Destinasi

Rasa Belanda Di Sawahlunto

Sawahlunto2

Selama ini, sebagian besar turis mungkin hanya mengenal Padang dan Bukittinggi sebagai daerah wisata Sumatera Barat. Tapi, kalau kamu punya kesempatan mengunjungi Sumatera Barat, coba deh ke kota yang popularitasnya tengah menanjak ini: Sawahlunto.

Terletak 95 kilometer sebelah timur laut Kota Padang, atau kira-kira 2 jam perjalanan menggunakan mobil, dulu Sawahlunto adalah kota pertambangan batu bara. Tapi, ketika industri pertambangan sudah habis, kota ini nyaris menjadi kota mati atau kota hantu. Sawahlunto menjadi sepi karena sebagian penduduk pindah ke kota lain untuk mencari nafkah yang lebih baik.

Tapi, kini Sawahlunto kembali menarik perhatian turis setelah pemerintah kota menyulap bangunan dan fasilitas bekas pertambangan menjadi obyek wisata, seperti lubang tambang atau bekas kereta pengangkut batu bara. Untuk menambah kesan kota tua, sebagian besar bangunan di kota ini masih mempertahankan arsitektur zaman Kolonial Belanda, termasuk rumah-rumah warga yang banyak dijadikan homestay atau penginapan sederhana untuk turis.

Perjalanan menuju Sawahlunto tidak terlau sulit. Setelah sampai di Minangkabau International Airport, sekitar 23 kilometer dari Padang, kamu bisa menggunakan angkutan umum berupa minibus yang setiap jamnya berangkat dari Simpang Haru Padang. Ongkosnya cukup Rp20.000 untuk dua jam perjalanan.

Atau kalau kamu datang dengan rombongan, kamu bisa menyewa mobil dengan biaya Rp550.000 per hari, sudah termasuk supir dan biaya bensin.

mbah suro

Kalau kamu sudah sampai di Sawahlunto, pastikan kamu tidak melewatkan tempat wisata lubang tambang Mbah Soero, bekas tambang yang pertama kali dibuka tahun 1898 silam. Dulu, tempat ini penuh dengan tahanan-tahanan dari Jawa, Bali dan Sulawesi yang menjadi pekerja paksa dengan rantai mengikat kaki mereka.

Lubang tambang ini sempat ditutup tahun 1932 dan nyaris terlupakan selama 75 tahun berikutnya. Tapi, sejak dibuka kembali pada tahun 2007 sebagai tempat wisata, lubang tambang Mbah Soero hampir selalu dipenuhi pengunjung. Kalau kamu mau tahu lebih banyak soal sejarah tambang ini, kamu tinggal kunjungi galeri informasi yang ada di dekat tambang.

museum gudang ransum

Tidak jauh dari lubang tambang, ada tempat wisata lain yang juga wajib masuk dalam agenda perjalanan kamu: Museum Goedang Ransum. Tempat ini dulunya adalah dapur umum besar yang dibangun pemerintah Kolonial Belanda untuk menyuplai makanan pekerja tambang. Kamu masih bisa melihat panci-panci besar dan kompor batu bara yang digunakan untuk memasak makanan di masa itu.

Sekitar 500 meter dari tempat itu, kamu akan menemukan obyek wisata menarik lainnya, yaitu Museum Kereta Api.  Jangan salah, kamu bukan hanya mendapat informasi tentang sejarah distribusi batu bara, tapi kamu juga bisa menaiki Mak Itam, kereta uap legendaris yang selalu terparkir di garasi museum, untuk perjalanan singkat ke Muaro Kalaban. Ongkosnya juga tidak terlalu mahal, yaitu Rp15.000 per orang. Tapi, kalau kamu ingin menyewa satu kereta untuk perjalanan satu rombongan, kamu harus merogoh kocek hingga Rp3,5 juta.

kereta mak itam

Untuk penginapan, Sawahlunto hanya punya 2 hotel berbintang. Selebihnya, Sawahlunto menawarkan rumah-rumah warganya sebagai tempat menginap, karena sebagian besar turis memang memilih tinggal di homestay supaya bisa lebih dekat dengan budaya lokal. Saat ini Sawahlunto memliki 53 homestay dengan kapasitas 116 kamar yang terawat dengan baik. Konon, kota ini punya homestay terbaik di Indonesia lho! Tidak heran Sawahlunto jadi tuan rumah The International Homestay Promotional Fair 2013 awal Juni lalu.

Nah, kalau kamu mencari suvenir khas Sawahlunto, kamu tinggal mampir ke Rumah Pek Sin Kek. Rumah ini dulunya adalah milik pedagang sukses keturunan Tionghoa Pek Sin Kek. Sebelumnya, bangunan ini pernah dijadikan gedung teater, pabrik es sampai gedung Perhimpunan Masyarakat Melayu. Tapi, sekarang rumah ini dibeli dan dihuni oleh keturunan Pek Sin Kek yang menyulapnya menjadi toko suvenir.

Untuk informasi penginapan di kota-kota lain di Sumatera Barat, langsung saja cari di sini ya!

(Visited 567 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top