Destinasi

Pulau Seram, Maluku: Cantik dan Penuh Misteri

Tahu nggak travelers, kalau di Provinsi Maluku ada tempat wisata cantik bernama Pulau Seram. Pulau ini memiliki luas 18.625 km persegi, panjang 340 km, dan lebar 60 km. Pulau Seram memiliki titik tertinggi, yaitu Gunung Binaiya yang memiliki tinggi 3.019 meter di atas permukaan laut. Selain memiliki alam pegunungan, Pulau Seram juga memiliki hutan tropis dan menghasilkan pala, cengkih, damar, ikan, sagu, dan minyak. Kali ini, pegipegi ingin mengajak travelers untuk berkenalan dengan Pulau Seram lebih dalam. Simak terus, ya!

5 tempat wisata di Pulau Seram

Menurut Tripadvisor.com, ada lima tempat wisata yang wajib disambangi jika kamu berkunjung ke Pulau Seram, yaitu:

1. Taman Nasional Manusela

Taman Nasional Manusela memiliki luas sekitar 189.000 ha. Katanya, Taman Nasional Manusela merupakan daerah konservasi alam terindah di Indonesia. Berbagai macam aktivitas bisa kamu lakukan di sana, misal panjat tebing, camping, hiking, snorkeling, dan diving.  Bagi yang ingin hiking, kawasan ini memiliki Gunung Binaiya, gunung tertinggi di Maluku. Gunung ini aman untuk didaki, tentunya dengan prosedur yang berlaku. Kawasan pesisir utaranya juga menyimpan pesona luar biasa. Berbagai jenis terumbu karang dan ekosistem laut yang indah bisa kamu nikmati dengan snorkeling atau diving. 

Berbagai flora dan fauna khas Maluku juga terdapat di Taman Nasional ini. Untuk flora, di sana ada Eucalyptus, beringin, Bakau, ketapang, cemara laut, dan lain-lain. Sedangkan, fauna yang ada di sana antara lain burung-burung besar, seperti Kakatua, Kasuari, Nuri, dan Kasturi. Ada juga hewan-hewan semacam Kuskus, Rusa, Mapea, Musang, dan sebagainya. Bahkan, keberadaan mereka dilindungi di bawah undang-undang yang melarang siapa pun untuk berburu di Taman Nasional Manusela.

2. Pulau Kassa

Pulau ini diberi nama Pulau Kassa karena bentuknya menyerupai satu buah kacang tanah. Pulau Kassa memiliki terumbu karang, hutan pantai, dan mangrove. Di sana juga terdapat 70 jenis ikan, beberapa di antaranya adalah butterflyfish (Chelmon rostratus dan Chaetodon sp.), parrotfish (Bolbometopon
muricatum dan Scarus sp.), black and white snapper (Macolor niger), surgeonfish (Naso fageni dan N. Unicornis), dan lain-lain.  Hutan pantai di Pulau Kassa terdiri dari cemara laut (Casuarina equisetifolia), waru laut (Hibiscus tiliaetus), dan ketapang (Terminalia cattapa). Sedangkan hutan mangrove-nya dipenuhi bakau (Rhizophora sp).

3. Air Terjun Lumoli

Air Terjun Lumoli adalah air terjun dengan posisi berundak-undak dengan tiga level tebing. Level pertama memiliki riak air yang turun dari atas dan terlihat jelas sekali kejernihan airnya. Banyak pengunjung yang tidak segan-segan terjun dari air terjun level pertama. Level kedua memiliki tebing yang lebih tinggi. Kalau di sana pengunjung lebih suka berendam. Kalau di level ketiga (level tertinggi), airnya tidak sederas di level kedua dan memiliki latar batu yang begitu besar. Kamu bisa menggunakannya untuk foto-foto.

4. Pulau Marsegu

Pulau ini diberikan nama Marsegu karena memiliki kelelawar dalam jumlah besar.  Kata Marsegu berasal dari bahasa daerah yang berarti kelelawar. Tapi, pulau ini nggak menyeramkan, kok. Soalnya, banyak keindahan yang bisa kamu jumpai di sana. Selain kelelawar, banyak satwa yang bisa kamu temui di sana, seperti Burung Gosong Megaphodius reinwardtii (Maleo) dan Kepiting Kelapa (Birgus latro) atau yang bahasa daerahnya disebut “kepiting kenari”. Masih banyak satwa burung lain yang menjadikan pulau ini sebagai habitat makan, bermain, dan tidur. Terumbu karang beraneka warna juga dapat kamu temui di Pulau Marsegu.  Jangan lupa untuk menikmati hidangan seafood segar yang bisa kamu beli dari penduduk sekitar!

5. Pantai Gumumai

pantai-gumumai

foto oleh: kompas.com

Arti Gumumai dalam Bahasa Indonesia adalah mari berkumpul. Ketika zaman penjajahan Jepang, tempat ini selalu dijadikan sebagai tempat untuk melepaskan kepenatan bagi para pekerja setelah seharian menjalani romusa (kerja paksa). Sampai sekarang, Pantai Gumumai masih menjadi tempat untuk berkumpul. Kamu bisa menggelar tikar dan makan-makan di sana sambil menikmati deburan ombak laut.

Mengenal suku asli di Pulau Seram

Suku pertama di Pulau Seram adalah Suku Aliffuru yang mempunyai arti manusia pertama. Alif berarti pertama dan uru berarti manusia. Makin berkembangnya agama Islam di Pulau Seram, nama Alifuru bergeser menjadi Nusa Indah. Namun, tetap aja nama Alifuru lebih terkenal ketimbang Nusa Indah.

Hingga kini, Suku Alifuru masih eksis, tapi sudah terpecah menjadi dua berdasarkan tempat tinggal, yaitu Alifuru pesisir dan Alifuru gunung. Alifuru pesisir tinggal di pesisir pantai, sedangkan Alifuru gunung tinggal di gunung. Umumnya, Suku Alifuru pesisir sudah memiliki cara hidup seperti manusia kota pada umumnya, sedangkan Suku Alifuru Gunung masih hidup dengan adat dan belum memeluk agama. Suku Alifuru gunung bisa dijumpai di sepanjang jalur pendakian menuju Gunung Binaiya.

Sistem hidup mereka juga masih berkelompok dan nggak menetap. Suku ini tinggal bersama-sama di satu adat rumah, meski berbeda keturunan. Di rumah yang berukuran kurang lebih 15×8 meter persegi, mereka bisa tinggal dengan 10 anggota keluarga . Uniknya, meski mereka hidup bersama-sama tapi mereka tidak membuat batas ruangan di rumah itu secara signifikan. Mereka hanya memberi tanda semacam garis  tiang di atas untuk membedakan ruangan-ruangan.

Satu lagi yang unik dari suku ini adalah mereka akan berpindah rumah jika ada salah satu keluarganya meninggal.  Mereka meyakini bahwa jika ada salah satu anggota keluarganya yang meninggal di rumah itu berarti rumah itu membawa sial. Dan rumah yang sudah ditinggal tersebut tidak boleh didatangi apalagi ditinggali lagi. Meski mereka berpindah rumah, tapi mereka tidak meninggalkan ladang mereka. Ladang yang biasanya mereka tanami cengkeh, kasbi, kopi, dan sagu ini tetap mereka rawat sampai masa panen tiba.

Suku Aliffuru gunung belum mengenal sistem jual beli seperti suku Aliffuru pesisir. Mereka masih mengunakan sistem barter untuk mendapatkan barang yang mereka butuhkan. Jadi jika masa panen tiba, mereka akan turun ke Mosso untuk menukar hasil panenannya dengan kebutuhan sehari-hari mereka seperti ikan asin, garam, dan minyak lampu.

Ada penculik anak kecil di Pulau Seram

orang-bati

foto dari: viva.co.id

Sejak abad ke-15, penduduk di Pulau Seram melaporkan bahwa di sana ada makhluk misterius yang hidup di gua-gua dan di Kairatu (gunung berapi non-aktif). Mereka menyebutnya Orang Bati yang artinya orang bersayap. Soalnya, makhluk tersebut punya badan seperti manusia dan memiliki sayap hitam. Tingginya sekitar 1,6 meter, berkulit merah, dan memiliki ekor kecil yang panjang. Kisah misteri itu hidup selama berabad-abad di antara penduduk lokal.

Tahun 1987, Seorang misionaris Kristen asal Inggris yang bernama Tyson Hughes memulai pekerjaannya dan tinggal selama 18 bulan di Maluku untuk mengajarkan penduduk di sana cara bercocok tanam yang efisien. Para penduduk kemudian menceritakan kisah Orang Bati kepada Hughes. Tentu aja Hughes nggak percaya, hingga akhirnya ia sendiri mengaku berjumpa dengan makhluk itu. Sayangnya, tidak ada informasi lebih lanjut mengenai pertemuan tersebut.

86633390c87633299b6b6705793bb48020f34ed78483f4b017pimgpsh_fullsize_distr

Sayang banget kan kalau kamu belum pernah mampir ke Pulau Seram! Untuk menuju Pulau Seram, tentunya kamu harus transit dulu di Kota Ambon. Yuk, pesan tiket pesawat dan pesan hotel murah di Ambon, ya! Selamat menjelajah Pulau Seram!

pesan tiket pesawat murah ke ambon cari hotel murah di ambon

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi pegipegi lewat Google Play dan App Store, ya!

google-play

apps-store

Foto utama: http://indonesiaexplorer.net/

 

 

 

Comments

To Top