Destinasi

Tapak Tilas Kemerdekaan di 7 Tempat Bersejarah Jakarta Ini

Nggak terasa kemerdekaan Indonesia sudah berusia 72 tahun. Rasa terima kasih yang mendalam rasanya perlu kita sematkan kepada para pahlawan yang mampu membawa Indonesia merdeka.

Ada berbagai cara buat mengenang perjuangan mereka. Salah satunya dengan berwisata ke tempat-tempat sejarah. Jakarta sebagai pusat momen proklamasi saat itu menyimpan banyak jejak sejarah yang wajib kita ketahui.

Di setiap sudut, punya kisah yang berbeda. Tentu saja, semua mengerucut kepada momen puncak pada 17 Agustus 1945.

Nah, jika kamu sedang ada di Jakarta, yuk sempatkan bertapak tilas ke tujuh tempat bersejarah ini. Siapa tahu bisa menemukan inspirasi atau justru pengetahuan baru. Simak yuk!

Museum Kebangkitan Nasional

Foto: 60museumjakarta

Dibangun pada 1899, Museum Kebangkitan Nasional berdiri dibekas gedung sekolah School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), atau Sekolah Dokter Bumiputra. Di sinilah, para generasi pemersatu bangsa seperti Boedi Oetomo, Trikoro Dharmo hingga Ki Hadjar Dewantara mencari ilmu.

Museum yang satu ini sangat mudah ditemukan. Berdekatan dengan RSPAD Gatot Subroto, Museum Kebangkitan Nasional memiliki banyak sekali koleksi mulai dari ruang awal pergerakan nasional, ruang kesadaran nasional hingga ruang memorial Budi Utomo. Jadi, kalau kamu merasa kurang akrab dengan Sumpah Pemuda dan hari Kebangkitan Nasional, museum yang satu ini wajib kunjung banget!

Museum Sumpah Pemuda

Foto: 60museumjakarta

Jauh sebelum ada rencana perumusan proklamasi, para pemuda Indonesia bergerilya menyatukan visi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik. Cikal bakal kemerdekaan Indonesia pun hadir pada 27-28 saat Sumpah Pemuda diikrarkan.

Kini, riwayatnya bisa kamu kenang lengkap di Museum Sumpah Pemuda. Terletak di jalan Kramat Raya No. 106, Museum Sumpah Mudah masih berdiri kokoh lengkap dengan ruang pameran, seperti ruang kongres, ruang kepanduan hingga ruang IM dan PPPI yang penuh informasi sejarahnya.

Gedung Joang 45

Foto: bellazoditama

Awalnya, gedung ini merupakan sebuah hotel yang didirikan pada zaman penjajahan Belanda. Namun, sejak Jepang masuk ke Indonesia, Gedung Joang 45 beralih fungsi menjadi kantor Jawatan Propaganda Jepang. Di sini, para calon pemimpin Indonesia mendapatkan pendidikan politik dari Jepang.

Soal koleksi, Gedung Joang menawarkan koleksi benda peninggalan pejuang Indonesia. Mulai dari mobil resmi RI 1 dan RI 2 hingga banyak foto dokumentasi selama gedung digunakan oleh Belanda dan Jepang. Beberapa patung tokoh perjuangan juga hadir di gedung ini.

Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Foto: 60museumjakarta

Momen proklamasi kemerdekaan sudah bisa kamu rasakan di Museum Perumusan Naskah Proklamasi. Di sinilah, 72 tahun yang lalu, Soekarno, Mohammad Hatta, Soediro, B.M Diah dan Sayuti Melik sibuk merancang naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Rumah yang terletak di jalan Imam Bonjol No 1 ini dulu dihuni seorang laksamada Jepang, Tadashi Maeda, serta memiliki empat ruang penting. Di setiap ruangan, kamu bisa merasakan momen saat Soekarno dan Hatta memikirkan kata-kata hingga saat Sayuti Melik mengetik naskahnya.

Jalan Pegangsaan Timur No. 56

Foto: pecintawisata

Usai naskah proklamasi jadi dan ditandatangani, Soekarno langsung menunju kediamannya pada 17 Agustus 1945. Di jalan Pegangsaan Timur No. 56 inilah, proklamasi kemerdekaan dikumandangkan dengan hikmat dan lancar.

Diiringi lagu Indonesia Raya dari para hadirin, bendera Merah Putih yang dijahit sang istri, Fatmawati dengan gagah dikibarkan. Kini, nuansa proklamasi masih dapat kamu nikmati saat berkunjung ke sini maupun ke Tugu Proklamasi yang masih berada dalam satu komplek.

Lapangan Ikada (Gambir)

Usai momen proklamasi, perjuangan Indonesia mempertahankan kemerdekaan pun dimulai. Rapat Raksasa Lapangan Ikada pda 19 September 1945 adalah awal yang baru bagi bangsa Indonesia.

Di sini, mereka memperingati satu bulan proklamasi kemerdekaan Indonesia serta membulatkan tekat untuk menyambut kemerdekaan. Soekarno pun memberikan pidato pertama usai proklamasi di depan ribuan yang hadir di lapangan yang terletak di selatan Monas tersebut.

Monumen Nasional

Foto: pesona indonesia

Selain jadi ikon buat kota Jakarta, Monumen Nasional atau Monas juga jadi saksi sejarah paska proklamasi kemerdekaan. Menjulang tinggi 443 kaki, monumen ini diinisiasi oleh Presiden Soekarno untuk mengenang perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi.

Di pucuk, terdapat emas seberat 35 kilogram dengan cawan seberat 14,5 ton. Emas ini merupakan hibah dari seorang saudagar kaya asal Aceh kepada bangsa Indonesia.

Di dalamnya, kamu bisa menemukan banyak sekali koleksi ruangan bersejarah. Mulai dari ruang kemerdekaan hingga pelataran puncak di mana kamu bisa melihat Jakarta dari atas!

Mau berwisata ke tempat-tempat di atas? Sekalian liburan, deh! Jangan lupa pesan tiket pesawat murahkereta api dan cari hotel murah di Jakarta lewat Pegipegi. Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke Jakarta cari hotel murah lain di Jakarta  pesan tiket kereta api murah Jakarta

(Visited 186 times, 1 visits today)

Comments

To Top