Destinasi

Rayakan Paskah dengan Wisata Rohani

easter 2 voa

Merayakan Paskah akan jadi lebih berwarna dengan melakukan wisata rohani ke lokasi yang biasa mengadakan upacara keagamaan. Mengingat Paskah sebagai  hari raya keagamaan paling agung bagi penganut Nasrani, memperingati kebangkitan Yesus Kristus akan lebih bermakna dengan wisata rohani.

Paskah adalah salah satu hari raya umat Kristen yang tanggalnya berubah-ubah. Pada umumnya sih, perayaan Paskah selalu identik dengan Telur dan Kelinci Paskah. Perayaan Kebangkitan Yesus Kristus pada hari ketiga setelah Dia disalibkan ini, biasanya berlangsung pada Maret dan April.

Beberapa tempat di Indonesia menyuguhkan perayaan Paskah yang cukup unik. Yuk kita intip perayaan-perayaan itu:

Semana Santa

semana santa

Semana Santa atau berarti Pekan Suci, adalah bentuk perayaan Paskah di Larantuka, Flores Timur. Dirayakan selama empat hari berturut-turut, perayaan ini dimulai pada hari Kamis Putih dan berakhir pada hari Minggu Paskah. Sementara prosesi puncak berlangsung di Jumat Agung atau biasa disebut Sesta Vera.

Ada satu ritual yang tidak bisa ditinggal dalam perayaan ini. Jemaat menjalani proses Tikam Turo yang berlangsung pada sore hari di Kamis Putih. Ini dilakukan untuk mempersiapkan jalur ritual yang akan dilalui sepanjang tujuh kilometer. Nyala lilin di sepanjang jalur ritual, makin menambah indahnya perayaan. Selain itu, tidak ketinggalan patung Perawan Maria yang biasa disebut oleh penduduk lokal sebagai Tuan Ma. Patung itu akan dimandikan dan dikenakan pakaian berkabung berwarna hitam, ungu serta jubah biru. Ritual dilanjutkan pada Jumat Agung, di mana prosesi diisi dengan pengusungan tubuh Yesus Kristus. Sementara ritual Sabtu Suci dan Minggu Paskah menyusul di hari berikutnya.

Kure
Lain cerita mengenai tradisi Paskah di Kote, Kecamatan Noemuti, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Masyarakat kota ini memiliki tradisi Paskah yang disebut Kure. Berasal dari bahasa Latin, Kure berarti berdoa sambil mengunjungi keluarga yang menerima Katolik.

Hampir mirip dengan tradisi Semana Santa, tradisi Kure diawali dengan membersihkan patung  Yesus dan Maria yang dibawa oleh bangsa Portugis. Kemudian, warga setempat memberikan persembahan berupa uang, buah-buahan, sayuran bahkan sirih dan pinang. Pada saatnya persembahan ini dibagikan kepada peziarah dan pengunjung yang menghadiri ritual menarik ini.

Memento Mori
Umat Kristen di Kalimantan Tengah juga memiliki tradisi menarik dalam merayakan Paskah. Mereka merayakan hari suci ini dengan menyalakan lilin dan menaburkan bunga di atas makam. Ritual ini dilakukan pada malam Paskah atau Sabtu Suci, Peziarah akan berkumpul di makam tersebut hingga Subuh di Minggu Paskah. Kemudian, ritual berlanjut dengan dilakukan kebaktian di tenda-tenda yang sudah disediakan oleh gereja berdekatan dengan makam. Ada satu yang menari dari Memento Mori. Tradisi ini memiliki arti “Ingatlah akan kematian”. Kalimat itu menunjukkan makna filosofis dari tradisi perayaan Paskah yang unik tersebut.

Bukit Doa Pinaling

bukit doa pindaling

Bagi beberapa orang, wisata religi bisa menikmati lokasi seperti Vatikan atau bahkan Israel. Tidak perlu jauh-jauh. Di Indonesia juga ada beberapa tempat di Sulawesi Utara yang menarik perhatian. Salah satu yang bisa direkomendasikan adalah Bukit Doa Pinaling. Berada sekira satu kilometer dari Desa Pinaling, Kecamatan Amurang dan sekira lima kilometer dari Tumpaan, Manado, wisata religi di wilayah ini tidak kalah menariknya dengan Vatikan dan Israel.

Momen Paskah bisa diisi dengan berdoa di Bukit Doa Pinaling ini. Fasilitas yang gratis serta suasana yang khusyuk bisa menambah lebih perayaan Paskah.

Paskah di Glodogan Dihiasi Karnaval

glodogan

Perayaan Paskah nan unik berlangsung di wilayah Glodogan, Kecamatan Bawean, Semarang. Gereja Santa Maria Asumpta menggelar Karnaval Paskah.Pada 2013 lalu, kegiatan ini digelar selama tiga hari dimulai sejak Jumat hingga Minggu. Tema yang diangkat saat itu sangat menarik, yakni “Banyak anggota tetapi tetap satu tubuh”. Uniknya, perayaan Paskah di Glodogan ini tidak dinikmati oleh umat Katolik tetapi juga warga non-Katolik. Sementara karnaval ini pun menyuguhkan kesenian daerah, makanan khas daerah demi merayakan Paskah dengan rasa gembira dan tanpa kekhawatiran.Direncanakan, agenda Karnaval Paskah ini akan dirayakan tahunan. Tentunya perayaan kali ini diharapkan bisa lebih meriah.

(Visited 523 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top