User Review

Pendakian ke Gunung Lawu, gunung dengan banyak warung

Gunung Lawu

Gunung Lawu menjadi salah satu gunung beraroma mistis di Pulau Jawa karena sering dipilih sebagai tempat bersemedi. Namun buat pecinta alam, gunung ini menjadi sasaran pendakian yang cukup menantang. Dengan tinggi 3265 mdpl, usahamu untuk menaklukannya pun cukup melelahkan.

Gunung Lawu

Gunung Lawu dari kejauhan. foto: damasusaldonugroho.blogspot.com

Gunung Lawu yang letaknya di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ini dapat dikunjungi dari berbagai titik pendakian. Namun yang paling populer adalah Jalur Cemoro Sewu pada sisi selatan dan Jalur Cemoro Kandang pada sisi barat. Nah kali ini, Pegipegi mau share tentang pendakian Gunung Lawu yang bisa dilakukan dari 2 sisi tersebut.

 

Pendakian Gunung Lawu lewat Cemoro Sewu

Jalur Cemoro Sewu diawali dari Jawa Timur, tepatnya Desa Cemoro Sewu Kecamatan Plaosan, Kabupatan Magetan dengan rute : naik bus dari Terminal Maospati – terminal bus Magetan – naik mobil L300 ke Ngerong – Cemoro Sewu (Pos 0). Setelah itu lanjutkan menuju Pos 1 yang banyak didominasi ladang sayur mayur dengan akses datar dan lebar.

Namun usaha keras harus dikeluarkan karena setelah masuk Pos 1 di Gunung Lawu, kamu akan menemukan tanjakan menyempit yang cukup menantang. Pepohonan pinus dan perdu akan selalu menemanimu dari Pos 1 sampai Pos 3. Perjalanan hingga ke Pos 4 masih terus menanjak dengan ketinggian 2600 mdpl serta banyak ditemukan ngarai dan lembah dengan perdu-perdunya yang lebat.

Pendakian akan segera tiba di Pos 5 Gunung Lawu atau sering disebut dengan Cokro Srengenge, yaitu hamparan padang rumput yang cukup luas. Perjalanan masih harus dilanjutkan hingga kamu bisa istirahat sejenak di Sumur Jolotundo. Sumur Jolotundo ini berupa gua vertikal dengan sumber mata air di dalamnya. Oh ya, di dekat sumur terdapat Sendang Derajat dimana airnya konon berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit lho.

Selanjutnya, kamu harus mendaki lagi dengan melingkari puncak gunung hingga tiba di Hargo Dalem. Tempat ini adalah petilasan Prabu Brawijaya ke-5 serta makam Sunan Lawu. Kamu dapat istirahat sejenak baru kemudian melanjutkan perjalanan hingga tiba di Hargo Dumilah atau Puncak Gunung Lawu.

 

Pendakian Gunung Lawu lewat Cemoro Kandang

Travelers, kamu bisa melalui jalur ini dari Jogjakarta dan Jawa Tengah dengan rute : naik bus dari Terminal Solo – Palur – Karanganyar Tawangmangu – ganti kendaraan L300 menuju ke Cemoro Kandang. Di sini kamu dapat beristirahat sejenak sebelum memulai pendakian. Jalur Cemoro Kandang tidaklah ekstrim menanjak namun lebih banyak melingkari lereng bukit, mulai dari Pos 1 – Pos 4 dengan lebih banyak pepohonan perdu, pinus, lamtoro gunung, dan pakis.

Setibanya di Pos 4, kamu akan menjumpai Cokro Srengenge hingga akhirnya menemukan jalur yang sama dengan Cemoro Sewo di Hargo Dalem. Selanjutnya kamu akan memasuki kawasan Pasar Dieng yang sering dikenal dengan ‘Pasar Setan’. Wah, ada pasar di atas gunung? Bukan, pasar di Gunung Lawu ini bukan pasar seperti yang sering kita temui untuk berbelanja sayur mayur. Pasar Dieng atau Pasar Setan berupa tanah lapang yang banyak ditumbuhi edelweis. Untuk mencapai Puncak Hargo Dumilah memang cukup menantang karena medannya berupa bebatuan sehingga kamu harus sangat berberhati-hati.

Banyak warung di Gunung Lawu!

Gunung Lawu menjadi favorit para pendaki pemula, salah satunya karena jalur yang tidak terlalu rumit seperti gunung lainnya, dan di sini juga ditemukan banyak warung. Iya, kali ini warung beneran, bukan ‘pasar’ seperti Pasar Setan.Tak perlu membawa terlalu banyak bekal ataupun harus memasak karena ada beberapa penjual yang mendirikan warung di sekitar puncak. Salah satu yang paling populer adalah Warung Mbok Yem di Puncak Hargo Dalem yang kerap dipakai bermalam para pendaki, sebelum esok harinya naik ke puncak untuk menyaksikan golden sunrise yang sangat indah, seolah matahari keluar dari lautan awan lembut di bawah kita.

Menu di warung memang tak terlalu beragam, cukup pecel dan soto sederhana yang pasti terasa lezat sekali karena kamu pasti lapar, kan? Kalau tak berminat dengan menu tersebut, selalu ada mi instan maupun pop mi dan snack lainnya yang dijual di warung Mbok Yem, maupun warung lainnya yang dapat kamu temukan di pos 3 dan setelah pos 4 Gunung Lawu

Puncak Hargo Dumilah Gunung Lawu

Gunung Lawu

foto: wisataarea.blogspot.com

Travelers, sesampainya di puncak Gunung Lawu, kamu akan melihat sebuah Tugu Trianggulasi. Tidak hanya itu, persembahan berupa bunga-bunga, dupa, serta makanan juga cukup berserakan. Jangan heran ya travelers karena gunung ini memang punya aroma mistis sehingga tidak hanya pecinta alam saja yang datang, tetapi juga mereka yang ingin mendapatkan wangsit atau bahkan pesugihan.

Dari atas ketinggian Gunung Lawu, kamu bisa melihat Telaga Kuning yang merupakan kawah tua Gunung Lawu. Arahkan pandanganmu ke arah timur, di sana berdiri dengan kokohnya si Gunung Wilis. Sedangkan di arah barat Gunung Merbabu dan Merapi terlihat menjulang tinggi. Kalau cuaca lagi bagus, kamu pun bisa mengagumi keagungan Gunung Arjuno dan Gunung Semeru di sisi timur jauh.

Mendaki gunung memang seperti candu. Sekali berhasil menaklukan satu gunung, pasti segera menentukan target selanjutnya. Iya ‘kan travelers? Yang penting, siapkan bekal yang cukup dan jaga kondisi tubuh tetap prima agar pendakian kalian lancar. Dan ingatlah selalu untuk menjaga kebersihan dan menghormati tiap makhluk Tuhan selama kalian mendaki gunung agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

(Visited 1,264 times, 1 visits today)

Comments

To Top