Berita

Seluk-Beluk Menarik Tradisi Belanja Lebaran di Indonesia

Tapi kali datang momen lebaran, ada satu tradisi yang nggak pernah hilang dari komunitas masyarakat Indonesia, berbelanja.

Mulai dari H-7 hingga H-1, masyarakat berbodong-bodong memadati berbagai pusat perbelanjaan. Mulai dari pakaian, sepatu, makanan hingga perangkat elektronik baru diborong agar dapat tampil anyar di hari Lebaran nanti.

Well, tradisi ini ternyata memiliki dasar yang kuat, lho. Dalam beberapa hadis Nabi dan atsar para ulama, mengenakan pakaian dan barang-barang baru merupakan sebuah sunah yang bernilai pahala tersendiri.

“Berpakaianlah sebaik mungkin di depan saudara dan saudarimu. Namun ketahuilah bahwasanya ini adalah pakaian orang yang tidak dapat bagian (di akhirat)” ucap Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Bukhori, 948 dan Muslim.

Dengan mengenakan pakaian baru di hari raya itu artinya kamu sangat bersyukur atas rezeki melimpah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa. Jadi, nggak mengherankan jika masyarakat Indonesia mau mengalokasikan pendapatannya lebih untuk berbelanja jelang Lebaran.

Variasi Tradisi Tiap Daerah

Kebudayaan yang beragam di Indonesia ternyata turut mempengaruhi tradisi berbelanja Lebaran, lho. Tiap daerah, dari Sabang hingga Merauke memiliki tradisi belanja Lebaran yang berbeda.

Jika main ke kawasan Pantai Utara Jawa, tepatnya di kota Brebes, kamu dapat menemukan tradisi belanja Lebaran Prepegan. Nah, ritual ini biasanya digelar dua hari jelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain kebutuhan Lebaran mulai dari ketupat, sembako hingga beragam bumbu, masyarakat turut membelanjakan dananya untuk peralatan ziarah sebut saja bunga dan daun pandan. Keduanya akan digunakan untuk bertamu ke makam para leluhur tepat di hari pertama Lebaran.

Selain di kota Brebes, tradisi belanja unik lainnya hadir di kota Probolinggo. Tepat tiga hari sebelum Lebaran tiba, ribuan warga Pulau Gili Ketapang berduyun-duyun meninggalkan tempat tinggal guna menuju pusat kota Probolinggo.

Dengan menggunakan puluhan kapal motor nelayan, mereka rela melintas lautan sejauh 8-10 kilometer guna berbelanja kebutuhan buat Lebaran. Tradisi ini dinamakan Toron Petolekoran oleh warga setempat.

Lebaran juga jadi momen yang menguntungkan bagi para penjual bunga hias. Di kota Kendal dan Semarang, masyarakat rela mengantri di pasar untuk memborong berbagai bunga hias jenis sedap malam untuk Lebaran.

Dengan harga Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per tangkai, mereka bakal rela antri dari pagi agar mendapatkan bunga sesuai harapan. Nantinya, bunga tersebut dipajang di ruang tamu saat hari raya tiba sebagai wewangian ruangan.

Nah, bagaimana dengan tradisi berbelanja di tempat tinggal kamu? Jika ingin merasakan tradisi di tempat-tempat lain, sekalian liburan, yuk! Jangan lupa untuk merencanakan liburan selanjutnya dengan pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto: Shutterstock

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top