Destinasi

Benarkah tak ada lelaki di Pulau Bawean?

Pulau Bawean

Haah, Pulau Bawean pulau tanpa laki-laki? Kenapa bisa begitu yak? Sabar, sabar travelers, Pegipegi akan jawab pertanyaan kamu satu-satu. Alkisah, Pulau Bawean adalah suatu pulau imut yang terletak di 120 kilometer wilayah perairan Kabupaten Gresik, dengan sekitar 70 ribu penduduk yang tersebar di dua kecamatan; Sangkapura dan Tambak.

Pulau Bawean

foto: kutabeachbeauty.blogspot.com

Asal nama Pulau Bawean

Menurut para tetua, Pulau Bawean ditemukan oleh pasukan Kerajaan Majapahit yang terjebak di laut pada tahun 1350 karena gempuran badai. Bukti otentiknya adalah tertulisnya kata Buwun, nama lain dari Pulau Bawean, dalam Kitab Negarakertagama. Kata ‘Bawean’ sendiri adalah sebuah istilah dalam bahasa Sanskerta yang berarti ‘ada sinar matahari’.

Sampe sekarang belum terungkap kenapa nama Bawean diberikan buat pulau ini. Apa karena di sini para prajurit Majapahit mendapatkan harapan atau ‘matahari’ baru seteah terjebak badai? Yang jelas, sisa-sisa prajurit Majapahit yang nggak kembali ke ibu kota menjadi cikal bakal suku asli Bawean yang katanya sih sangat unik, baik dari segi asal-usul maupun budayanya, travelers.

Keturunan prajurit Majapahit yang terdampar di kemudian hari akan hidup berbaur dengan para perantau dari Palembang, Mandailing, Bugis, Mandar, Madura, Banjar dan Jawa. Proses pembauran yang terjadi selama berabad-abad ini patut dicatat dalam buku sejarah, karena bisa menjadi sebuah contoh kasus gimana seandainya suku dari pulau-pulau utama di Tanah Air ini berbaur dalam ikatan pernikahan.

Akulturasi atau pembauran penduduk awal Pulau Bawean dengan para pendatang bukan hanya berhasil melahirkan suatu rumpun etnis yang unik, tapi juga suatu bahasa ‘endemik’ yang nggak bisa kamu temukan di tempat lain. Orang Bawean menyebut diri mereka sebagai orang Boyan (atau ‘Bawean’ dalam bahasa mereka) adalah sosok-sosok tangguh dan gigih mencari nafkah demi menghidupi keluarganya.

Orang Bawean, si perantau sejati

Orang Bawean udah merantau ke negeri seberang seperti Singapura dan Malaysia sejak beratus tahun silam. Bahkan kabarnya, para perantau Boyan punya andil besar dalam kemerdekaan Singapura di tahun 1965. Bukan cuma di Singapura, orang Bawean udah merantau sampai ke Vietnam, bahkan ada juga yang dah merapat di Australia melalui Pulau Christmas. Beberapa orang terkenal yang berdarah Bawean adalah seniman besar Malaysia Abdul Aziz bin Sattar dan Noh Alam Shah, pemain sepak bola berkewarganegaraan Singapura yang sekarang bermain untuk PSS Sleman.

Orang Bawean yang merantau semuanya adalah para cowok atau bapak-bapak, travelers. Mereka meninggalkan istri, kakak perempuan, anak-anak dan para orang tua di kampung halaman. Itulah sebabnya kenapa kamu akan jarang sekali menemui lelaki berkeliaran di Pulau Bawean saat kamu jalan-jalan ke sini.

Wisata Pulau Bawean belum terekspos

Karena sibuk merantau, para pria Pulau Bawean nggak sempat memperhatikan kecantikan yang tersembunyi di rumah mereka. Pemerintah daerah setempat juga belum melakukan usaha yang berarti untuk meningkatkan ketertarikan dunia wisata untuk melakukan tur ke Pulau Bawean.

Sekitar 2,3 km dari Pulau Bawean ada dua buah pulau kecil, yaitu Pulau Noko dan Pulau Gili yang sama-sama punya pantai berpasir putih perawan dan bebas sampah plastik. Airnya biru tenang dan jernih menampakkan aneka ikan berenang riang di sela-sela taman laut yang masih cukup terjaga kelestariannya. Para penggemar snorkeling dijamin akan jatuh cinta melihatnya.

Lokasi kedua yang diisukan punya taman bawah laut menawan adalah Tanjung Gaang di ujung barat Pulau Bawean. Hamparan batu karang yang tinggi dan kokoh di tengah perairan berwarna biru toska dan ikan-ikan plus terumbu karang cantik yang menggoda. Hmmm .. ngebayanginnya aja udah bikin gak bisa tidur, travelers!

Danau Kastoba Bawean, cantik tapi mistis

Danau Kastoba Pulau Bawean

foto: balinyajawatimur.blogspot.com

Persis di tengah Pulau Bawean, tepatnya di Desa Paromaan Kecamatan Tambak Pulau Bawean, terbentanglah sebuah danau dengan air tawar yang tampak jernih dan masih bersih. Nggak ada sumber air tawar berbentuk danau di Pulau Bawean selain Danau Kastoba.

Danau Kastoba menjadi unik karena terletak di puncak sebuah bukit, dikelilingi pepohonan besar yang diduga telah berumur ratusan tahun. Kehadiran pepohonan inilah yang membuat suasana Danau Kastoba Bawean jadi sedikit mistis, meski nggak ada larangan berenang buat siapapun yang datang kesana.

Cara menuju Pulau Bawean

Saat ini, kapal laut menjadi satu-satunya akses menuju Pulau Bawean. Tersedia tiga kapal laut yang berangkat secara rutin ke Pulau Bawean dari Pelabuhan Gresik, travelers.

Ada Bahari Ekspress 1C yang berangkat setiap jam 9 pagi dengan lama perjalanan sekitar 3-4 jam. Harga tiket berkisar antara Rp 162 ribu sampai Rp 132 ribu per orang. Kendalanya, tiket kapal Bahari Ekspress 1C nggak bisa didapatkan di pelabuhan dan kamu harus membelinya di sejumlah agen. Natuna Ekspres juga berangkat di jam yang sama tapi harinya bergantian dengan Bahari Ekspress 1C, harga tiket juga sama.

Kalo pengen yang sedikit murah, kamu bisa pilih kapal Gili Iyang yang berangkat dari dua tempat, Pelabuhan Paciran di Lamongan dan Pelabuhan Gresik. Dengan naik kapal Gili Iyang kamu bisa bawa sepeda motor atau mobil kamu ke Pulau Bawean, travelers. Harga tiket juga lebih terjangkau, Cuma Rp 76 ribu saja per orang, dan tiket bisa dibeli langsung di pelabuhan. Hanya saja, lama perjalanan lebih lambat, yaitu 8-10 jam, travelers.

Nah, kalo kamu tertarik ke Pulau Bawean dan ingin dapetin informasi selengkapnya tentang cara mendatangi pulau imut yang cantik ini, plus info hotel di Gresik (karena di Pulau Bawean belum ada penginapan), hubungi Pegipegi.com aja yuk!

(Visited 7,294 times, 11 visits today)

Comments

To Top