Destinasi

Peran Etnis Tionghoa dalam Penyebaran Agama Islam di Indonesia

Mungkin masih banyak yang asing dengan keberadaan umat Muslim dan masjid di China. Karena, sebagian besar orang Tionghoa di Indonesia beragama Buddha, Kristen, atau Katolik. Tapi, bukan berarti di Indonesia dan negeri tirai bambu sama sekali nggak ada orang Tionghoa yang menganut agama Islam. Malahan ada banyak banget, meskipun bukan mayoritas. Masjid-masjid kuno di China juga masih berdiri megah dan masih aktif, seperti Masjid Feng Huan atau Phoenix Mosque.

masjid di china

en.wikipedia.org

Bahkan, dari zaman dahulu kala, etnis Tionghoa berperan besar dalam penyebaran agama Islam di Indonesia. Selama ini, orang lebih tahu bahwa hanya orang India dan Arab-lah yang menyebarkan agama Islam di Indonesia. Di masa lalu, China dan Arab telah memiliki hubungan dagang. Pedagang yang berasal dari Arab dan China saling menjajahkan hasil negaranya untuk dijual ke negara lain melalui dua jalur perdagangan utama dunia, yaitu jalur sutera dan jalur keramik.

Jalur sutera adalah jalur yang digunakan pedagang untuk membawa barang dagangan melalui jalur darat. Disebut jalur sutera karena sebagian besar barang dagangan yang diangkut melalui jalur darat adalah kain sutera. Sedangkan, jalur keramik adalah jalur yang digunakan para pedagang untuk membawa barang dagangan melalui laut. Tentunya, barang-barang yang diangkut, sebagian besar adalah keramik.

Pada masa Rasulullah Nabi Muhammad SAW, hubungan dagang antara China dan Arab makin meningkat. Nabi Muhammad juga menjadi pedagang perantara antara pedagang China dan Arab. Pedagang China yang datang ke Arab, selain berdagang mereka juga mempelajari ajaran agama Islam.

Beberapa dari mereka kemudian memeluk Islam dan saat kembali ke China, pedagang-pedagang Muslim China tersebut menyebarkan ajaran agama Islam di China. Nabi Muhammad SAW juga mengirimkan beberapa Da’i ke China untuk mengajarkan agama Islam. Melalui dua model pengajaran agama Islam ini, Islam menyebar ke China terutama di provinsi Guang Dong (Guang Zhou) dan Fujian.

fujian

Fujian (ghiboo.com)

Sekitar abad ke-15, imigran Tionghoa Muslim yang sebagian besar berasal dari Guang Dong dan Fujian mendarat di Indonesia. Mereka tinggal di Indonesia dengan mencari nafkah di bidang perdagangan, pertanian, dan pertukangan. Pada masa inilah para imigran Tionghoa Muslim menyebarkan ajaran agama Islam. Beberapa daerah tujuan imigran Tionghoa Muslim adalah Sambas, Lasem, Palembang, Banten, Jepara, Tuban, Gresik, dan Surabaya.

Pada tahun 1405 sampai 1433, rombongan muhibah Laksamana Cheng Ho yang beragama Islam beberapa kali singgah di Indonesia. Anak buah laksamana Cheng Ho terdiri dari berbagai pemeluk agama, termasuk agama Islam. Saat singgah di Indonesia terutama di Sumatera dan Jawa mereka juga menyebarkan ajaran agama Islam. Jadi nampak jelas peran etnis Tionghoa sebagai salah satu penyebar agama Islam di Indonesia.

cheng ho

www.tokohindonesia.com

Imigran Tionghoa Muslim di Indonesia telah ada sebelum bangsa Portugis dan Belanda datang ke Indonesia. Imigran China di abad ke-15 datang untuk tinggal di Indonesia, sekaligus menyebarkan agama Islam. Portugis dan Belanda datang ke Indonesia untuk mencari daerah koloni, sekaligus menyebarkan ajaran agama Katolik. Imigran Tionghoa Muslim hidup membaur dengan penduduk pribumi, sedangkan Belanda dan Portugis memperlakukan penduduk pribumi secara diskriminatif.

Pada masa penindasan Portugis dan Belanda, imigran Tionghoa Muslim juga mendapatkan penindasan seperti penduduk pribumi karena mereka memiliki hubungan yang erat dengan penduduk pribumi. Bahkan saat perang kolonial, penduduk Tionghoa Muslim juga bergabung dengan para pejuang di setiap daerah untuk melawan Belanda dan Portugis. Bahkan, sejarah mencatat bahwa selain penduduk pribumi yang mengalami pembunuhan massal dari Belanda, penduduk Tionghoa Muslim juga mengalami pembunuhan massal.

belanda

kampungtua-batam.blogspot.com

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Itulah sebabnya kita harus menjaga kerukunan antar umat beragama, suku, dan ras. Soalnya, apa pun suku, ras, dan agamamu, kita tetaplah orang Indonesia. Dan Indonesia memiliki beragam kekayaan tempat wisata yang bisa dinikmati oleh siapa aja. Sebagai bukti cintamu pada Indonesia, yuk, langsung pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah lewat pegipegi.com supaya kamu bisa keliling Indonesia!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

(Visited 908 times, 1 visits today)

Comments

To Top