Destinasi

Kisah Mistis di Tengah Eksotisme Pantai Watu Ulo

pantai-watu-ulo

Pantai Watu Ulo adalah salah satu destinasi wisata andalan yang dimiliki Jember. Cerita mistis di balik ekotisnya keindahan pantai membuat banyak pengunjung tertarik menginjakkan kaki di pantai ini.

pantai-watu-ulo

foto : http://wisatakuliner.com/

Adalah batu karang yang bentuknya mirip ular yang terurai dari bibir pantai hingga tepi laut yang menjadi daya tarik wisatawan Pantai Watu Ulo. Selain itu, ombak yang tidak begitu besar serta hamparan laut berwarna biru semakin menambah pesona Pantai Watu Ulo.

Tapi, mungkin banyak dari pelancong yang bertanya-tanya mengapa pantai ini dinamai Pantai Watu Ulo.

 

Legenda Pantai Watu Ulo

Seperti halnya pantai selatan yang memiliki kisah mistis seputar penunggunya, penamaan Pantai Watu Ulo juga ternyata tidak sembarangan. Secara harfiah, watu ulo berasal dari bahasa Jawa, watu berarti batu, sementara ulo artinya ular. Nah, Pantai Watu Ulo berarti pantai batu ular.

Masyarakat setempat percaya rangkaian batu karang di Pantai Watu Ulo adalah jelmaan ular yang ukurannya begitu besar. Konon, kawasan pantai ini dulunya dikuasai oleh Nogo Rojo yang berwujud ular raksasa.

pantai-watu-ulo

foto : pasirpantai.com

Nogo Rojo menguasai pantai ini dan memakan segala yang ada di sekitarnya, sampai-sampai masyarakat tidak mendapat makanan di sana. Kemudian muncul anak angkat Nini dan Aki Sambi, yang bernama Raden Said dan Raden Mursodo.

Kedua putra tersebut kemudian memancing di tempat Nogo Rojo tinggal. Sayang, tak ada makanan tersisa karena seluruhnya telah dimakan si ular raksasa. Raden Mursodo akhirnya berhasil mendapat ikan yang disebut ikan mina.

Ikan mina menolak dijadikan santapan dan meminta dilepas kembali. Sebagai imbalan, ikan mina bersedia memberikan sisik yang bisa berubah menjadi emas. Sepakat dengan perjanjian tersebut, ikan mina kembali dilepas ke laut.

Namun setelah dilepas, ikan mina justru menjadi santapan Nogo Rojo. Karena geram dengan si ular raksasa, Raden Mursodo bertarung melawan Rojo Nogo dan membelah tubuhnya menjadi tiga.

Belahan tubuhnya inilah yang kemudian dipercaya menjadi batu-batu di Pantai Watu Ulo. Dan saat ini, di pinggir Pantai Watu Ulo tampak gugusan batu yang bentuknya seperti tubuh ular yang sangat besar. Panjang serta berlekuk bahkan permukaannya seperti bersisik, dengan warna cokelat tua dan cokelat muda.

Selain itu, ada legenda lain yang mengatakan batu tersebut adalah ular raksasa utusan Ajisaka yang sedang bertapa. Hingga sekarang ular tersebut masih bertapa di pantai laut selatan dan diyakini akan bangkit saat waktunya tiba untuk kemudian menjadi penguasa Jawa atau Indonesia.

Legenda-legenda tersebut sampai sekarang tidak terbukti kebenarannya. Tapi meski begitu, kisah mistis ini tak menghilangkan eksotisme Pantai Watu Ulo yang kerap ramai dikunjungi traveler domestik maupun mancanegara.

 

Lokasi Pantai Watu Ulo

Pantai Watu Ulo berada di Desa Sumberejo, kecamatan Ambulu atau kurang lebih 40 kilometer dari kota Jember ke arah Selatan.

Terdapat dua jalur yang bisa dilalui untuk menuju ke Pantai Watu Ulo. Jika pengunjung dari arah Surabaya, maka bisa menggunakan jalur ke arah Pasuruan lalu diterukan hingga ke Probolinggo, Lumajang, Tanggul, Jember, Ambulu sampai akhirnya tiba di Pantai Watu Ulo.

Tapi jika datang dari arah Denpasar, wisatawan bisa mengarah ke Banyuwangi, Jember, Ambulu lalu kemudian sampai di Pantai Watu Ulo.

Pantai Watu Ulo akan makin ramai di hari Raya Idul Fitri, karena setiap tanggal 1 hingga 10 bulan Syawal, selalu digelar Pekan Raya di pantai ini dengan menyajikan berbagai hiburan dan penjualan hasil kerajinan para nelayan.

Tepat pada hari ketujuh bulan Syawal, Pantai Watu Ulo juga menjadi tempat penyelenggaraan upacara Larung Sesaji atau pelemparan sesaji ke laut sebagai ungkapan tasa syukur kepada Sang Pencipta.

Jadi, bagi para pecinta wisata alam yang penasaran dengan batu menyerupai ular raksasa, segera agendakan plesiran ke Pantai Watu Ulo ini.

(Visited 8,271 times, 1 visits today)

Comments

To Top