Destinasi

Telaga Warna Puncak, si cantik yang misterius

Telaga-Warna-Puncak

Telaga Warna bukan hanya ada di Pegunungan Dieng aja, travelers. Fenomena alam menakjubkan serupa juga bisa kamu lihat di Telaga Warna Puncak, dan ngga kalah cantik sama Telaga Warna Dieng. Tapi siapa yang menyangka kalo Telaga Warna Puncak ternyata menyimpan kisah misterius yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar sampai saat ini.

Telaga-Warna-Puncak

foto : initempatwisata.com

Telaga Warna Puncak peninggalan Kerajaan Kutatanggeuhan

Dulu di sekitar Telaga Warna Puncak pernah berdiri sebuah kerajaan bernama Kerajaan Kutatanggeuhan. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana bernama Prabu Suarnalaya dan ratunya cantik jelita, Purbamanah. Namun sayang mereka tidak punya keturunan. Dengan bantuan para penasehat spiritual, Raja dan Ratu Kerajaan Kutatanggeuhan berdoa kepada Yang Kuasa agar segera dikaruniai anak. Permohonan itu dikabulkan dan lahirlah seorang putri dari rahim Sang Ratu.

Sang Putri tumbuh jadi gadis jelita, sama cantiknya dengan ibunya. Namun sayang ia terlalu dimanja karena apapun yang diinginkannya selalu diberikan. Suatu hari saat Sang Putri berulang tahun, ia meminta Raja untuk memberinya sebuah kalung terindah di dunia yang belum pernah dimiliki siapapun. Raja bersedia mengabulkan permintaan putri kesayangannya dan memerintahkan anak buahnya untuk mencari kalung itu. Tapi pencarian mereka sia-sia.

Sang Ratu sedih karena tidak bisa memenuhi keinginan putrinya. Lalu ia merelakan sebuah kalung mewah kesayangannya untuk diberikan sebagai hadiah ulang tahun untuk Sang Putri. Kalung itu sangat indah, berhiaskan batu permata berwarna-warni yang berkilauan. Tapi Sang Putri tidak mau menerimanya, karena bukan kalung itu yang dia inginkan.

Sang Ratu sangat bersedih mendengar penolakan anaknya dan menangis sejadi-jadinya. Air mata ibu yang didurhakai anaknya itu mendadak berubah menjadi gelombang besar yang menenggelamkan seluruh istana dan Putri yang durhaka. Istana Kerajaan Kutatanggeuhan berubah menjadi sebuah telaga yang sekarang kamu kenal dengan nama Telaga Warna Puncak.

 

Warna-warni misteri Telaga Warna Puncak

Telaga Warna Puncak berlokasi di Desa Tugu, Cisarua, Kabupaten Bogor, tepat di tengah hutan yang rindang dan perkebunan teh di sisi kanan dan kirinya. Inilah tempat yang musti kamu tuju kalo pengen menikmati hijaunya hutan dengan latar belakang Gunung Mega Mendung dan Gunung Hambalang, atau berperahu mengelilingi Telaga Warna Puncak seharian. Beda sama Telaga Warna Dieng yang selalu memancarkan warna-warni setiap saat, warna-warni Telaga Warna Puncak sepertinya lebih moody dan ngga ada yang tahu pasti kapan Telaga Warna Puncak akan menampakkan warna-warni indahnya.

Masyarakat setempat percaya kalo warna-warni yang muncul di Telaga Warna Dieng adalah pantulan batu permata kalung Sang Ratu yang jatuh berserakan di dasar telaga. Munculnya warna-warni Telaga Warna Puncak tidak disambut gembira karena itu adalah pertanda akan datangnya sebuah peristiwa besar, mungkin bencana alam atau gonjang-ganjing politik. Tapi kamu ngga usah kecewa kalo pas datang kesini Telaga Warna Puncak sedang ‘tenang’ dan ngga memancarkan warna apapun selain hijau lumut. Pemandangan sekitar Telaga Warna Puncak yang indah dan menenangkan hati akan membuatmu segar kembali sebelum kembali ke kota atau kampung halaman kamu, travelers.

Telaga Warna Puncak telah ditetapkan sebagai taman wisata hutan sejak 1997 dan menjadi rumah buat sejumlah spesies hewan dan flora. Berjalan-jalanlah ke dalam hutan di sekitar Telaga Warna Puncak dan kamu akan menemukan tanaman khas pegunungan seperti puspa, rotan, kihiur dan rame. Kalo lagi beruntung kamu juga bakal melihat lutung yang sekarang ini terancam akan punah, juga surili dan kera abu-abu. Menurut pengelola, hutan Telaga Warna Puncak juga jadi rumah buat beberapa ekor macan tutul dan babi hutan. Meski kelihatannya aman-aman aja, penting buatmu untuk tidak berjalan terlalu jauh ke dalam hutan atau melakukan hal-hal yang kurang pantas demi keselamatanmu sendiri.

Satu lagi mitos Telaga Warna Puncak yang diyakini masyarakat adalah sepasang ikan berwarna hitam dan kuning, yang masing-masing bernama si Tihul dan si Larung. Kedua ikan ini ngga jelas jenis kelaminnya apa dan sering berpindah tempat, travelers. Ada yang bilang kedua ikan ini kadang-kadang menyambangi sumber air Carongge di Cianjur, kadang juga terlihat di sekitar mata air Ciburial, Bogor. Bagaimana atau dengan cara apa mereka bisa sampai ke sana adalah sebuah pertanyaan yang ngga bisa dijawab dengan logika.

Cara mendatangi Telaga Warna Puncak juga gampang banget karena letaknya ngga jauh dari tepi Jalan Raya Puncak. Kalo naik kendaraan umum kamu cari aja bus umum jurusan Cianjur dan bilang ke abang sopir kalo kamu mau turun di Telaga Warna Puncak. Gampang banget ‘kan?

Kalo kamu tinggal di luar Jawa Barat dan pengen banget menyambangi Telaga Warna Puncak, kamu bisa naik pesawat dulu dari kotamu ke Bandara Suhat, Tangerang, travelers. Cek aja ketersediaan tiket pesawat ke Jakarta di Pegipegi dan kami akan mengurus semuanya spesial buat kamu.

(Visited 10,695 times, 4 visits today)

Comments

To Top