Rekomendasi

Rekomendasi Honeymoon Sempurna untuk Pasangan Petualang

Jika kamu cinta pasanganmu, tentu saja kamu akan melakukan segala hal betapapun sulitnya untuk selalu berada di dekatnya bukan? Sama halnya jika kamu cinta Indonesia, kamu akan tetap bersemangat menjelajahi setiap penjuru nusantara, walaupun sulit. Lalu bagaimana jika kamu dan pasanganmu adalah dua petualang yang mencintai Indonesia? Well, tidak diragukan lagi, kalian akan selalu bersemangat menapaki seluruh bumi nusantara ini dalam perjalanan romantis yang super seru! Nggak usah bingung mau kemana, karena Pegipegi punya rekomendasi tempat honeymoon yang dijamin menantang jiwa petualanganmu dan pasanganmu. Simak deh:

Berkemah dan Berselancar di G-Land

pantai plengkung g-land

Jika kamu dan pasangan menggemari olahraga selancar, G-Land akan menjadi tempat yang tepat. Pantai yang berada di dalam Taman Nasional Alas Purwo memiliki karakter ombak yang tinggi dan stabil, sehingga ideal untuk berselancar. Ombak yang menantang inilah yang sangat disukai para surfer, dan mereka-pun menjulukinya dengan sebutan The Seven Giant Waves Wonder. Kita boleh bangga karena memiliki spot selancar yang sebanding dengan Hawaii. Walaupun demikian, tidak seperti Hawaii yang sepanjang tahun ombaknya memadai untuk berselancar, musim berselancar di G-Land hanya pada bulan April hingga September.

Tidak suka selancar? Nggak masalah. G-Land tetap menawarkan pemandangan pantai yang sangat cantik memukau dengan air berwarna biru kehijauan. Pantainya masih asri, seolah tidak tersentuh, dengan pasir bulat-bulat seperti merica yang membuat kaki tenggelam ketika diinjak. Bonusnya, kamu bisa melihat langsung habitat burung merak di alam liar, unggas cantik yang biasanya hanya bisa kita lihat di kebun binatang. Oh ya, G-Land juga dikenal dengan sunset-nya yang indah, karena posisi pantai yang menghadap ke barat.

Bagaimana dengan akomodasi? Di G-Land terdapat dua surf camp yang populer di kalangan wisatawan mancanegara. Untuk menginap, kamu akan dikenakan tarif dalam dolar. Mau yang lebih seru dan menantang? Kenapa tidak coba berkemah berdua di tepi pantai? Bonusnya, kamu bisa menikmati indahnya bintang gemerlapan di malam hari berdua saja, tanpa ada yang menggangu.

Berlayar di Perairan Pulau Komodo dan Lombok

kapal phinisi

Kamu pasti sudah dengar dong bagaimana cantiknya Pulau Komodo dan Lombok? Bagaimana jika kamu dan pasangan mencoba berbulan madu dengan berlayar mengarungi perairan di sekitarnya? Berlayar selama enam hari di Pulau Komodo pastinya menjadi pengalaman tak terlupakan buat kalian berdua. Tidak hanya melihat komodo dari langsung dihabitatnya, kalian juga bisa melihat menikmati kecantikan Pink Beach dan mencoba snorkeling di beberapa pulaunya. Seru!

Untuk berlayar mengarungi perairan Pulau Komodo, perjalanan dimulai di Labuan Lombok dengan kapal. Kamu bisa memilih berbagai jenis kapal, tentunya dengan fasilitas dan harga yang berbeda. Jika ingin merasakan pengalaman yang unik, bisa mencoba kapal Phinisi, yaitu kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis. Kapal ini memiliki fasilitas lengkap layaknya hotel berbintang. Selain itu ada kapal yang lebih sederhana, yang diperuntukkan untuk backpacker.

Setelah kapal mengangkat sauh, spot pertama yang akan kamu singgahi adalah Gili Bola. Disini kamu bisa snorkeling dan menikmati pemandangan bawah laut yang cantik. Menjelang sunset, kapal akan singgah di Gili Kramat untuk bersandar, sementara penumpangnya tidur. Menurut cerita setempat, Gili Kramat hanya dihuni oleh seorang nenek dan kucingnya. Traveler yang datang kesini mengaku pernah melihat si kucing, walaupun tidak bertemu dengan nenek tersebut. Di Gili Kramat inilah kamu dan pasangan akan menikmati sunset pertama yang indah.

Keesokan harinya, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Moyo, dengan perairan biru jernih, pasir putih dan tentu saja, air terjun cermin yang cantik! Air terjun ini berada di tengah hutan, dan kamu serta pasangan bisa memanfaatkannya untuk mandi air tawar yang sangat menyegarkan. Di Pulau Moyo ini juga ada aktifitas snorkeling, sementara kamu dan pasangan menikmati keindahan alam Indonesia Timur yang kaya.

Dari Pulau Moyo, perjalanan dilanjutkan ke Pulau Satonda. Di Pulau Satonda ini ada sebuah danau unik, yaitu danau air asin yang terbentuk karena letusan Gunung Tambora. Konon di sini ada sebuah pohon bernama kalibuda yang apabila menggantungkan keinginan kita dengan batu atau karang, maka keinginan kita akan terkabul. Dari Pulau Satonda ini perjalanan akan dilanjutkan ke Gili Laba.

pink beach pulau komodo

Di Gili Laba, kamu dan pasangan akan melakukan short trekking menuju puncak bukit, dimanakeindahan Pulau Komodo dan sekitarnya bisa terlihat jelas. Namun puncaknya perjalanan akan kamu rasakan ketika melanjutkan perjalanan ke Pink Beach, pantai berpasir pink. Di sinilah spot snorkeling paling bagus bisa kamu nikmati. Tidak jauh dari bibir pantai, kamu bisa menikmati warna-warni keragaman biota laut yang tidak akan kamu temukan dimanapun. Perjalanan melihat komodo di alam bebas dilakukan setelahnya, sebelum kapal membawamu ke Labuan Bajo untuk pulang ke kota asalmu.

Mendaki dan Menikmati Panorama Gunung Rinjani

rinjani dan danau segara anak

Gunung Rinjani adalah gunung yang berada di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan merupakan gunung berapi kedua tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726m dpl. Gunung Rinjani  menjadi gunung favorit bagi para pendaki Indonesia karena keindahan pemandangannya, dan mungkin bisa jadi favorit barumu dan pasangan untuk melakukan perjalanan bulan madu yang penuh petualangan.

Bagi kamu dan pasangan yang gemar bertualang, puncak Gunung Rinjani menyajikan panorama alam yang spektakuler. Selain itu, medan yang menantang adalah daya tarik utama bagi para pendaki gunung. Selain itu, di kawasan ini juga terdapat Danau Segara Anak, sumber air panas berikut air terjunnya yang indah dan eksotis. Di sini kamu juga akan menemukan beragam flora dan fauna yang tidak dapat ditemukan di tempat lainnya.

Untuk mendaki Gunung Rinjani, ada dua rute resmi yang telah ditetapkan oleh pengelola Taman Nasional Rinjani, yakni rute Lawang Senaru dan Lawang Sembalun. Rute kedua adalah rute favorit para pendaki karena jaraknya lebih dekat dengan puncak.

Perjalanan ke puncak Gunung Rinjani memakan waktu kurang lebih 3 jam pendakian. Adrenalinmu dan pasangan akan diuji melalui perjalanan menuju puncak yang berat dan cukup berbahaya, melalui padang pasir, kawah, dan jurang yang seolah tanpa dasar. Namun semuanya akan terbayar setelah kalian sampai di puncak Gunung Rinjani. Kalian akan disuguhi pemandangan yang sangat menakjubkan, yaitu alam pulau Lombok dari atas. Dari puncak, kalian akan diarahkan kembali menuju Pelawangan Sembalun untuk turun ke Desa Sembalun.

Dalam perjalanan, kamu akan menemukan pemandangan Danau Segara Anak yang, merupakan salah satu lokasi favorit di Rinjani. Tak hanya menawarkan suasananya yang hening, danau ini menyajikan panorama alamnya yang mengagumkan. Suasana romantis bisa kamu nikmati bersama pasangan di danau ini, dan kalian bisa menikmati sajian ikan bakar nikmat yang ditangkap langsung dari danau.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk mendaki Rinjani? Bulan Juli hingga Agustus adalah musim terbaik untuk mendaki Rinjani. Pada waktu tersebut, kamu dan pasangan akan mendapat banyak teman sesama pendaki yang membuat suasana pendakian semakin meriah.

Panjat Tebing di Pantai Siung Gunung Kidul

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Pantai-pantai di wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul memang eksotis dan indah. Perairan biru jernih dan batu karang yang menjulang menjadi ciri khasnya. Salah satu pantai terindahnya adalah Pantai Siung, pantai cantik berpasir putih yang memiliki banyak tebing dan karang raksasa.

Istimewanya, tebing karang di Pantai Siung memiliki 250 jalur pemanjatan, juga tempat tepat untuk menikmati panorama pantai, sangat cocok untuk menjadi tempat bulan madu romantis bagi pasangan petualang seperti kamu dan pasanganmu.

Tebing-tebing di Pantai Siung mememiliki karakter yang bervariasi. Karakter-karakter ini terbagi menjadi beberapa blok, yaitu untuk pemanjat artificial, aid climbing, dan free climbing. Kamu dan pasangan bisa menggunakan jalur Kuda Laut yang terkenal dengan pemandangan yang indah. Dijamin, rasa letih saat memanjat tebing ini terasa hilang setelah mendapatkan pemandangan memukau yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Pantai Siung memiliki fasilitas yang mendukung kegiatan panjat tebing, diantaranyaground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, kamu bisa mendirikan tenda dan akan ada acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat mendirikan tenda hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp.

Pantai Siung yang berada di Gunung Kidul jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan.

(Visited 1,250 times, 1 visits today)

Comments

1 Comment

Comments

To Top