa hari sebelum tanggal tersebut. Saat perayaan Ceng Beng, orang Tionghoa datang ke makam orangtua atau leluhur untuk membersihkan, bersembahyang, sekaligus membawa berbagai jenis makanan, karangan bunga, dan uang kertas. Biasanya, mereka membawa makanan kesukaan ortu atau leluhur. Jika makam sudah dibersihkan, dianjurkan untuk menaruh kertas kuning di atas masing-masing makam sebagai tanda makan telah dibersihkan.

Apa tujuan Ceng Beng dirayakan?

Tidak ada aturan yang menyebutkan bahwa orang Tionghoa yang merayakan Ceng Beng harus yang beragama Buddha atau Kong Hu Cu. Siapa pun boleh aja melakukan sembahyang kubur karena tujuannya adalah untuk menghormati jasa-jasa orangtua dan leluhur. Selain untuk menghormati jasa orangtua dan leluhur, kita juga bisa kembali berkumpul dengan keluarga dan saudara jauh ketika Ceng Beng.

Seperti apa sejarah Ceng Beng?

Asal mula tradisi Ceng Beng berawal dari zaman Kekaisaran Zhu Yuan Zhang, pendiri Dinasti Ming. Zhu Yuan Zhang awalnya berasal dari keluarga yang sangat miskin. Karena itu, ketika membesarkan dan mendidik Zhu Yuan Zhang, orangtuanya meminta bantuan kepada sebuah kuil. Saat beranjak dewasa, Zhu Yuan Zhang memutuskan untuk bergabung dengan pemberontakan Sorban Merah, sebuah kelompok pemberontakan anti Dinasti Yuan (Mongol).

Berkat kecakapannya, dalam waktu singkat, ia berhasil mendapat posisi penting dalam kelompok tersebut. Kemudian ia menaklukan Dinasti Yuan dan berhasil jadi kaisar. Setelah itu, Zhu Yuan Zhang kembali ke desa untuk menjumpai orangtuanya. Sesampainya di desa, ternyata orangtuanya telah meninggal dunia dan nggak diketahui keberadaan makamnya.

Untuk mengetahui keberadaan makam orangtuanya, Zhu Yuan Zhang memberi titah kepada seluruh rakyatnya untuk melakukan ziarah dan membersihkan makam leluhur mereka masing-masing pada hari yang telah ditentukan. Selain itu, beliau juga memerintahkan rakyat untuk menaruh kertas kuning di atas masing-masing makam sebagai tanda makam telah dibersihkan.

Setelah semua rakyat selesai berziarah, kaisar memeriksa makam-makam yang ada di desa dan menemukan makam-makam yang belum dibersihkan, serta diberi tanda. Kaisar pun berziarah ke makam-makam tersebut dan berasumsi bahwa di antara makam-makam tersebut merupakan makam orangtua, sanak keluarga, dan leluhurnya. Akhirnya ritual ziarah makam ini dilakukan setiap tahun.

Untuk kamu yang berencana pulang ke kampung halaman untuk sembahyang kubur, kamu bisa rencanakan perjalananmu bersama Pegipegi dengan pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah! Selamat merayakan Ceng Beng!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 463 times, 1 visits today)

Comments

To Top