Destinasi

Pantai Siung, ‘surga’ indah pemanjat tebing

pantai-siung-yogyakarta

Plesiran ke Gunung Kidul tak hanya menikmati pantainya. Aktivitas panjat tebing Pantai Siung bakal memberikan pengalaman tak terlupakan untuk traveler penyuka tantangan. Sudah jadi rahasia umum, kawasan Gunung Kidul menyimpan pesona keindahan pantai yang berhasil menyedot perhatian wisatawan, dari dalam maupun luar negeri. Namun mungkin masih banyak yang belum tahu soal panjat tebing Pantai Siung.

pantai-siung-yogyakarta

foto : rentalmobilyogyakarta.net

Lokasi Pantai Siung

Memang, Pantai Siung lokasinya agak terpencil di Gunung Kidul, persisnya di Kecamatan Tepus. Dari kota Yogyakarta traveler harus melewati jalan sepanjang 70 km atau dua jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi, karena sulit menemukan angkutan umum untuk tiba di sini.

Perjalanan panjang mesti ditempuh sebelum merasakan sensasi panjat tebing Pantai Siung. Jalanan menanjak hingga tikungan tajam harus dilewati, sehingga butuh kendaraan dalam kondisi prima. Tapi seperti kata pepatah ‘berakit-rakit dahulu, bersenang kemudian’ kamu bakal dibuat kagum saat tiba di Pantai Siung. Air laut berwarna biru jernih serta pasir putih menyambut kedatangan traveler ke sini.

Namun bukan hanya itu yang menjadi daya tarik Pantai Siung. Justru karang berukuran raksasa yang membuat Pantai Siung memikat para wisatawan. Keindahan batu karang inilah yang menjadi cikal bakal aktivitas panjat tebing Pantai Siung.

Ada 250 jalur pemanjatan untuk panjat tebing di Pantai Siung

Setidaknya ada 250 jalur pemanjatan untuk panjat tebing Pantai Siung dengan tingkat kesulitan dan karakteristik berbeda. Tak heran, kawasan ini menjadi favorit wisatawan khususnya pecinta tantangan untuk memacu adrenalin. Bahkan di akhir pekan, kegiatan panjat tebing Pantai Siung selalu ramai, terutama oleh para mahasiswa pecinta alam yang sering memanfaatkan tempat ini untuk diklat atau latihan.

Penemuan panjat tebing Pantai Siung justru berawal dari orang luar. Yup, di tengah sepinya perekonomian warga Siung akibat pemindahan pasar Winangun dipindah, datanglah kelompok pecinta alam dari Jepang pada 1989 ke kawasan ini. Kagum dengan tebing-tebing yang begitu gagah, mereka kemudian memanfaatkannya sebagai arena panjat tebing. Popularitas panjat tebing Pantai Siung terus menanjak sejak saat itu.

Untuk terus memperkenalkan Pantai Siung kepada wisatawan, digelar kompetisi bertaraf internasional pada 2005 silam, Asian Climbing Gathering, dengan memanfaatkan tebing Pantai Siung sebagai arena. Tak kurang dari 80 perserta dari 15 negara Asia ambil bagian dalam kompetisi panjat tebing Pantai Siung. Hingga kini, banyak pemanjat dari dalam maupun luar negeri antusias menaklukkan tebing di pantai ini.

Nama Pantai Siung pun terus menanjak seiring meroketnya popularitas olahraga panjat tebing. Tak cuma menantang keberanian, panjat tebing Pantai Siung terasa lebih sensasional karena kamu akan disambut deburan ombak sembari menaklukkan tebing-tebing yang gagah.

Untuk menunjang kegiatan panjat tebing Pantai Siung, terdapat sebuah rumah panggung terbuat dari kayu yang cukup diisi hingga 15 orang. Kamu bisa menyewa rumah panggung ini dengan menghubungi warga setempat. Saat pantai mulai ditinggal pengunjung, traveler bisa melihat kawanan kera ekor panjang menuruni puncak tebing untuk bermain-main di pantai.

Biaya Panjat Tebing Pantai Siung

Bagi traveler penyuka tantangan, menyempatkan diri berkunjung ke Pantai Siung wajib dilakukan. Kapan lagi kamu menikmati sensasi panjat tebing sambil disemangati deburan ombak dan semilir angin Pantai Siung? Apalagi, untuk menikmati pengalaman berbeda kamu tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Hanya dengan uang Rp 3.000 kamu sudah bisa masuk ke Pantai Siung, surganya para pecinta panjat tebing. Sementara untuk olahraga panjat tebing itu sendiri tak ada biaya khusus, hanya saja pengunjung wajib membawa perlengkapan keselamatan pribadi.

 

(Visited 195 times, 1 visits today)

Comments

To Top