Berita

Penyandang tunadaksa Indonesia takhlukkan Puncak Cartenz, bikin bangga!

Puncak-Carstensz

Travelers, kamu mungkin nggak kenal siapa itu Sabar ‘Gorky’. Tapi, prestasinya di bidang olahraga tidak perlu diragukan lagi karena pada tahun 2009, ia meraih juara pertama dalam hal panjat tebing tunadaksa se-Asia Tenggara. Biarpun Sabar punya kelainan fisik, namun tekadnya untuk menaklukan Puncak Carstensz yang ada di Pegunungan Jaya Wijaya Papua patut diacungi jempol. Pengin tahu kisahnya yang menggemparkan? Pegipegi punya ceritanya di bawah ini.

Puncak-Carstensz

foto : thequinni.wordpress.com

Siapa itu Sabar ‘Gorky’?

Sabar adalah pria berkaki satu karena kakinya harus diamputasi akibat kecelakaan sekitar 16 tahun yang lalu. Rasa down dan rendah diri sempat muncul dalam benaknya karena ia berpikir kalau hidup di masa yang akan datang pasti akan sulit dan berbeda. Namun, Lenie Indira, sang istri, mampu memberi suntikan semangat sehingga Sabar pun seolah mendapat energi baru untuk melanjutkan hidup. Bahkan untuk melakukan hal-hal besar yang sulit dilakukan oleh orang kebanyakan.

Tekadnya untuk memamerkan kecantikan Indonesia, sekaligus menancapkan bendera merah putih di Puncak Carstensz begitu membara sehingga Sabar pun berlatih fisik dengan keras mengingat ia harus menaklukan salah satu gunung tertinggi di dunia atau seven summits in the world. Baginya, menaklukan puncak gunung di dunia menjadi salah satu mimpi Sabar yang harus direalisasikan.

Sebutan ‘Gorky’ yang berarti ‘keras’ diperolehnya dari para komunitas pendaki Rusia yang takjub akan tekad dan usaha tanpa kenal lelah yang dimiliki oleh Sabar untuk mencapai puncak gunung-gunung tertinggi di dunia. Prestasi yang diraih Sabar di bidang pendakian gunung juga tidak bisa dianggap remeh karena ia telah berhasil melampaui puncak tertinggi di Eropa dengan ketinggian sekitar 5.642 meter di atas permukaan laut, yaitu Gunung Elbrus di Rusia, serta Gunung Kilimanjaro yang ada di Tanzania dengan ketinggian sekitar 5.892 meter di atas permukaan laut. Menakjubkan!

Biarpun hanya memiliki satu kaki, tetapi Sabar tidak bisa diam karena ia termasuk sosok yang aktif, seperti bersepeda dan panjat tebing. Karena prestasi dan passion-nya dibidang pendakian, ia pun terjun dalam komunitas pecinta gunung dan menjadi pembicara langganan tentang disabilitas serta membagi pengalaman akan prestasi yang telah terukir.

Penaklukan Puncak Carstensz Jaya Wijaya Papua

Bila Puncak Carstensz berhasil ditaklukan oleh Sabar, maka ia akan membukukan rekor sanggup mendaki gunung tertinggi yang ketiga di dunia. Sebuah usaha yang tidak mudah bagi seorang tunadaksa karena rintangan yang dihadapi pasti jauh lebih berat dibandingkan pendaki normal lainnya. Namun, semangat dan tekad kuat yang menjadi modal utama merupakan energi tambahan yang membuatnya bersungguh-sungguh untuk mencapai Puncak Carstensz.

Pendakian ke Puncak Carstensz Pegunungan Jaya Wijaya oleh Sabar ini pun didukung oleh Korps Marinir TNI AL dan sudah dilakukan pada 10 Agustus – 21 Agustus 2015. Perkiraannya adalah pada tanggal 17 Agustus, rombongan yang berjumlah sekitar 35 orang dapat menancapkan sang saka merah putih di salah satu seven summits terkenal di dunia.

Selain itu, tim yang berangkat ke Puncak Carstensz ini juga ingin memajang spanduk bertuliskan ‘Save Our Littoral Life atau SOLL’ yang menjadi salah satu kampanye marninir untuk memperindah laut Indonesia dengan terumbu karang tanaman bakau yang difokuskan pada daerah pesisir.

Bagaimana travelers? Kamu terpana melihat prestasinya? Bagaimana kalau kamu tantang dia untuk naik turun Monumen Nasional dengan tinggi sekitar 132 meter atau 433 kaki? Kalau kamu bisa melakukannya kurang dari 30 menit, berarti kamu sanggup mengalahkannya karena Sabar hanya perlu waktu 20 menit naik dan 10 menit turun. Mau coba?

(Visited 309 times, 1 visits today)

Comments

To Top