Destinasi

Pengin Main ke Taman Safari Prigen? Baca 7 Faktanya Dulu, yuk!

Taman Safari Prigen Pasuruan (Taman Safari Indonesia II) adalah salah satu kebun binatang terbesar di Asia dan jadi kebanggaan Indonesia, khususnya Jawa Timur. Bakal lebih asyik jika kamu liburan ke Taman Safari Prigen bersama keluarga supaya kamu sekeluarga bisa mengenal alam dan satwa lebih dekat. Kamu bisa melihat secara langsung bagaimana satwa liat beraktivitas di habitatnya masing-masing, sekaligus menikmati segarnya udara lereng Pegunungan Arjuno. Sebelum ke sana, kamu harus tahu 7 fakta Taman Safari Prigen, nih.

1. Taman Safari Prigen memiliki luas 350 hektar

Taman Safari Prigen jauh lebih luas ketimbang Taman Safari Indonesia di Cisarua dan Bali. Dengan luas 350 hektar, Taman Safari Prigen mengunsung konsep kebun binatang ala Afrika yang membiarkan satwa bebas di alam terbuka. Kamu nggak bakal sanggup menyusuri setiap spot dengan berjalan kaki, apalagi letaknya berada di dataran tinggi dengan medan yang agak berliku dan berkelok.

Untuk melihat satwa, kamu harus menggunakan mobil pribadi, mobil wisata, atau tramp yang disediakan. Tapi, kalau untuk ke zona-zona lainnya, tentu kamu harus berjalan kaki. Untungnya sih udaranya sejuk, jadi kamu nggak bakal cepat merasa lelah atau berkeringat jika jalan kaki di Taman Safari Prigen. Ada banyak tempat menarik di Taman Safari Prigen. Ada animal education show, wahana bermain, kolam renang, dan lain-lain.

taman safari prigen1

sorotmedia.com

taman safari prigen7

http://static.initempatwisata.com/

taman safari prigen9

http://static.initempatwisata.com/

2. Kamu bisa melihat bagaimana gajah ditimbang

Gajah yang dipelihara di Taman Safari Prigen adalah jenis Gajah Sumatera, sub spesies dari Gajah Asia yang hanya berhabitat di Pulau Sumatera. Gajah bernama Latin Elephas maximus sumatranus ini statusnya terancam punah akibat perburuan liar untuk diambil gadingnya. Tapi, di Taman Sari Prigen, gajah-gajah ini diperlakukan dengan sangat baik. Gizinya tercukupi dan kesehatannya diperhatikan. Bahkan, berat badannya selalu dimonitor untuk memastikan gizinya terpenuhi sesuai dengan usianya.

Tentunya, penimbangan gajah dilakukan dengan sangat unik dan nggak bisa sembarangan. Oleh sang keeper, gajah dituntun ke area penimbangan berat badan. Setelah sampai, dengan sangat hati-hati, gajah diperintahkan oleh keeper-nya untuk naik ke atas timbangan yang berbentuk lempengan baja yang dihubungkan dengan kabel dan monitor. Setelah gajah naik ke timbangan, barulah angka yang menunjuk ke berat badan gajah muncul di layar monitor.

taman safari prigen2

http://travel.detik.com/

3. Bisa kenalan dengan sapi Jaliteng

Jaliteng adalah spesies sapi baru dari persilangan sapi betina Bali dan banteng Jawa jantan. Spesies ini pertama kali dikembangkan oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan Taman Safari Prigen sejak Juli 2012. Pemuliabiakan satwa ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, menguatkan ketahanan akan penyakit, dan memperbaiki genetik sapi.

Perkawinan kedua jenis satwa ini dilakukan dengan dua cara, yaitu kawin tradisional dan inseminasi buatan. Sapi Bali dipilih karena sapi ini merupakan domestikasi atau masih keturunan dari banteng Jawa. Ketika lahir, sapi Jaliteng memiliki berat 22 kg. Lebih berat daripada sapi biasa yang berbobot 16 kg. Fisik Jaliteng jantan akan bertumbuh lebih cepat ketimbang Jaliteng betina. Menginjak usia tiga tahun, Jaliteng jantan akan berubah warna jadi hitam dan punya tanduk lebih kokoh, sedangkan Jaliteng betina bertanduk kecil dan tetap berwarna cokelat.

Hingga saat ini, sapi Jaliteng belum bisa dikonsumsi. Keberadaannya masih dalam tahap pengembangbiakan dan penelitian. Keturunan sapi Jaliteng nantinya akan dimanfaatkan lagi untuk pengambilan sperma dan lanjutan penelitian. Untuk rencana yang lebih jauh lagi, sapi Jaliteng akan diikirimkan ke Balai Besar Insemenasi Buatan (BBIB) atau dinas peternakan untuk penelitian lebih lanjut.

taman safari prigen3

trendtek.republika.co.id

4. Makan daging rusa di Tiger Cave Restaurant

Di Taman Safari Prigen, ada Tiger Cave Restaurant yang memiliki menu andalan dagung rusa. Jadi, kalau sudah sampai di sana, jangan sampai kamu nggak cobain daging rusa. Apalagi, daging rusa memiliki protein yang lebih tinggi ketimbang daging lain, jadi bisa bikin stamina kamu lebih kuat.

Warna merah daging rusa lebih gelap dengan tekstur lebih alot. Namun, aroma daging rusa lebih enak dan lembut dibanding daging kambing atau sapi. Soalnya, sejak pemeliharaan, kualitas makanan si rusa benar-benar terjaga seperti perawatan daging sapi untuk daging wagyu. Kualitas pakan rumput rusa juga berpengaruh terhadap kelembutan daging rusa. Makin lembut daging rusa, dagingnya bakal lebih mudah dimasak.

taman safari prigen4

www.lensagokil.com

5. Makan sambil ditemani harimau putih di Tiger Cave Restaurant

Selain bisa makan daging rusa, di Tiger Cave Restaurant kamu juga bisa makan sambil ditemani sepasang Harimau Benggala Putih yang sengaja dipelihara di area resto tersebut. Resto bergaya India ini tentu aja memutar lagu-lagu bertema India. Begitu kamu melayangkan pandangan ke arah dinding kaca resto, kamu bakal langsung kaget begitu melihat ada sepasang harimau putih hidup di sana.

Biasanya, ketika sore hari, kamu akan melihat sepasang harimau tersebut makan. Makanan berupa daging ditaruh pawang di atas tiang, sehingga harimau akan memanjat untuk mengambilnya. Harimau putih juga suka menyelam karena mereka suka banget sama air, beda banget sama jenis keluarga besar kucing lainnya yang nggak suka air.

taman safari prigen5

www.kompasiana.com

6. Bisa berkenalan dengan Thaba, si macan tutul manja

Ada bayi macan tutul Afrika jantan berumur tujuh bulan yang sangat lucu, imut, dan menggemaskan. Namanya Thaba yang lahir dari kedua induk bernama Jalu dan Hely. Thaba menjadi bukti nyata keberhasilan Taman Safari Prigen dalam hal konservasi, serta pengembang biakan satwa yang statusnya sudah langka dan terancam punah.
Dalam bahasa Afrika, Thaba berarti the peak of mountain (puncak gunung).

Thaba belum bisa disatukan dengan induknya karena kondisinya belum cukup kuat. Dikhawatirkan, Thaba nggak mampu bertahan hidup bila disatukan dengan orangtuanya. Meski masih dirawat terpisah, Thaba tetap mendapat ASI (air susu induk), serta asupan gizi yang sangat tercukupi. Tingkah lakunya cukup aktif, ia suka berlari dan bermain. Jangan kaget bila saat bertemu Thaba, Thaba bakal loncat dan duduk di pangkuan kamu lalu bermanja-manja.

Kalau tiba-tiba kamu dihampiri Thaba, usahakan agar kamu tetap tenang dan diam. Soalnya Thaba memang ingin mengajakmu bermain. Jangan sampai kamu panik, bergerak tiba-tiba, atau kabur. Karena, bisa aja Thaba malah bakal menyakiti kamu dengan kuku dan giginya yang tajam. Wajar aja jika Thaba berbuat begitu karena pada dasarnya ia adalah satwa liar yang punya insting untuk berburu dan membunuh mangsa.

taman safari prigen6

travel.detik.com

7. Koala, wombat, dan kangguru akan hadir di Taman Safari Prigen

Rencananya, akhir tahun 2016 nanti, Taman Safari Prigen akan mendatangkan dua ekor koala, empat ekor wombat, dan beberapa kangguru. Satwa-satwa tersebut didatangkan melalui hasil kerjasama Taman Safari Prigen dan Australia Zoo. Nantinya, kawasan yang menampung satwa-satwa tersebut diberi nama Australia Zone yang memiliki luas 6 hektar.

Khusus koala, pihak Taman Safari Prigen butuh waktu dan persiapan yang nggak sedikt. Mereka harus mempersiapkan pohon eukaliptus dengan tinggi minimal 4 meter. Soalnya, satu ekor koala butuh seribu pohon eukaliptus. Pohon tersebut harus ditanam dua tahun sebelumnya! Jadi, ketika koala datang, mereka akan langsung mudah beradaptasi di sana. Wah, nggak sabar, ya!

taman-safari-prigen-koala

phinemo.com

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Bagi kamu yang nggak sabar buat traveling ke Taman Safari Prigen, kamu bisa langsung mampir ke Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur. Kebun binatang ini buka dari pukul 08.30 – 16.30 WIB. Harga Tiket Taman Safari Prigen adalah Rp 85 ribu* (reguler), Rp 120 ribu* (terusan), dan Rp 135 ribu* (unlimited)

Buat kamu yang berada di luar Pasuruan, kamu bisa transit dulu di kota Surabaya. Jadi, kamu bisa beli tiket pesawat dulu ke Surabaya. Belinya jelas di pegipegi.com, dong, supaya harganya lebih murah. Kamu juga bisa sekalian cari hotel murah di Surabaya.

Dari Surabaya ke Pasuruan, kamu bisa berkendara kurang lebih 1 jam 45 menit. Supaya nggak terlalu lelah di jalan, alangkah baiknya jika kamu beristirahat di Pasuruan setelah lelah berkeliling di Taman Safari Prigen. Jadi, jangan lupa pesan hotel murah di Pasuruan lewat pegipegi.com, ya!

pesan tiket murah ke surabaya cari hotel murah di surabaya cari hotel murah di pasuruan

 

(Visited 5,073 times, 17 visits today)

Comments

To Top