Destinasi

Wisata keluarga? Ke Pantai Baron di Yogyakarta aja, yuk!

Pantai Baron

Pantai Baron Gunung Kidul menjadi destinasi wisata keluarga yang cukup populer buat warga Yogyakarta dan sekitarnya. Lokasinya yang tidak begitu jauh dari pusat kota serta fasilitas yang lengkap memang menjadi alasan. Ada banyak alasan kenapa Pegipegi ingin mengulik Pantai Baron lebih dalam buat travelers semua. So kalau kamu lagi plesiran ke Yogyakarta bisa mampir ke sana.

Pantai Baron

foto: worldtourismindonesia.blogspot.com

 

Lokasi dan cara menuju Pantai Baron

Pantai Baron Jogja berlokasi di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, Jogjakarta, atau tepatnya dapat dijangkau sejauh 2 – 2,5 jam dari pusat kota Jogja. Travelers bisa pergi ke sana dengan angkutan umum atau kendaraan pribadi seperti mobil dan motor. Kalau memutuskan naik transportasi umum, rutenya adalah : Terminal Giwangan Jogjakarta – naik bus jurusan Jogjakarta – Terminal Wonosari (1 – 2 jam dengan ongkos Rp10.000* per orang) – ganti angkutan kota – Pantai Baron (Rp10.000* per orang).

Kalau travelers pengin menggunakan kendaraan pribadi dari kota Jogjakarta, Pantai Baron dapat ditempuh melalui Wonosari dengan rute : Jogjakarta – Jalan Wonosari (30 km) – Kota Wonosari – Jalan Baron (20 km) – ikuti papan penunjuk jalan yang mengarah ke Pantai Baron. Oh ya, jalur yang melewati Wonosari lebih banyak dipilih karena akses jalan cukup mulus dengan papan penunjuk jalan yang memadai.

Satu lagi travelers, akses menuju ke Pantai Baron dari Jogjakarta ke Wonosari sangat menuntut kecakapanmu dalam berkendara karena jalannya berkelok-kelok dengan tanjakan tajam. Tapi jangan khawatir karena di sepanjang perjalanan kamu bakal ditemani perbukitan kapur, persawahan milik warga, landscape alami yang begitu eksotis serta udara yang masih cukup bersih. Setelah sampai kamu bisa membeli tiket masuk ke Pantai Baron sebesar Rp5.000* per orang, dengan biaya parkir mobil Rp5.000* dan parkir motor Rp2.000*.

Mengeksplorasi cantiknya Pantai Baron

Travelers, salah satu keunikan Pantai Baron yang sudah dikenal luas adalah sungai bawah tanahnya yang memiliki debit air cukup deras dan mengarah langsung ke laut. Seperti halnya sungai-sungai lain, air sungai bawah laut yang berasal dari Gunung Sewu di Pantai Baron ini rasanya tawar dan menyegarkan biarpun lokasinya sangat dekat dengan air laut yang punya rasa asin. Nggak percaya? Kalau gitu coba cicipi saja saat main ke Pantai Baron. Sungai bawah tanah yang membentuk cekungan kolam air tawar ini juga sering dipakai oleh travelers yang tidak mahir berenang karena jauh lebih aman.

Dan kalau travelers hobi banget berburu foto-foto pantai, nggak lengkap rasanya kalau tidak naik ke bukit kapur yang letaknya ada di sekitar pantai. Dari ketinggian, kamu bisa menangkap banyak angle dengan kombinasi lautan luas, perbukitan kapur, perahu-perahu nelayan yang sedang melaut atau disandar di tepi pantai, serta warung-warung dengan berbagai macam menu yang ditampilkan.

Kalau diperhatikan betul-betul dari atas, sebenarnya Pantai Baron hanyalah sebuah teluk dengan bibir pantai yang menjorok ke daratan. Dengan apitan 2 bukit yang mengawal di sisi kanan dan kiri, terlihat sekali kalau dilihat dari atas bentuknya seperti cekungan yang cukup besar. Semilir angin yang berhembus dari arah laut akan cukup terasa saat kamu berdiri di atas bukit.

Bukan hanya itu, pasir yang terhampar di Pantai Baron juga tidak berwarna putih melainkan coklat kehitaman. Ini berarti pasir di pantai ini mengandung pasir besi yang cukup dominan sehingga bila terkena pancaran sinar matahari terlihat berkerlap-kerlip. Dan kalau kamu punya naluri petualang sejati, tentu tidak hanya terpaku pada hempasan ombak saja ‘kan travelers?

Cobalah untuk mengeksplorasi dengan ‘blusukan’ ke bagian kanan pantai, tepatnya di sekitar bukit gamping yang memiliki ceruk. Di tempat ini terdapat gua-gua yang begitu disakralkan oleh masyarakat sekitar. Kamu harus menelusuri lorong-lorong batu yang cukup besar dan terkadang teksturnya tajam lalu melewati jalan setapak yang ada pada sisi bukit dengan jurang cukup dalam pada sisi sebelah kiri.

Memang agak ‘horor’ untuk bisa mencapai gua yang dikeramatkan karena tempat ini sungguh-sungguh perlu perjuangan untuk dijangkau. Letaknya yang diatas bukit menuntut travelers untuk menyusuri kaki bukit dengan ditemani semilir angin serta ceruk-ceruk yang menghampar di sepanjang sisi bukit. Dan tak berapa lama kemudian kamu akan sampai di gua batu gamping dengan dekorasi stalagtit dan stalagmit dengan warna sudah pudar karena sudah mati.

Aroma mistis pun langsung tercium karena memang tempat ini sering digunakan untuk bersemedi. Namun dari sana, travelers akan disuguhi hamparan lautan dari ketinggian dengan warna air kebiruan. Jejeran perahu nelayan dengan warna-warnanya yang meriah juga menjadi pemandangan umum di Pantai Baron. Benar-benar sangat cantik dan terlihat begitu berbeda saat travelers menjepretnya dari atas bukit.

Jadi, ke Pantai Baron kamu wajib naik ke atas tebing karena dari atas pemandangannya sangat cantik dengan view yang lebih luas. Pantainya yang cukup asri dengan suburnya pepohonan kelapa serta berbagai macam kuliner seafood menjadikan Pantai Baron pilihan tepat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga dan sobat-sobat tercinta.

 

Sedekah Laut di Pantai Baron

Seperti halnya pantai-pantai lain di seputaran Jogjakarta, Pantai Baron juga sering dijadikan tempat penyelenggaraan sedekah laut bagi masyarakat setempat tiap tanggal 1 Suro sesuai dengan kalendar Jawa. Acara ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas berkah hasil laut yang berlimpah di Pantai Baron.

Jadi jangan heran ya kalau pas liburan ke Pantai Baron pada tanggal 1 Suro, tempat ini banyak dijejali penduduk yang sedang melakukan upacara sedekah laut. Pantai Baron ini memang menjadi salah satu dari deretan pantai-pantai di bagian selatan Pulau Jawa yang sering digunakan untuk ritual tersebut.

 

Wisata Kuliner di Pantai Baron

Travelers, datang ke Pantai Baron Jogja itu artinya kamu wajib icip-icip olahan seafood hasil tangkapan nelayan. Nggak perlu jauh-jauh karena penjaja makanan terlihat cukup mencolok di sini, yaitu deretan tenda-tenda warung makan di pinggir pantai yang memamerkan berbagai menu. Di sini pilihannya cukup banyak seperti olahan cumi-cumi, bawal, lobster, rajungan, kerang, udang windu, kerapu, tongkol, dan tenggiri. Pengolahannya juga bisa dipilih, seperti dibakar atau digoreng dengan tambahan saos bumbu padang, saos asam manis, saos lada hitam, atau saos merah. Soal harga kamu juga nggak bakalan shock kok.

Kalau di Jakarta dan kota-kota besar, buat 2 orang dengan menu seafood bisa menghabiskan uang lebih dari Rp200.000 ‘kan? Tapi di warung Pantai Baron harganya sekitar Rp150.000* untuk 2 orang dan itu sudah termasuk es kelapa muda. Murmer ‘kan? Soal rasa kamu juga nggak bakalan kecewa kok. Tapi yang juara di sini adalah sop kakap (Rp17.000* per porsi) dan udang goreng.

Tapi, nggak ada salahnya juga kamu bertanya dulu berapa harga per porsi pada sang penjual untuk memastikan kalau harga yang harus dibayar di belakang tidak membuat jantungan. Kamu nggak bakalan menyesal memesan menu tersebut. Dan kalau masih belum puas, travelers bisa memborong ikan asin atau seafood fresh yang baru ditangkap nelayan karena di Pantai Baron terdapat TPI atau Tempat Pelelangan Ikan.

Oh ya travelers, sebelum pulang kamu juga bisa menyempatkan waktu untuk mengitari kios-kios yang memajang souvenir dengan bahan baku dari laut, seperti lampu hias, bingkai foto, cermin dengan ornamen kering, tirai dengan untaian kerang, dan masih banyak lagi. Jangan lupa menawar harga ya travelers agar kamu bisa mengambil banyak item.

Gimana travelers? Asyik juga kan jalan-jalan ke Pantai Baron Gunungkidul? Kalau tertarik, pesan saja dulu tiket pesawat dan booking hotel murah Yogyakarta di Pegipegi.com.

 

Keterangan * : Harga berlaku saat artikel ini dibuat.

(Visited 3,468 times, 1 visits today)

Comments

To Top