Destinasi

Observatorium Bosscha, terancam pindah dari Lembang, Bandung.

Bosscha

Siapa yang tahu Observatorium Bosscha? Ya, salah satu tempat yang patut kamu kunjungi di Lembang, Bandung ini punya peranan penting sebagai satu-satunya tempat yang bisa digunakan sebagai kegiatan penelitian perbintangan, travelers.

Nama Observatorium Bosscha ini makin populer setelah film Petualangan Sherina yang dirilis pada tahun 2000 mendapat sambutan yang luar biasa dari para penikmat film. Tidak sedikit anak-anak yang ingin mengunjungi tempat penelitian ini setelah menonton film Petualangan Sherina itu. Di sini juga kamu bisa melihat cara kerja teropong Zeiss yang sangat besar itu, travelers.

Bosscha

youthyakarta.com

Observatorium Bosscha dibangun sejak zaman Hindia Belanda dan termasuk tempat peneropongan bintang yang paling tua di Indonesia. Usia Observatorium Bosscha memang tak lagi muda, sudah 88 tahun, tapi meski begitu, bangunan beratap kubah ini masih tampak kokoh, travelers. Melalui teropong yang ada di dalam gedung, kamu bisa secara langsung melihat pesona objek-objek angkasa.

Tapi, satu hal yang harus kamu ketahui sebelum berkunjung ke Obsevatorium Bosscha adalah, tempat ini bukan tempat wisata melainkan tempat penelitian. Karena itu, banyak yang mesti kamu perhatikan tentang peraturan kunjungan ke Observatorium Bosscha.

Observatorium Bosscha sendiri menawarkan dua jenis kunjungan, travelers, yaitu kunjungan siang dan malam. Mau tahu apa saja persyaratan untuk berkunjung ke Observatorium Bosscha? Yuk simak ulasannya berikut ini.

Kunjungan siang Observatorium Bosscha

Mengunjungi Observatorium Bosscha pada siang hari bisa dilakukan setiap Selasa sampai Jumat, sementara untuk hari Senin, Observatorium Bosscha tutup karena dilakukan perawatan terhadap teleskop yang ada, travelers. Kunjungan siang di hari kerja juga hanya diperuntukkan bagi rombongan sekolah atau instansi tertentu dengan minimal 25 orang peserta dan harus dengan perjanjian terlebih dahulu, travelers.

Harga tiket untuk kunjungan siang ke Observatorium Bosscha cukup murah, travelers, hanya dengan Rp 7.500 kamu sudah bisa mendapatkan banyak informasi soal perbintangan.

Banyak sekali yang bisa kamu dapatkan dalam kunjungan ke Observatorium Bosscha di siang hari, termasuk melihat teleskop Zeiss yang menjadi andalan di sini, travelers. Seorang pemandu akan memberikan informasi secara jelas mengenai cara kerja teleskop terbesar dari total lima teleskop di Obsevatorium Bosscha ini.  Selain itu, pengunjung juga akan dijelaskan mengenai informasi astronomi di ruang multimedia yang telah disediakan

Sayangnya, kalau kamu berkunjung ke Observatorium Bosscha di siang hari, kamu nggak bisa melakukan peneropongan bintang, travelers. Maka dari itu, banyak pengunjung yang lebih memilih kunjungan di malam hari agar bisa langsung melihat bintang-bintang dengan teleskop Bamberg atau Unitron yang telah disediakan.

Kunjungan malam Observatorium Bosscha

Nah, kalau kamu tertarik meneropong bintang, sempatkan waktu berkunjung ke Observatorium Bosscha di malam hari, travelers. Di hari kamis dan jumat malam setiap bulannya pada periode April hingga Oktober, Observatorium Bosscha membuka kunjungan mulai pukul 17:00 – 20:00 WIB.

Jika berkunjung saat langit cerah, kamu nggak hanya bisa melihat kemegahan teleskop Zeiss dan mendapatkan informasi soal astronomi di ruang multimedia, tapi kamu juga bisa mengamati bulan serta objek lainnya dengan menggunakan teleskop Unitron dan Bamberg di Observatorium Bosscha, travelers!

Cukup merogoh kocek Rp10.000 per orang, kamu bisa merasakan serunya meneropong bintang di Observatorium Bosscha pada malam hari.

polusi cahaya bandung

liburananak.com

Kondisi terkini Observatorium Bosscha

Terlepas dari pentingnya fungsi Observatorium Bosscha – termasuk sebagai tempat untuk menentukan hilal menjelang Idul Fitri – keberadaan gedung tua ini mulai terancam travelers. Lembang, Bandung, yang menjadi tempat berdirinya Obseratorium Bosscha mengalami perkembangan pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Hutan-hutan kecil dan area pepohonan yang tertutup kini berubah menjadi area bisnis, pemukiman atau vila yang bersifat komersil, travelers. Karena banyaknya intensitas polusi cahaya dari kawasan pemukiman, kegiatan peneropongan dan penelitian di Observatorium Bosscha menjadi terganggu.

Untuk itu, banyak peneliti menganggap Observatorium Bosscha di Lembang tak lagi layak dijadikan tempat penelitian karena kondisi lingkungan yang sudah tidak memungkinkan lagi. Dan wacana pemindahan pun sempat menggema. Menurut berita yang beredar, kabarnya Observatorium Bosscha akan di pindahkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sangat disayangkan memang, padahal Observatorium Bosscha di Lembang ini termasuk cagar budaya yang harus dilindungi keberadaannya.

(Visited 1,270 times, 1 visits today)

Comments

To Top