Berita

Rahasia di Balik Keperkasaan Tim Bulutangkis Indonesia

Sejak dulu, Indonesia dikenal sangat kuat berkat Timnas bulutangkisnya. Apapun level kompetisinya, Indonesia sering menorehkan prestasi emasnya, termasuk di ajang sebesar Asian Games.

Sejak pertama kali ikut terlibat di Asian Games 1966, tim bulu tangkis Indonesia sukses menorehkan total 91 medali. 26 di antaranya merupakan emas!

Nama-nama beken seperti Christian Hadinata, Ivana Lie, Hariyanto Arbi, Icuk Sugiarto, Rexy Mainaky, Taufik Hidayat hingga duo maut Markis Kido dan Hendra Setiawan serta Tontowi Yahya dan Liliyana Natsir lahir di ajang ini.

Dan khusus di ajang Asian Games 2018, tercipta All Indonesian final yang bakal melibatkan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto dan Kevin Sanjaya/Marcus Gideon.

Medali emas pun berpotensi diraih mengingat pada tunggal putra, Indonesia sudah menempatkan sosok Jonatan Christie di final yang bakal digelar pada 28 Agustus mendatang.

Nggak cuma di Asian Games saja. Timnas bulutangkis Indonesia sudah bolak-balik juara di ajang superseries, Thomas dan Uber Cup, hingga ajang tertinggi Olimpiade.

Ada banyak faktor yang membuat bulutangkis Indonesia sangat berprestasi di kancah internasional. Yang pertama soal pembibitan.

Meski sepakbola menjadi olahraga yang sangat popular, masyarakat Indonesia justru lebih percaya jika bulutangkis memiliki masa depan yang lebih baik.

Menurut data PBSI, minat masyarakat yang ikutan seleksi di bawah usia 11 dan 13 sangat tinggi, terutama yang diinisiasi langsung oleh PB Djarum. Bahkan Audisi Umum Djarum Beasiswa Bulutangkis 2018 yang digelar bersamaan di dua kota yakni Cirebon, Jawa Barat dan Solo Raya, Jawa Tengah sukses memecahkan rekor tertinggi sepanjang 2018, 871 atlet muda.

Pembinaannya pun nggak main-main, lho. Bagi para penerima beasiswa bulutangkis PB Djarum, mereka akan didik secara profesional oleh para pelatih yang merupakan senior mereka sendiri.

Dibanding sepak bola, PBSI mengirimkan atletnya buat bertanding ke level internasional lebih sering. Sehingga, jam terbang para atletnya pun bakal beriringan dengan usianya.

Tentu saja, kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis ini datang dari tradisi yang hadir di tiap daerah masing-masing. Di mana, bulutangkis masih menjadi olahraga nomor satu yang dipertandingkan tiap RT, RW maupun kelurahan, melahirkan banyak bibit-bibit unggul terbaik.

Soal tempat bermain, masyarakat nggak pernah kesulitan menemukan lapangan bulutangkis, meski berada di dalam gang sekalipun. Dibandingkan harus mencari lapangan sepak bola yang satu RT belum tentu ada.

Mungil dan Lincah

Tentu, soal postur, Indonesia kalah dibanding negara-negara Asia lain, seperti Cina, maupun Jepang. Akan tetapi, para atlet bulutangkis kita diberkahi dengan kecepatan dan ketangkasan yang luar biasa untuk menutupi kekurangannya.

Lantaran bulutangkis adalah olahraga per individu dan bukan full body contact, postur ternyata nggak berpengaruh banyak. Pengalaman dan kecepatan adalah kunci utama bagi tiap atlet bulutangkis untuk berprestasi.

“Dari pengalaman saya, tinggi badan tidak terlalu berpengaruh. Atlet-atlet kita yang tidak begitu tinggi punya prestasi yang luar biasa. Sebut saja Hastomo Arbi, Susi Susanti, Mia Audina. Yang terbaru ya Kevin dan Gideon sampai-sampai disebut duo minion.” ujar legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata.

Tentu, dengan keuntungan menjadi yang mungil di antara raksasa, para pebulutangkis di Indonesia dibekali pukulan yang bervariasi. Mau main rally atau smash keras ala pemain Cina, semua bisa diladeni oleh atlet Indonesia.

Jadi nggak heran, jika pemain semungil Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon dapat tampil superior menghadapi lawan-lawan yang memiliki postur lebih tinggi. Mau contoh? Coba tengok laga mereka kontra pasangan Cina Li Jinhui/Liu Yuchen di final beregu putra Asian Games 2018, lalu.

Mau dukung Timnas Indonesia di Asian Games 2018? Sekaalian liburan di Jakarta dan Palembang, yuk! Ayo pesan tiket pesawat dan hotel murah lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah cari hotel murah

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top