Tips

Tips Membeli Suvenir dari Luar Negeri

kedatangan

Travelers, Pegipegi sudah memberikan info seputar barang-barang yang pantang kamu bawa jika berlibur ke luar negeri. Kali ini, kita mau kasih tips dan panduan untuk kamu dalam membeli oleh-oleh dari luar negeri. Jangan salah lho, kalau kamu salah membeli oleh-oleh, bisa jadi kamu malah berurusan dengan pihak bea dan cukai.

Seperti negara-negara lain, Indonesia juga punya peraturan ketat terkait suvenir yang bisa dibawa traveler dari luar negeri. Tentunya gak mau dong kepulangan kamu ke tanah air malah jadi runyam gara-gara salah membawa suvenir.

Jadi, simak baik-baik ya sebelum kamu berencana membeli oleh-oleh dari luar negeri!

Suvenir dalam jumlah banyak

Salah satu aturan yang ditetapkan pemerintah Indonesia adalah kamu tidak boleh membawa barang tertentu dalam jumlah banyak. Misalnya, kalau kamu berniat membawa minuman anggur, kamu tidak boleh membawa lebih dari 1 liter. Rokok dan cerutu juga termasuk suvenir yang dibatasi. Batas maksimal rokok adalah 200 batang, sementara untuk cerutu adalah 25 batang. Lebih dari itu, kamu harus membayar bea masuk.

Suvenir yang harus dilaporkan

Beberapa jenis barang bawaan harus dilaporkan lebih dulu kepada bea dan cukai. Biasanya ini disebut Jalur Merah, atau benda-benda yang masuk dalam status ‘declared’. Sebut saja aneka hewan, tumbuhan dan aneka produknya. Begitu juga dengan obat, senjata tajam (misalnya kamu membeli pisau lipat dari luar negeri). Kalau kamu membawa benda atau uang dengan nilai lebih dari Rp100 juta pun harus dilaporkan dulu lho, travelers.

Oleh-oleh lain yang bisa bermasalah adalah hewan awetan. Rupanya banyak juga lho traveler yang membawa hewan awetan sebagai souvenir ketika berlibur ke luar negeri. Sebut saja kupu-kupu awetan dari Butterfly Farm di Penang, Malaysia. Suvenir ini juga harus melewati jalur merah dari petugas bea dan cukai. Kalau kamu membeli suvenir hewan awetan, pastikan membeli di tempat penjualan resmi sehingga mereka bisa memberikan surat keterangan untuk produk tersebut.

Sebenarnya, bukan berarti kamu tidak boleh membawa suvenir-suvenir ini. Hanya saja, membawa suvenir jalur merah berarti kamu harus melewati prosedur pemeriksaan khusus. Kalau kamu termasuk orang yang tidak bisa sabar menanti pemeriksaan, lebih baik tidak usah membawa suvenir yang aneh-aneh.

Narkoba

Sudah jelas, jenis narkoba apapun dilarang masuk ke Indonesia. Kecuali kamu berniat ‘bunuh diri’ dan masuk penjara, jangan sekali-sekali berpikiran membawa masuk narkoba ke Indonesia. Tapi, terkadang kamu tidak sadar kalau produk tertentu ternyata mengandung narkoba atau kokain.

Contohnya, teh coca asli dari Pegunungan Andes. Buat para pecinta teh, mengumpulkan jenis-jenis teh eksotis memang menjadi kegemaran tersendiri. Teh coca ini sendiri memiliki cita rasa yang lezat sekaligus bisa membantu melawan berbagai jenis penyakit. Namun, teh ini rupanya mengandung kokain lho, travelers. Jadi, demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, lebih baik teh coca nya kamu nikmati di lokasi aslinya aja ya.

 

Sudah merencanakan liburan selanjutnya? Pegipegi punya banyak promo menarik nih untuk kalian!

 

(Visited 553 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top