Berita

Penyebab dan Cara Pencegahan Virus Zika

Travelers pastinya mengetahui maraknya pemberitaan tentang virus Zika yang kian marak menyebar belakangan ini. Dimuat berbagai media nasional, penyebaran virus Zika nggak hanya terjadi di Amerika latin tapi juga sampai ke Eropa dan Asia.

Virus Zika pertama kali diisolasi tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda. Kabarnya, itulah alasan kenapa virus ini dinamakan virus Zika, diambil dari nama hutan tempat di mana virus ini berhasil diisolasi. Seiring waktu, beberapa negara Afrika, Asia khususnya Asia tenggara, Mikronesia, Amerika Latin, Karibia pun ikut melaporkan penemuan virus Zika ini.

Wajib waspada, karena Lembaga Biologi Molekuler Eijkman ternyata sudah menemukan virus Zika di Indonesia pada 2015. Dilakukan penelitian sebanyak 200 sampel darah dari daerah endemi demam berdarah dengue di Jambi. Gejala klinisnya mirip demam berdarah, tapi setelah diuji dengue, hasilnya negatif.

Dari 103 sampel yang sudah diperiksa, satu di antaranya positif virus Zika. Virus ini ditemukan pada sampel darah pasien lelaki berusia 27 tahun yang nggak pernah bepergian ke luar negeri. Kesimpulannya, virus Zika sudah ada di Indonesia.

Mau tahu lebih detail tentang virus Zika? Simak penjabaran detail mengenai virus Zika yang diulas oleh situs resmi Kementerian Kesehatan RI.

1. Apakah virus Zika itu?
Virus Zika merupakan salah satu virus dari jenis Flavivirus. Virus ini memiliki kesamaan dengan virus dengue, berasal dari kelompok arbovirus.

2. Bagaimana cara penularan virus Zika?
Virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes, jenis Aedes Aegypti untuk daerah tropis, Aedes Africanus di Afrika, dan juga Aedes Albopictus pada beberapa daerah lain. Nyamuk Aedes merupakan jenis nyamuk yang aktif di siang hari, dan dapat hidup di dalam maupun luar ruangan. Virus Zika juga bisa ditularkan oleh ibu hamil kepada janinnya selama masa kehamilan.

3. Siapa yang berisiko terinfeksi virus Zika?
Siapapun yang tinggal atau mengunjungi area yang diketahui terdapat virus Zika memiliki risiko untuk terinfeksi, termasuk ibu hamil.

4. Apa saja gejala infeksi virus Zika?
1 diantara 5 orang yang terinfeksi virus Zika menunjukkan gejala seperti demam, kulit berbintik merah, sakit kepala, nyeri sendi, nyeri otot, sakit kepala, kelemahan dan terjadi peradangan konjungtiva. Pada beberapa kasus Zika dilaporkan terjadi gangguan saraf dan komplikasi autoimun. Gejala penyakit ini menyebabkan kesakitan tingkat sedang dan berlangsung selama 2-7 hari. Penyakit ini kerap kali sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan pengobatan medis. Pada kondisi tubuh yang baik penyakit ini dapat pulih dalam tempo 7-12 hari.

5. Apakah ada komplikasi yang ditimbulkan dari infeksi virus Zika?
Pada beberapa kasus suspek Zika dilaporkan juga mengalami sindrom Guillane Bare. Namun hubungan ilmiahnya masih dalam tahap penelitian.

6. Apa jenis pemeriksaan virus Zika untuk ibu hamil?
Pada minggu pertama demam, virus Zika dapat dideteksi dari serum dengan pemeriksaan RT-PCR.

7. Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?
Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus pada gejala yang ada.

8. Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?
Istirahat cukup, konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi, serta minum obat-obatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri. Hindari mengonsumsi aspirin atau obat-obatan NSAID (non stereoid anti inflmation) lainnya, lalu segera mencari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.

9. Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?

– Hindari kontak dengan nyamuk, dengan cara melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas.

– Menabur bubuk larvasida.
– Menggunakan kelambu saat tidur.
– Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll).
– Melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik).
– Meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.

– Pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan. Misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.

10. Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?

Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador, French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico, Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap.

11. Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?
Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom Guillan Barre.

12. Apakah ada hubungan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefalus kongenital?
Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

13. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit virus Zika?
Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

14. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?
Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

(Visited 933 times, 1 visits today)

Comments

To Top