Destinasi

Nyamannya Bersepeda di Kota-kota ini

Jika travelers bertanya-tanya apa saja kota yang paling nyaman untuk bersepeda, jawabannya tidak akan jauh dari sejumlah kecil kota di wilayah barat daya eropa.

Copenhagnize, sebuah grup advokasi bersepeda dari Denmark, menegaskan jawaban tersebut dengan sebuah daftar berisikan 20 tempat paling bersahabat untuk penggemar gowes. Lebih dari separuh dari daftar tersebut berada di negara Belanda, Prancis, Jerman, dan Denmark.

Toh, daftar tersebut sebenarnya masih dapat diperluas. Berikut beberapa kota di dunia yang dianggap paling nyaman untuk bersepeda, disadur dari CNN.

Utrecht, Belanda

utrecht

Sepertinya bukan rahasia kalau kota Amsterdam di Belanda dikenal sebagai rumah bagi alat transportasi kayuh beroda dua ini. Namun, ada satu kota lagi di Belanda yang dapat membanggakan diri sebagai kota yang ramah untuk sepeda: Utrecht.

Hampir 50% dari alat transportasi yang digunakan di Utrecht adalah sepeda, dengan lebih dari 12.500 lahan parkir sepeda, menjadikannya yang terbesar di dunia.

Bersepeda di Utrecht sangat umum, dan penggunanya pun diperlakukan sama dengan pejalan kaki, lengkap dengan jalur khusus agar keamanan dan kenyamanan terjaga.

Anak kecil dan remaja mengendarai sepeda di pusat kota merupakan pemandangan yang sangat umum terlihat, dan mereka menikmatinya sebagai keseharian yang menyenangkan bersama keluarga. Sebuah fakta yang cukup sulit dicerna wisatawan dari kota-kota metropolitan dunia.

Sevilla, Spanyol

sevilla

Pada 2006, pemerintah kota Sevilla mengambil sebuah keputusan penting: menghimbau masyarakatnya untuk mulai menggunakan sepeda sebagai alat transportasi alternatif utama.

Bukan tanpa alasan kuat, karena Sevilla sudah mencapai puncak kemacetan tertinggi. Dalam satu hari, ibukota Andalusia ini mengalami 4 periode jam macet, yang tentunya bisa membuat frustasi pengendara.

Tentu saja program bersepeda dari pemerintah langsung mendapat respon negatif. Spanyol tidak memiliki tradisi bersepeda, dan tidak ada yang cukup nekat untuk memilih sepeda sebagai transportasi ketika musim panas di wilayah beriklim terpanas di eropa ini.

Penolakan masyarakat tidak mengubah pendirian pemerintah, yang membangun jalur sepeda sepanjang 50 mil dalam satu tahun, dan mendirikan penyewaan sepeda berlangganan bernama Sevici.

Usaha tersebut ternyata tidak sia-sia. Kini jalur khusus sepeda di Sevilla telah mencapai 80 mil, dan dalam 6 tahun, tingkat penggunaan sepeda sebagai transportasi meningkat dari di bawah 0.5% menjadi 7%.

Montreal, Kanada

montreal

Kota Montreal di Kanada sudah cukup lama memberi perhatian khusus bagi pengguna sepeda. Sejak era 1980an hingga kini, jalur sepeda di Montreal telah mencapai 400 mil. Penggunaan sepeda sebagai alat transportasi berkembang pesat salah satunya karena Bixi, sepeda berlangganan yang juga telah diadaptasi kota Paris dan London.

Lebih dari separuh populasi orang dewasa di Montreal menggunakan sepeda paling tidak satu kali seminggu. Ironisnya, jumlahnya tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan pemerintah.

Hanya sekitar 2% dari jalur yang tersedia yang bisa dilalui sepeda. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, karena himbauan menggunakan sepeda ternyata menghasilkan dampak di luar ekspektasi dan tidak diimbangi fasilitas pendukung. Masih banyak pengguna sepeda yang terpaksa melalui jalur-jalur padat yang bisa membahayakan mereka.

Kopenhagen, Denmark

copenhagen

Berangkat kerja atau sekolah menggunakan sepeda adalah hal biasa di Kopenhagen. Lebih dari separuh penduduk ibukota Denmark ini sehari-harinya mengayuh ke seluruh penjuru kota. Dengan jumlah sepeda yang mencapai 650.000, populasi si roda dua ini melebihi manusia di Kopenhagen.

Lalu lintas Kopenhagen yang cukup lancar dan tata kota yang sederhana membuatnya cocok untuk bersepeda. Wisatawan pun dapat menyewa sepeda dan berkeliling tanpa harus khawatir terganggu kendaraan lain.

Denmark juga memiliki Kedutaan Bersepeda Denmark resmi yang rutin menghimbau pengembangan infrastuktur sepeda. Kampanye fasilitas dan jalur bersepeda yang aman kerap disebarkan ke seluruh dunia. Pendiri Copenhagenize yang sudah disebut di atas, Mikael Colville-Andersen, mendedikasikan waktu kerjanya untuk menyarankan kota-kota lain meniru apa yang telah dilakukan Denmark untuk pengguna sepeda.

Berlin, Jerman

berlin

Dibanding Belanda atau Denmark, Jerman terbilang kurang wah jika membicarakan penggunaan sepeda di kota-kotanya. Namun, sang ibukota, Berlin adalah contoh bagus.

Untuk kota yang mengalami musim dingin panjang, dan tradisi memproduksi mobil mewah dan canggih, Berlin punya statistik yang impresif. Sekitar 13% dari kendaraan yang lalu lalang di dalam kota adalah sepeda. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dalam 20 tahun terakhir. Sementara di wilayah luar kota, pengguna sepeda sekitar 20%.

Berlin sendiri memiliki tata kota yang menguntungkan pengendara sepeda. Jalanan umumnya sangat luas, dan datarannya rata, konsekuensi dari perang dunia ke-2 yang menghancurkan lanskap.

Kebanyakan penduduk Berlin tinggal di apartemen, menyulitkan untuk membawa sepeda. Namun biasanya apartemen-apartemen di Berlin dibangun dekat dengan lapangan luas, sehingga penyimpanan sepeda bisa dikatakan aman.

Portland, Oregon

portland

Portland memiliki lebih dari 65 mil jalur sepeda, 30 mil jalan boulevard bebas macet, dan 175 mil jalan utama khusus sepeda. Semuanya dinikmati oleh 8% jumlah penduduk yang menggunakan sepeda sebagai transportasi utama, dan 10% sebagai transportasi sekunder.

Menurut Brian Zeck, manajer River City Bicycles di Portland, Portland memiliki suasana dan sentuhan eropa berkat perhatiannya kepada sepeda.

Brian Zeck menjelaskan, pondasi untuk pembangunan infrastuktur sepeda dalam kota sudah ada sejak 20 tahun lalu. Perkembangannya berjalan secara alami dan telah menjadi budaya kota. Portland bahkan memiliki program Bicycle Plan 2030, yang memiliki tujuan memperbanyak jaringan pengguna sepeda, mengurangi batas kecepatan kendaraan di sejumlah jalan, dan menambah lahan parkir sepeda.

Rencana teranyar dan paling menarik mungkin adalah pembukaan Tilikum Crossing, Bridge of People pada 2015 mendatang. Jembatan ini berdiri di atas Sungai Willamette, menghubungkan sisi timur dan barat kota. Rencananya, jembatan ini hanya akan dilalui kendaraan umum seperti kereta, bis, sepeda, dan pejalan kaki. Kendaraan pribadi dilarang melewatinya.

Tokyo, Jepang

tokyo

Agak sulit dipercaya jika kota metropolitan seperti Tokyo masuk dalam daftar ini. Dengan jumlah penduduk lebih dari 13 juta jiwa dan pemukiman yang padat, cukup mengherankan jika 14% mode transportasi yang digunakan adalah sepeda.

Untuk perjalanan jarak dekat, penduduk tokyo memang lebih memilih sepeda. Banyak alasan untuk ini, di antaranya adalah keharusan memiliki tempat parkir mobil pribadi di dalam kota, yang umumnya sangat mahal.

Kenyataannya memang hanya sedikit yang menggunakan sepeda ke kantor. Jarak yang jauh dan efektivitas sistem transportasi masal menjadi alasan. Meskipun begitu, sepeda adalah pilihan favorit di pemukiman sekitar pusat kota. Sepeda pun diijinkan melewati jalur pejalan kaki seperti trotoar atau jalan setapak.

Tidak mengherankan jika pengguna sepeda di Tokyo cenderung berkecepatan rendah, menjaga jarak terutama dari pejalan kaki, terutama mereka kaum pekerja yang dituntut serba cepat.

Bogota, Kolombia

bogota

Jumlah mobil yang terus bertambah, populasi udara, serta kenyataan hanya 5% penggunaan sepeda di dalam kota, membuat nama Bogota patut dipertanyakan dapat masuk dalam daftar ini.

Namun, ada satu hal yang membuat Bogota layak dipertimbangkan: usaha. Dengan jumlah penduduk yang mendekati 9 juta jiwa, mantan walikota Bogota, Enrique Penalosa, di awal pemerintahannya membatalkan pembangunan sebuah jalan tol dalam kota. Ia justru memulai program jalur sepeda sepanjang hampir 200 mil, dan dalam waktu dekat, penyewaan sepeda.

Waktu paling tepat untuk bersepeda adalah setiap hari minggu, di mana sebuah jalan sepanjang 70 mil ditutup, dan menjadi jalur khusus pejalan kaki dan sepeda. Program ini diberi nama Ciclovia. Hal serupa juga anda temui pada Car Free Day di beberapa kota di Indonesia.

(Visited 880 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top