Event & Festival

Serunya Parade Barongsai Menyambut Imlek di Bali

IMG_7867

Salah satu hal yang paling ditunggu-tunggu saat perayaan Tahun Baru Imlek adalah parade Barongsay dan Naga, satu hari sebelum Imlek. Masih berdasarkan pengalaman pegipegi sata berkunjung ke Vihara Dharmayana, di jalan Blambangan, Kuta, simak cerita serunya berikut ini!

Seperti yang kita tahu, pada tanggal 8 Februari lalu, digelar perayaan Tahun Baru Imlek. Nah, sesuai tradisi yang ada, Vihara Dharmayana pun membuat parade Barongsay dan Naga sebagai bagian dari ritual tolak bala pada hari Minggu, 7 Februari 2016.

Sesaat sebelum parade dimulai, pegipegi sempat ngobrol dengan Ketua Banjar Dharma Semadhi, Kelurahan Kuta, Made Adi Dharmaja Kusuma. Menurut Made, parade akan menampilkan lima barongsai dan dua naga.

Persiapannya pun nggak main-main, sebanyak 45 remaja yang tergabung dalam Barongsai Pusaka Tantra Vihara Dharmayana Kuta berlatih keras sejak dua bulan lalu. Selain latihan rutin, hal ini dimaksudkan agar mereka tetap fokus, atraksi makin matang, serta menjaga kekompakan tim agar tampil maksimal.

Berhubung Imlek adalah perayaan istimewa, parade ini juga menampilkan satu barongsai yang dianggap sakral karena hanya dikeluarkan saat upacara besar. Sehari-harinya, barongsai sakral ini tersimpan rapi di dalam lemari kaca setinggi hampir satu meter dengan dupa-dupa di sekitarnya. Yap, tiap hari memang dilakukan pemujaan untuk barongsay sakral ini.

Bisa dibilang barongsai sakral yang dibuat di Semarang pada tahun 2002 ini dijadikan simbol pemujaan, seperti layaknya tradisi barong pada umat Hindu. Nggak heran, anggota kirab dan warga pun melakukan upacara persembahyangan mohon izin kepada Konco Tan Hu Cin Jin sebelum memakai barongsai sakral ini. Dan secara umum, barongsai dan naga dipercaya bisa menetralisir hal-hal negatif, karena merupakan tunggangan dewa dan dewi.

Sejak sore, Vihara Dharmayana mulai dipenuhi warga dan wisatawan yang antusias melihat parade. Nggak perlu menunggu lama, tepat pukul 17:00 wita, ritual tahunan yang juga menjadi tradisi leluhur ini digelar.

Dibuka dengan iring-iringan umat yang membawa sesajen khas Bali. Lalu tampil barongsai sakral di paling depan, diiringi empat barongsai pengiring serta dua naga. Sehari-harinya, empat barongsai ini dipakai untuk berbagai pentas dan perlombaan.

1

Iringan sesajen khas Bali menjadi pembuka parade

2

Rombongan barongsai diiringi ratusan warga dan wisatawan yang penasaran

Barongsai sakral dari Vihara Dharmayana Kuta

Barongsai sakral dari Vihara Dharmayana Kuta

Parade pun dimulai dari vihara melalui jalan Blambangan, lanjut ke jalan Kalianget, jalan Raya kuta, dan kembali ke vihara. Setiap melewati pertigaan dan perempatan iring-iringan barongsai dan naga melakukan atraksi serta persembahan sesajen. Hal ini dimaksudkan sebagai upacara tolak bala.

3

Atraksi barongsai di setiap pertigaan dan perempatan jalan

Peletakan sesajen dan doa tolak bala

Peletakan sesajen dan doa tolak bala

Yang paling seru, ketika rombongan barongsai berusaha mengambil angpao yang digantung warga di sepanjang jalan, terutama di depan tempat usaha mereka. Hal ini dimaksudkan agar rejeki mengalir dan usahanya sukses. Seru, kan!

Rombongan barongsai berusaha mengambil angpao yang digantung warga

Rombongan barongsai berusaha mengambil angpao yang digantung warga

Atraksi naga yang meliuk-liuk tampak nyata

Atraksi naga yang meliuk-liuk tampak nyata

Cari Pesawat ke Bali    Hotel Murah di Bali

(Visited 399 times, 1 visits today)

Comments

To Top