Destinasi

Bali Bird Park, taman tropis asyik untuk wisata edukasi

Kakatua Bali Bird Park

Bosan dengan wisata yang mainstream, Pulau Dewata menawarkan Bali Bird Park sebagai alternatif untuk menghabiskan waktu berlibur. Tak hanya liburan, traveler bisa sekaligus belajar di tempat ini.

Kehadiran Bali Bird Park yang dibuka sejak 1995 lalu menambah daftar tempat wisata yang bisa kamu kunjungi di Bali. Berkunjung ke taman ini cocok bagi kamu pecinta burung atau bagi anak-anak bisa dijadikan wadah edukasi untuk lebih mencintai lingkungan.

Bali Bird Park

foto: bali-divine-island.blogspot.com

Lokasi Bali Bird Park

Traveler yang penasaran ingin melihat aneka burung di taman ini bisa menempuh perjalanan selama satu jam dari Bandara Ngurai Rai melewati jalan By Pass Prof Ida Bagus Mantra, dengan lokasi persisnya berada di Jalan Serma Cok Ngurah Gambir, Singapadu, Batubulan, Kabupaten Gianyar atau 12 km ke arah timur dari Denpasar.

Kamu nggak akan kesulitan menemukan tempat ini, terutama yang sudah sering ke Bali. Menuju ke Bali Bird Park searah dengan kawasan yang sudah terkenal, yakni desa kerajinan kayu dan patung Batubulan dan Celuk Gianyar Bali yang menjadi sentra kerajinan emas dan perak.

Bali Bird Park, rumahnya berbagai jenis Burung Langka

Bali Bird Park aka Taman Burung Bali dibuka pada Oktober 1995 dengan tujuan menjadi rumah bagi aneka spesies burung, termasuk yang dilindungi. Berdiri di atas lahan seluas dua hektar, Bali Bird Park menambah daftar wisata yang bisa kamu kunjungi di Bali. Jadi, traveler nggak akan bosan dengan hanya disuguhkan pemandangan pantai atau pegunungan yang indah saat plesiran ke Pulau Dewata, tapi juga melihat bagaimana aneka unggas unik hidup di alam terbuka.

Saat ini, Bali Bird Park menjadi rumah bagi sekitar 1.000 hewan unggas dari 250 species, baik dari lokal maupun mancanegara. Burung-burung cantik seperti cendrawasih, kaswari, pelican, bangau hingga kakak tua bisa kamu saksikan di sini. Koleksi burung dari luar negeri pun tak kalah cantik, taman ini memiliki Makawa Skarlet dan Hyacinth Macaw dari Amerika Selatan atau burung khas Afrika yang pandai meniru suara manusia, yakni beo abu-abu.

Koleksi burung di dalamnya diperlakukan dengan sangat baik, karena Bali Birk Park sengaja dibagi beberapa bagian sesuai dengan daerah burung berasal. Kondisi taman yang menyerupai habitat asli membuat aneka burung ini betah. Salah satu andalan Bali Bird Park yang selalu menjadi pusat atensi pengunjung adalah Jalak Bali, ikon Pulau Dewata yang berstatus hewan langka saat ini. Menurut sejarah, burung ini kali pertama ditemukan pada 1910 dan cuma bisa ada di hutan bagian barat Pulau Dewata.

Burung dengan nama ilmiah Leucopsar rothschildi ini merupakan jenis burung pengicau dengan ukuran tak terlalu besar, panjangnya sekitar 25 cm. Ciri-ciri fisik yang membuat Jalak Bali begitu eksotis adalah bulunya yang putih di hampir semua tubuh, kecuali pada ekor dan sayap yang memiliki warna kontras, hitam. Warna biru di bagan pipi serta abu-abu pada kaki menjadikan burung ini primadona di taman. Karena penampilannya yang begitu cantik, burung yang ditetapkan sebagai lambang fauna Bali sejak 1991 ini menjadi buruan kolektor untuk menjadikannya peliharaan di rumah.

Mengunjungi Bali Bird Park tidak sekadar menyaksikan aneka jenis burung, karena di sini pelancong bisa mendapat banyak pelajaran antara lain mengenai cara kembang biak, mulai dari bertelur sampai menetas dan membentuk burung cantik.

Meski Bali terkenal dengan cuaca panas, traveler nggak perlu khawatir kelelahan mengelilingi taman yang lumayan luas ini. Kehadiran telaga serta hutan di sekitar taman membuat perjalanan kamu tetap mengasyikan. Berkeliling menyusuri jalan setapak pun menjadi menyenangkan karena terus disuguhi keharmonisan aneka unggas dan lingkungan di sekitarnya.

Telaga dengan air mancur sebagai hiasannya dipercantik dengan dikelilingi tanaman serta berbagai hewan air seperti angsa hitam, pelikan dan flaminggo. Di bagian tengahnya, kamu bisa melihat tumbuhan yang didatangkan langsung dari Florida, Amerika Serikat, yaitu teratai raksasa Victoria.

Taman ini juga memiliki lebih dari 2.000 tanaman tropis, termasuk 50 jenis palem yang menjadi magnet untuk menarik kupu-kupu. Setelah lelah berjalan mengelilingi areal taman, saatnya beristirahat meregangkan otot-otot kaki. Sebagai salah satu wisata andalan, Bali Bird Park memiliki fasilitas mumpuni. Tersedia restoran dan kafe yang menjual aneka makanan dan minuman untuk menyegarkan kembali badan yang lelah.

Toko-toko yang menjual aneka souvenir berbentuk burung pun berjejer di sini. Dengan harga terjangkau, berbagai souvenir menjadi incaran favorit para pelancong, khususnya anak-anak.

Atraksi Menarik di Bali Bird Park

Dengan label salah satu taman burung terbesar di Indonesia, Bali Bird Park menawarkan berbagai atraksi menarik kepada pengunjungnya. Nggak hanya mengelilingi taman untuk melihat berbagai hewan unggas cantik, sejumlah kegiatan edukasi yang terjadwal setiap harinya bisa traveler dapatkan di sini.

Kakatua Bali Bird Park

Pengunjung berfoto bersama burung di Bali Bird Park. foto: mikabalitour.com

Selain menyaksikan perkembangbiakan burung seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu atraksi yang selalu dinanti wisatawan adalah Bali Rainforest, di sini kamu akan dibuat kagum bagaimana burung beo dan kakatua terbang bersamaan di langit yang sama.

Traveler yang ingin merasakan sensasi memberi makan aneka burung pun bisa dilakukan di Bali Bird Park. Dengan membawa mangkuk kecil berisi pakan, burung-burung cantik nan memesona akan dengan sendirinya menyambangi kamu untuk menghabiskan makanan yang disediakan. Melihat burung-burung cantik dengan lahap menghabiskan makanan yang disediakan dijamin bisa membantu menjernihkan pikiran.

Ingin bertemu bintang di taman ini? Bisa juga. Pihak pengelola menyediakan waktu supaya pengunjung bisa berinteraksi langsung bermain-main dengan para primadona Bali Bird Park termasuk Anna Maria, si kakatua kepala hitam, atau si cantik dengan pelatuk panjang, Wreathed Hornbill.

Dengan kokohnya mereka berdiri di tangan pengunjung, bahkan ada juga yang nangkring di pundak hingga kepala. Nggak perlu takut burung-burung menggemaskan ini bakal melukai kamu, karena mereka dibesarkan di taman ini sehingga sudah terbiasa dengan kontak manusia.

Kegiatan berinteraksi langsung dengan berbagai burung cantik membuat wisatawan tertarik mengabadikan momen ini dalam bidikan kamera. Jadi, bagi traveler yang berniat mengunjungi Bali Bird Park jangan lupa membawa kamera. Petugas di taman ini memberikan kesempatan kepada pelancong untuk berfoto dengan burung-burung cantik ini. Kamu juga akan dihibur dengan menonton film tentang burung dengan teknologi empat dimensi yang diputar setiap jam setiap harinya.

Oya, meski taman ini mayoritas diisi aneka unggas, kamu nggak hanya melihat berbagai jenis burung, di sini juga pelancong diberi kesempatan petugas memberi makan komodo, yang diadakan setiap Selasa dan Jumat.

Nah, next time jika kamu berkunjung ke Bali dan bosan dengan pantai, Bali Bird Park bisa jadi alternatif yang kece banget untuk dikunjungi bersama keluarga besar. Ponakan-ponakanmu pasti betah dengan berbagai satwa yang ada di Bali Bird Park. Rencanakan perjalananmu segera dengan memesan tiket pesawat murah dan booking hotel di pegipegi.com!

(Visited 894 times, 1 visits today)

Comments

To Top