Berita

Ranger Komodo di Pulau Rinca: Bukan Sekedar Pelindung Wisatawan

“Selamat datang di Pulau Rinca, kakak-kakak sekalian. Perkenalkan saya Asmul yang siap mengantarkan kalian buat menjelajah hari ini”

Ucapan tersebut terlontar hangat dari bibir seorang ranger kala tim Pegipegi menyambangi Pulau Rinca beberapa waktu yang lalu. Pembawaan yang sederhana dan ramah dari Asmul membuat perjalanan menelusuri jejak komodo di Pulau Rinca terasa lebih nyaman dan aman di tengah cuaca yang terik.

Meski baru tiga bulan menjabat sebagai seorang ranger, Asmul terlihat sangat akrab dengan kawasan konservasi komodo ini. Selain mengemban tanggung jawab untuk menjaga keselamatan para pengunjung dan komodo, Asmul juga memiliki kewajiban untuk memberikan informasi lengkap tentang komodo dan seluk-beluknya kepada para wisatawan.

Bermodalkan topi bundar dengan tongkat kayu sebagai alat penghalau komodo, ranger yang masih berusia 19 tahun ini pun nggak segan melepas humor-humor segar di tengah terik matahari khas Pulau Rinca.

“Itu, kakaknya, coba sapa komodo-nya! Dia suka narsis, kok” lontar Asmul yang disambut tawa beberapa turis di sekelilingnya.

Mungkin, menjadi seorang ranger di Taman Nasional Komodo bukan cita-cita yang dinginkan oleh Asmul. Namun, karena sejak kecil hidup di Pulau Rinca, ia justru sangat tertarik untuk menggali lebih dalam tentang komodo dan ingin menyebarkan ilmu yang didapat kepada dunia luas.

Membuka jaringan pertemanan dan wawasan dengan turis lokal maupun mancanegara pun menjadi salah satu alasan ia mengemban tugas sebagai seorang ranger. “Saya suka dengan pekerjaan ini karena ilmunya, sih. Dengan ilmu ini, saya dapat berkenalan dengan banyak orang, baik dalam negeri dan luar negeri. Itu yang menjadi suka dari profesi saya ini” ungkapnya.

“Semakin banyak turis yang datang, semakin luas wawasan kita sebagai seorang ranger. Apalagi, saya adalah warga asli dari Pulau Rinca. Jadi, nyaman saja kerja di tempat sendiri” tambah Asmul.

Tentu saja, setiap profesi memiliki resikonya. Mengingat tugasnya mengawasi para turis dan melindungi komodo yang ada, taruhan nyawa adalah konsekuensi pekerjaan yang Asmul lakukan sekarang.

Apalagi faktanya, ia mengaku nggak mendapatkan pelatihan khusus untuk mengatasi serangan komodo. Hanya ilmu dari para senior yang menjadi bekal Asmul selama menjalankan tugas sebagai seorang ranger di Pulau Rinca.

Rasa lelah bukan lagi hal yang perlu dipertimbangkan kala mengambil tugas sebagai ranger. Karena, menurut Asmul, komitmen untuk menjaga keselamatan para turis dan melindungi kawasan konservasi ini adalah hal yang paten dalam hidupnya.

“Dari jam enam pagi hingga jam lima sore tanpa ada istirahat, kita harus tetap berjaga di sini. Namun, yang lebih berat adalah pertanggungjawaban yang kita harus emban. Karena, kalau terjadi apa-apa, yang disorot pertama kali adalah ranger-nya” tuturnya.

Pada akhirnya, kepuasaan dari para turis sudah cukup mengobati rasa lelah Asmul yang seharian harus bertugas di Pulau Rinca. Karena, menurut Asmul, gelak tawa dan senyum dari para turis adalah barometer kesuksesan kinerja dirinya.

“Dari pribadi saya, tawa mereka yang muncul dari humor yang saya lontarkan jadi obat lelah buat saya, sih. Saya ingin setiap turis yang saya bawa bahagia, bahkan setelah pulang dari Pulau Rinca ini” tutup Asmul sambil menyalami Pegipegi yang harus bergegas balik ke dermaga, mengejar sunset di Pulau Kalong.

Pengin main ke Pulau Rinca? Mampir dulu ke Labuan Bajo, ya! Yuk, pesan tiket pesawat dan cari hotel murah di Labuan Bajo lewat Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah ke Labuan Bajo  cari hotel murah di Labuan Bajo

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top