Destinasi

Kemegahan istana raja di Taman Soekasada Ujung, Bali

Taman Soekasada Ujung Bali

Menawan. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan Taman Soekasada Ujung, sebuah peninggalan karajaan masa lampau di Bali. Arsitektur indah dengan dipadukan latar belakang pegunungan menghasilkan pemandangan luar biasa. Taman ini juga disebut The Water Palace karena merupakan tempat peristirahatan Raja Karangasem. Tak hanya itu, istana yang arsitektur bangunannya mengombinasikan nuansa Bali dan Eropa ini juga menjadi tempat menyambut tamu penting raja.

Taman Soekasada Ujung Bali

foto: newspembaharuindonesia.wordpress.com

Lokasi Taman Soekasada Ujung

Wisata ke sebuah taman memang tak begitu populer di Bali. Maklum, Pulau Seribu Pura ini kesohor dengan wisata alam seperti pantai dan pegunungan. Tapi jika traveler ingin menikmati suasana berbeda dengan mengagumi keindahan arsitektur bangunan tempo dulu, berkunjung ke Taman Soekasada Ujung boleh menjadi pilihan.

Taman Soekasada Ujung terletak di Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem. Lokasinya lumayan jauh dari pusat keramaian Bali. Dari Bandara Ngurah Rai traveler bisa melewati jalan bypass Jalan Ida Bagus Mantra yang menjadi penghubung Badung dengan Karangasem.

Butuh waktu tempuh sekitar dua jam dari bandara untuk tiba di Karangasem. Lumayan lama memang, tapi apa salahnya mengeluarkan usaha lebih untuk melihat istana cantik ini? Untuk urusan akomodasi travaler bisa menginap di kawasan Pantai Candidasa. Di sini beragam tipe penginapan tersedia karena merupakan salah satu pusat wisata di Karangasem.

Sejarah Taman Soekasada Ujung

Taman Soekasada dibangun di abad ke-19 Masehi oleh Raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik. Adalah arsitek asal Belanda Van den Hentz dan asal Tiongkok Loto Ang yang mendesain taman ini. Untuk mempertahankan rasa Bali, pembangunan ini ikut melibatkan seorang arsitek adat atau yang dikenal dengan sebutan undagi.

Setelah selesai dibangun pada 1921, Taman Soekasada diresmikan pada 1937. Namun, bangunan ini sempat hancur lantaran letusan Gunung Agung pada 1963 silam. Lalu pada 1976, Pulau Dewata dihujam gempa dan The Water Palace pun ikut porak-poranda. Kendati demikian, kesan megah dari bangunan ini tak pernah sirna.

Demi terus melestarikan warisan budaya, Pemerintah Karangasem memutuskan melakukan renovasi besar-besaran pada 2002 dan menelan biaya hingga 19 Miliar. Setelah melakukan pemugaran, Taman Soekasada menarik minat para pelancong yang berlibur di Bali.

Taman Soekasada memiliki beberapa bagian. Ada Balai Gili yang tampak menyerupai pulau kecil di tengah kolam yang dihubungkan dengan dua buah jembatan. Dulunya, bagian ini merupakan tempat istirahat keluarga raja. Pengunjung tetap bisa menikmati peninggalan kerajaan karena di sini bisa melihat tempat tidur raja serta foto-foto masa kejayaan Kerajaan Karangasem.

Selain itu, ada pula Balai Kambang yang terletak di bagian selatan kolam. Ini adalah tempat di mana raja melakukan pertemuan dan menjamu para tamu.

Masih ada dua bagian penting di taman ini, yakni Balai Lunjuk yang menjadi tempat raja memberikan petunjuk kepada abdi kerajaan. Lalu terakhir adalah Balai Kapal, pintu masuk utama ke Taman Soekasada Ujung. Dari ini, raja bisa memantau kapal-kapal yang memasuki Selat Lombok.

Puas menikmati kecantikan arsitektur taman, saatnya traveler berjalan menaiki anak tangga. Setelah melewati jalan yang lumayan curam, pelancong bakal dibuat kagum karena bisa dengan jelas melihat secara keseluruhan area bangunan Taman Soekasada dari ketinggian. Gabungan panorama laut serta gunung yang menjadi latar belakang membuat areal taman ini makin sedap dipandang mata.

Tak butuh biaya besar untuk menikmati keindahan Taman Soekasada, karena pengunjung hanya dikenakan tarif Rp 5.000. Kalau kamu ingin merasakan sensasi mengelilingi kolam, bisa menyewa perahu kecil yang dipatok seharga Rp 5.000. Nah, bagi traveler yang bosan dengan wisata pantai di Bali, berkunjung ke Taman Soekasada bisa dijadikan alternatif.

(Visited 721 times, 1 visits today)

Comments

To Top