User Review

Berendam di sumber air panas terpopuler di dunia

Indonesia merupakan salah satu negara yang punya banyak sumber air panas. Dan tahukah kamu, ternyata ada banyak sumber mata air panas atau hot spring di luar negeri yang sangat terkenal lho. Penataan yang begitu rapi, akses ke lokasi yang mudah dijangkau serta pemandangan di sekitar yang begitu cantik membuat spot-spot tersebut jadi buruan wisatawan dari berbagai negara. Nah kali ini, pegipegi mau ajak kamu untuk mengintip negara mana saja sih yang punya sumber air panas terkenal.

 

Blue Lagoon Spa, Islandia

Screenshot 2015-03-08 22.00.17

Foto :architectuul.com

Spa geotermal Blue Lagoon di Islandia ini termasuk salah satu daya tarik wisata paling populer di negara ini. Lokasi spa-nya terletak di sebuah area lava di Grindavik di atas semenanjung Reykjanes, atau di sebelah barat daya Islandia. Air hangatnya sangat kaya akan mineral silika dan sulfur sehingga banyak orang berduyun-duyun untuk mandi sambil mengobati berbagai macam penyakit kulit. Dengan suhu air berkisar antara 370C – 390C membuat kulit akan terasa nyaman saat berendam disana.

 

Kusatsu Hot Spring, Jepang

Screenshot 2015-03-08 22.05.07

Foto : www.tourism-review.com

Berjarak sekitar 200 km dari Tokyo, Kusatsu Hot Spring termasuk dalam 3 hot spring terbaik di Jepang dan berada di sebuah kota kecil dekat pegunungan. Disini pengunjung bisa menikmati kesegaran alam dan airnya setiap tahun. Meskipun populasi penduduknya hanya sekitar 7.000 orang, namun tempat ini bisa menyambut hingga 3 juta orang pertahun. Volume airnya sangat deras dan menurut penelitian, airnya dapat membunuh hampir semua bakteri dan mikroorganisme.

 

Pamukkale Spring, Turki

Screenshot 2015-03-08 23.01.35

Foto : cupomworld.com

 

Pamukkale dalam bahasa Turki berarti kastil kapas (Cotton Castle) dan merupakan situs alami di propinsi Denizli. Bentuknya sangat unik seperti kotak-kotak terasering dimana terasering ini terbuat dari travertine, yaitu sedimen batuan yang terbentuk karena air dari sumber air panas. Di tempat ini terdapat 17 hot spring dengan suhu rata-rata 350C – 1000C. Airnya berasal dari mata air yang ditransportasikan setinggi 320 meter hingga sampai pada teras-teras travertine. Kalau dilihat dari tempat yang tinggi, teras-teras hot spring ini pun terlihat begitu putih dan menarik. Cantik sekali.

 

Santa Teresa Thermal Pool, Peru

Screenshot 2015-03-08 23.03.11

Foto : cubadiscoverytours.com

Sumber air panas ini jadi salah satu spot terkenal di Peru yang dibangun di lereng gunung dekat Sungai Urubamba. Komplek air bersuhu panas ini punya 3 kolam dengan ukuran dan kedalaman berbeda dengan temperatur air berkisar antara 400C – 440C. Seperti halnya sumber air panas lain, tempat ini juga banyak dikunjungi karena airnya berkhasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit, nyeri tulang, dan rematik. Pada bagian bawah kolam juga terdapat pasir lembut dengan pemandangan bebatuan, pepohonan hijau dan pegunungan. Riak-riak air sungai membuat suasana alami begitu kental terasa.

 

Waimangu Thermal Valley, Selandia Baru

Screenshot 2015-03-08 23.05.18

Foto : eugene.kaspersky.com

 

Sistem hidrotermal ini terjadi karena letusan gunung berapi di Gunung Tarawera. Perluasan area disekitarnya sangat menarik perhatian, apalagi sejak ada Frying Pan Lake yang menjadi sumber panas terbesar di dunia dengan uap air berwarna biru pucat dari Inferno Crater Lake yang menjadi fitur geiser terbesar di dunia meskipun geisernya sendiri tidak dapat dilihat lagi. Kedepannya, fitur geotermalnya di bagian bawah lembah terdapat Marble Terrace dimana materialnya mirip dengan Pink and White Terrace serta multi-warna Warbrick Terrace.

 

Saturnia Thermal Springs, Italia

Screenshot 2015-03-08 23.09.25

Foto: glenysromeandbeyond.wordpress.com

Saturnia Thermal Springs menjadi daya tarik wisata populer di Italia karena pemandian air panas ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. Spot ini sudah dikenal sejak jaman Romawi dan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Orang Romawi juga membangun tempat ini sebagai tempat peristirahatan. Keberadaan Saturnia yang sudah ada sejak lama ini pun pernah menghadapi pasang-surut, termasuk saat terjangkitnya wabah malaria pada abad ke-18. Namun kini, banyak orang dari berbagai daerah dan negara berkunjung ke Saturnia Thermal Springs untuk bersantai dan mengobati penyakit kulit karena lumpurnya kaya akan mineral sulfur.

(Visited 673 times, 1 visits today)

Comments

To Top