Event & Festival

Penggemar wisata budaya wajib datang ke festival berikut ini

Indonesia menyimpan keindahan lain selain panorama alam yang mempesona, yaitu kekayaan seni budaya. Semua ini adalah buah dari beragamnya suku bangsa berikut cara berpakaian, berbahasa, bekerja dan berpikir yang juga dipengaruhi oleh kondisi geografis di sekitar tempat tinggal mereka. Buat kamu yang cuma punya sedikit waktu untuk bepergian dan belajar mengenal kekayaan budaya suatu tempat, tentu agak merepotkan kalau harus mendatangi lokasi pusat kebudayaan tersebut satu per satu.

Tapi jangan khawatir, travelers. Beberapa daerah kini telah mengagendakan festival seni budaya tahunan yang bertujuan memperkenalkan kesenian tradisional, kuliner, kerajinan dan semua yang menjadi ciri khas daerah masing-masing pada wisatawan maupun masyarakat sekitar. Festival apa sajakah itu? Ini dia liputannya.

1. Festival Kesenian Yogyakarta

festival kesenian yogyakarta

Festival Kesenian Yogyakarta adalah acara seni budaya tahunan yang biasanya digelar pada bulan Juni hingga Juli. Tapi karena tahun ini bersamaan dengan bulan Ramadhan, maka penyelenggaraannya diundur pada 20 Agustus sampai 9 September 2014. Sejak diadakan pertama kali pada tahun 1989 Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) selalu diramaikan oleh pawai dan atraksi seni tradisional, seperti tari klasik, keroncong, ketoprak dan dagelan (semacam acara komedi yang biasa kamu lihat di televisi). Selain itu ada juga pameran seni rupa, berbagai lomba dan bazaar kuliner. Tahun ini FKY akan diadakan lagi di Plasa Pasar Ngasem, seperti tahun 2013 lalu. Sedikit berbeda karena sebelum tahun 2013 FKY selalu diadakan di Alun-alun Utara dan Benteng Vredeburg Jogjakarta. O ya, FKY juga turut diramaikan beberapa event yang baru diadakan pada beberapa tahun terakhir, yaitu festival gamelan dan festival film seni. Untuk tahun ini festival film akan diadakan di Tamansari Jogjakarta dengan tajuk Bioskop Tamansari.

Jangan lupa bawa uang saku yang banyak karena FKY juga diramaikan kios-kios yang menjual aneka macam barang kerajinan dan suvenir khas Jogja yang pasti bikin kamu ngiler!

Nah, buruan deh pesan tiket pesawat ke Jogja untuk bisa mengunjungi FKY yang keren ini yuk!

2. Pesta Kesenian Bali

Festival Bali
Menurut catatan Pegipegi, Pesta Kesenian Bali (PKB) dimulai lebih awal dibandingkan FKY. PKB pertama kali diadakan pada tahun 1979 berdasarkan gagasan dari alm. Ida Bagus Mantra yang merupakan pelopor sekaligus penggerak event tahunan di Bali. Untuk tahun 2014 ini PKB baru saja dilangsungkan pada 14 Juni sampai 12 Juli lalu di Taman Budaya Bali, persis seperti tahun-tahun sebelumnya. Beberapa atraksi yang kemarin diadakan di PKB di antaranya teater Bali modern, festival kuliner, parade bunga, parade tari dan parade gong. Selain itu ada juga kompetisi film dokumenter, dalang anak, fotografi, seni lukis, sastra dan kerajinan tangan. PKB biasanya diawali dan diakhiri dengan pawai budaya di sekitar Monumen Renon Denpasar. Di festival ini kamu dijamin tidak akan kecewa, travelers. Pentas dan pameran seni yang ditampilkan di pesta ini semuanya bagus dan selalu berhasil mengungkapkan ciri khas Bali yang elok, karena para seniman Bali sadar mereka harus menampilkan yang terbaik demi kepuasan orang yang menontonnya.

Lagi cari hotel murah meriah di Bali? Langsung kunjungi Pegipegi untuk mendapatkan harga terbaik!

3. Festival Bau Nyale, Lombok, NTB

festival bau nyale
Festival ini sedikit berbeda dengan festival kesenian yang udah kita bahas di atas. Di festival ini atraksi kesenian tradisional bukan menjadi daya tarik atau tema utama acara, travelers. Festival Bau Nyale biasanya diadakan tiap tanggal dua puluh bulan kesepuluh penanggalan Sasak, atau lima hari sesudah bulan purnama di bulan Februari atau Maret setiap tahunnya. Acara utama Festival Bau Nyale adalah menangkap nyale, yaitu sejenis cacing laut yang hanya muncul setiap setahun sekali. Tapi tidak semua pantai di Lombok didatangi nyale, travelers. Hanya beberapa pantai di sebelah selatan Pulau Lombok yang beruntung mendapat kunjungannya. Cacing laut atau nyale akan muncul menjelang dini hari. Sambil menunggu kemunculannya, kamu bisa menikmati berbagai pertunjukan kesenian lokal seperti wayang kulit, pagelaran drama kolosal Putri Mandalika dan ada juga beberapa lomba tradisional keren seperti lomba berbalas pantun dan lomba mendayung perahu.

Nyale sendiri menurut legenda adalah jelmaan Putri Mandalika yang terjun ke laut demi mencegah kekacauan akibat para pria yang memperebutkan dirinya. Oleh karena itu nyale dianggap bertuah dan siapapun yang bisa menangkapnya diyakini akan mendapat keberuntungan. Seru ‘kan?

4. Festival Lembah Baliem, Papua

Ini dia festival unik yang banyak mendapat perhatian wisatawan mancanegara. Festival Lembah Baliem awalnya adalah acara unjuk kekuatan antara tiga suku besar di Papua, yaitu suku Dani, Lali dan Yali. Biasanya festival ini diadakan bersamaan dengan HUT RI, yaitu sekitar bulan Agusuts setiap tahunnya dan berlangsung selama tiga hari. Yang namanya unjuk kekuatan tentunya akan diwarnai dengan perang, ‘tul nggak? Tapi jangan khawatir, travelers, meski tema utama acara adalah perang tapi keselamatan para turis tetap terjamin berkat adanya aparat keamanan yang setia berjaga di sekitar lokasi. Serunya lagi, sebelum acara perang dimulai akan ada skenario penyulut perang semacam penculikan anak kepala suku, penyerbuan ladang salah satu suku atau pembunuhan salah seorang warga (tapi yang ini cuma pura-pura kok, travelers).

Kalo kamu penasaran ingin melihat koteka, pakaian tradisional pria khas Papua, atau Sali, pakaian tradisional kaum hawa Papua, di sinilah tempatnya. Kamu juga bisa berfoto bersama warga asli Papua, asal jangan sembarangan dan mintalah dengan sopan. Serunya lagi, sesudah acara perang kamu bisa duduk dan makan bersama atau ikut menari bersama mereka.

 

(Visited 571 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top