Situasi Ramadan di tengah pandemi, sudah kedua kalinya dialami oleh masyarakat Indonesia. Karena pandemi juga, banyak hal-hal yang dibatasi demi menekan penyebaran virus COVID-19 lebih luas lagi. Salah satunya, adanya kebijakan larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia selama periode 6—17 Mei 2020. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang di atas, pada periode Ramadan 2021 ini, Pegipegi meluncurkan kampanye bertajuk #KebersamaanTanpaBatas sebagai upaya menjembatani kebersamaan tanpa harus dibatasi oleh ketidakpastian serta tetap aman melalui tiga pilar program; yaitu Flexible Ticket Booking dengan promo spesial dari Pegipegi, Safe Travel Feature, dan Promo Staycation.
Ryan Kartawidjaja, Head of Commercial Pegipegi mengatakan, “Kami menyadari dengan adanya kebijakan larangan mudik, maka tantangan mudik tahun ini tidak akan jauh berbeda seperti tahun lalu. Menyikapi hal tersebut, kami memiliki optimisme tinggi karena kami telah berhasil melewati tantangan tersebut, dan kami yakin dapat melewatinya kembali. Pegipegi akan terus berupaya untuk memberikan kemudahan akses perjalanan bagi setiap masyarakat Indonesia, salah satunya dengan program #KebersamaanTanpaBatas yang kami hadirkan bekerja sama dengan berbagai partner kami, baik hotel, flight, hingga partner bank. Tentunya, kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, agar tetap aman dan nyaman ketika bepergian.”

Jelang periode Ramadan 2021 ini tepatnya pada 25 Maret—1 April 2021, Pegipegi juga melakukan survei untuk mengetahui preferensi pulang kampung Lebaran 2021 masyarakat Indonesia. Survei ini diikuti oleh lebih dari 700 responden yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan, sebanyak 83,3% responden tidak pulang kampung pada tahun 2020 lalu. Sebelum adanya larangan mudik, sebanyak 72% responden berencana pulang kampung di tahun 2021 ini. Sedangkan 28% responden memutuskan tidak pulang kampung di tahun 2021 ini. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia ingin mudik pada periode Lebaran tahun ini, karena sebagian besar dari mereka tidak mudik pada Lebaran tahun 2020 lalu.
Priya Vohra, VP of Business Operations Pegipegi mengatakan, “Berdasarkan survei yang Pegipegi lakukan, kami melihat masih ada keinginan masyarakat untuk pulang kampung tahun ini. Namun, karena pandemi ada beberapa hal yang dibatasi sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus COVID-19 lebih luas lagi. Untuk menjawab hal itu, Pegipegi ingin menjembatani kebutuhan masyarakat dan sekaligus mendukung kebijakan dari pemerintah melalui kampanye #KebersamaanTanpaBatas. Dalam kampanye ini, masyarakat bisa melakukan pemesanan tiket untuk keberangkatan yang fleksibel, baik kini atau nanti, dengan harga terjangkau menggunakan promo KURMA (Kejar Untung Ramadan) yang menyediakan diskon hingga 50% dan tambahan diskon dari partner bank kami hingga Rp550.000 untuk semua produk Pegipegi. Kami turut menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat selama bepergian dengan memanfaatkan fitur Pegipegi Travel Protection, Clean & Safe Stay, dan juga gratis Rapid Test Antigen untuk berbagai penerbangan. Sementara bagi masyarakat yang tidak pulang kampung, kami memberikan alternatif untuk tetap dapat menikmati momen bersama keluarga dengan staycation di hotel favorit. Hal ini sejalan dengan hasil survei preferensi traveling saat Lebaran yang menunjukkan bahwa sebanyak 69% masyarakat berencana untuk staycation pada saat Lebaran, dan 28% masyarakat ingin melakukan staycation di luar kota namun masih dekat dengan kota tempat tinggal”.

Berdasarkan hasil survei, diketahui juga faktor-faktor yang memengaruhi responden memutuskan tidak pulang kampung. Di antaranya, 77% responden merasa khawatir tertular virus COVID-19 ketika bepergian, 61% responden khawatir membawa virus COVID-19 ke keluarga, 45% responden belum mendapatkan vaksinasi, 40% responden khawatir daerah tujuannya termasuk dalam Zona Merah COVID-19, dan 38% responden karena harga tiket relatif masih mahal.
Hasil survei juga menunjukkan bahwa ada 10 kota yang menjadi tujuan favorit Lebaran, jika pulang kampung diperbolehkan. Yaitu sebagai berikut:
- Yogyakarta
- Surabaya
- Jabodetabek
- Medan
- Semarang
- Bandung
- Padang
- Malang
- Purwokerto
- Solo
Melakukan perjalanan di tengah pandemi memang perlu menyiapkan strategi tersendiri untuk menghindari hal-hal yang tidak pasti, seperti pembatalan jadwal penerbangan terkait kebijakan pemerintah, maupun hal-hal di luar dugaan lainnya. Berdasarkan survei yang Pegipegi lakukan, preferensi utama masyarakat saat membeli tiket perjalanan di tengah pandemi di antaranya yaitu memilih tiket dengan harga promo (92%), tiket yang refundable (90%), tiket yang bisa di-reschedule (87%), dan penambahan proteksi perjalanan atau asuransi (47%).
Pemberlakukan larangan mudik tentunya juga berpengaruh terhadap industri penerbangan di Indonesia. Asa Perkasa, Regional CEO Jakarta Raya Region, Garuda Indonesia mengatakan, “Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait pengendalian transportasi selama periode Mudik Lebaran 2021 yang berlaku mulai tanggal 6—17 Mei 2021 mendatang. Sebagai bentuk komitmen dari Manajemen Garuda Indonesia untuk turut berperan aktif dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, adalah dengan memastikan ketersediaan konektivitas udara bagi masyarakat yang harus melakukan perjalanan dalam periode tersebut, atau masyarakat yang termasuk dalam kategori dikecualikan dari ketentuan larangan mudik; yang tentunya dengan tetap mengacu pada syarat perjalanan dan regulasi yang berlaku. Manajemen Garuda Indonesia, juga berkomitmen untuk terus hadir mendukung pemenuhan kebutuhan distribusi logistik yang kami proyeksikan akan meningkat secara signifikan jelang perayaan Idul Fitri mendatang, dimana preferensi kebutuhan masyarakat dalam mengirimkan barang sebagai sarana silaturahmi akan semakin meningkat. Kami percaya, upaya pemulihan ekonomi nasional tidak akan berlangsung optimal tanpa adanya langkah tegas pemerintah dalam percepatan penanganan pandemi yang perlu didukung partisipasi aktif masyarakat guna meminimalisir resiko penyebaran. Oleh karena itu, kami berharap ketentuan larangan mudik ini dapat kita maknai sebagai upaya pencegahan penularan serta akselerasi pemulihan yang lebih luas, selaras dengan momentum vaksinasi nasional yang telah dilaksanakan pemerintah sejak awal tahun 2021.”
Kebijakan larangan mudik ini juga diprediksi akan dapat meningkatkan tren staycation sebagai alternatif masyarakat yang tidak mudik pada periode Lebaran. Alice Sulistyawati, Corporate Director of Sales Tauzia Hotel Management Indonesia mengatakan, “Ramadan dan Lebaran merupakan momen yang spesial bagi masyarakat Indonesia, terutama bagi mereka yang merayakannya. Kebijakan larangan mudik untuk kedua kalinya ini pasti menimbulkan kekecewaan tersendiri. Namun, bagi masyarakat yang tidak mudik, tetap dapat menikmati waktu kebersamaan berkualitas bersama keluarga dengan staycation di hotel favorit. Saat ini pemesanan hotel pada periode Lebaran sudah mulai terlihat ada kenaikan sebanyak 30% dari periode new normal selama pandemi.”
Masyarakat saat ini juga sudah dapat menyesuaikan diri terhadap situasi pandemi dengan lebih mengedepankan protokol kesehatan ketika bepergian. Hal ini diperkuat dengan persiapan yang perlu dilakukan jika ingin pulang kampung di tengah pandemi, di antaranya adalah membawa safety kit seperti masker, hand sanitizer, sabun cuci tangan, dan lain-lain (99%), mengecek kesehatan untuk memastikan keamanan ketika pulang kampung (93%), berusaha menjaga jarak dan menghindari kerumunan (92%), dan membawa peralatan makan serta ibadah pribadi (61%).