Destinasi

Suku Baduy, Sarat Budaya dan Adat di Tengah Globalisasi

Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Bahkan di tengah era modern dan serba digital ini, masih ada suku yang memegang teguh adat istiadat seperti Suku Baduy. Masyarakat Suku Baduy juga disebut dengan nama Urang Kanekes, disesuaikan dengan tempat tinggal suku Baduy di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Lebak, Banten.

KELOMPOK SUKU BADUY

Foto: michaelksk94

Dengan jumlah populasi sekitar 26.000 jiwa, suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok, yakni Suku Baduy Dalam dan Suku Baduy Luar. Khusus Suku Baduy Dalam, kelompok ini masih sangat patuh dan menjalankan adat istiadat yang berlaku. Misalnya saja tidak menggunakan alat elektronik, transportasi kendaraan, hingga alas kaki.

Ciri khas dari Suku Baduy Dalam ini adalah mereka selalu berjalan kaki ke manapun mereka pergi. Pakaiannya juga mudah dikenali yakni putih dan biru tua, serta memakai ikat kepala berwarna putih. Sesekali masyarakat Suku Baduy Dalam terlihat di ibu kota, walaupun bisa dibilang sangat jarang bila dibandingkan dengan masyarakat Suku Baduy Luar.

Sedikit lebih modern dari Suku Baduy Dalam, Suku Baduy Luar telah mengenal teknologi dan ada yang sudah menggunakan telepon sebagai alat komunikasi. Mereka juga sudah menggunakan peralatan rumah tangga masa kini seperti kasur dan bantal untuk alas tidur, piring, serta gelas kaca dan alat plastik.

KEHIDUPAN DI RUMAH ADAT BADUY


Selain kebiasaan sehari-hari, adat istiadat Suku Baduy juga bisa dilihat dari bangunan rumahnya. Rumah di Suku Baduy hanya menghadap utara atau selatan saja. Ini dimaksudkan agar sinar matahari dapat menyinari bagian dalam rumah dengan baik.

Biasanya rumah Suku Baduy terdiri dari 3 ruangan, yakni ruang tamu sekaligus ruang tenun yang ada di depan, ruang tidur sekaligus ruang keluarga di bagian tengah, dan tempat memasak serta tempat menyimpan hasil ladang di bagian belakang. Seluruh lantai rumah dilapisi dengan anyaman bambu. Bagian atap rumah dibuat dari serat ijuk atau daun kelapa.

Perempuan Suku Baduy punya kebiasaan menenun dan hasil tenunannya bisa dilihat di pakaian adat Baduy untuk keseharian mereka. Kamu juga bisa membeli hasil tenun Suku Baduy saat berkunjung ke sini, lho. Bisa buat oleh-oleh atau dipakai sendiri, nih. Selain itu masyarakat Suku Baduy juga memanfaatkan kulit kayu pohon terep untuk dibuat tas yang dikenal dengan nama koja atau jarog.

AKSES MENUJU SUKU BADUY

Kalau kamu ingin melihat langsung wilayah Baduy, kamu bisa melalui jalan darat ke Terminal Ciboleger. Setelah dari terminal, kamu bisa berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar tiga menit menuju Kantor Desa Kanekes. Kamu bisa meminta izin terlebih dahulu untuk berkunjung ke wilayah Baduy. Ada juga jasa pemandu bila kamu membutuhkan panduan jalan. Untuk menuju desa terluar Baduy, perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam dengan jalanan yang mendaki dan menurun. So, kamu harus siap-siap badan yang fit ya!

Nah, jadi penasaran nggak nih pengin mengunjungi Baduy? Kamu bisa mulai cari di Pegipegi soal hotel murah di Serang, yang paling dekat ke Baduy. Selamat liburan!

cari hotel murah di serang

Foto utama: alicenotes22

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top