Destinasi

Nusa Penida, Surga Wisata Alam Anti Mainstream di Pulau Dewata, Bali

Bali selalu bikin kita kangen buat kembali lagi. Dengan panorama alam yang cantik dan sisi budaya yang unik, Pulau Dewata seakan nggak berhenti buat membius para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Tapi, Bali nggak cuma Kuta, Seminyak atau Ubud aja, lho. Soalnya, ada banyak banget spot wisata alam yang jauh lebih indah dan menawan, salah satunya Nusa Penida.

Dengan luas mencapai 202 kilometer persegi, Nusa Penida, yang terletak di bagian Tenggara Bali ini, punya kondisi geografis yang cukup unik. Di mana, para wisatawan dapat menemukan bukit-bukit dengaan vegetasi alam hijau yang cukup sejuk. Apalagi, dengan garis pantai mencapai 80 kilometer, potensi wisata pantainya seakan menyatu dengan wisata alam yang ada di darat.

Sebagai salah satu dari tiga pulau kecil paling ngetop di Bali, selain Nusa Ceningan, dan Nusa Lembongan, Nusa Penida punya banyak spot menarik untuk ditawarkan. Mulai dari berjemur di pinggir pantai, hingga berburu mata air yang segar, semuanya bisa dilakukan dalam sehari mengingat pulau yang satu ini nggak terlalu besar.

Banyak wisatawan domestik maupun mancanegara yang rela menghabiskan banyak waktu di sini. Maklum, Perairan pulau Nusa Penida terkenal dengan kawasan selamnya di antaranya terdapat di Crystal Bay, Manta Point, Batu Meling, Batu Lumbung, Batu Abah, Toyapakeh dan Malibu Point.

Pemandangan Bawah Laut Memesona

Selain itu, wisata lepas pantai di Nusa Penida sangat memikat hati siapapun yang datang ke sini. Salah satu spot yang menarik minat adalah Pantai Kelingking.

Pantai yang satu ini memiliki tebing karang melekuk dan menjorok ke dalam laut, mirip leher Tyrannosaurus Rex (T-Rex). Tebing itu berpadu sempurna dengan karang kecil, sehingga membentuk pemandangan yang memukau. Tebing-tebing ini pun ditutupi tanaman hijau yang sangat menyegarkan pandanganmu, cocok jadi latar belakang foto yang bisa diambil dari atas bukit.

Pantai Kelingking memiliki diving spot bernama Manta Point. Di sana kamu bisa menyelam ke bawah laut dan melihat kecantikan ikan Manta (ikan pari terbesar di dunia) sekaligus berenang bebas bersamanya.

Jika sudah puas berburu foto, wisatawan biasanya diarahkan ke salah satu spot penting di Nusa Penida, Bukit Molenteng. Berada di Banjar Pelilitan, Bukit Molenteng menawarkan pemandangan alam yang menarik untuk dikulik. Di sana, ada beberapa gugusan tebing indah yang dibalut dengan pepohonan hijau.

Terdapat beberapa teluk yang memiliki pasir putih lembut di bawahnya. Namun, banyak turis memilih untuk mendaki bukit demi dapat menikmati panorama dari atas, lho!

Deretan gugusan pulau kecil di Bukit Molenteng mengingatkan kita akan kawasan Wayag di Raja Ampat. Nggak heran, Bukit Molenteng sering disebut sebagai Raja Ampat khas Bali yang nggak kalah mengagumkannya.

Nah, kebanyakan turis memilih waktu pagi dan sore hari buat main ke Bukit Molenteng. Lantaran kawasan wisata ini cocok buat melihat sunset maupun sunrise dengan latar belakang lautan lepas yang mengesankan.

Meski medannya berbatu dan banyak anak tangga yang harus ditaklukan, Bukit Molenteng bakal memberikan pengalaman seru buat kamu yang liburan ke Bali sendiri maupun sama keluarga

Selain kedua tempat tadi, Nusa Penida juga memiliki beberapa spot wisata yang nggak kalah bagusnya. Di antara lain:

Crystal Bay

Sesuai dengan namanya, Crystal Bay memiliki air laut yang bening layaknya kristal. Berjarak sekitar 15 kilometer dari Pelabuhan Nusa Penida, Crystal Bay hadir dengan hamparan pasir yang sangat luas, dengan garis pantai mencapai satu kilometer. Dan, terlihat makin indah karena dikelilingi gugusan atol kecil serta bukit hijau yang menyegarkan pandangan. Berkunjung ke Crystal Bay Nusa Penida, wisatawan bisa merasakan suasana yang sangat tenang karena pantai ini masih terbilang sepi.

Blue Lagoon

Layaknya film The Beach, Blue Lagoon menawarkan pemandangan cantik sebuah karang yang memiliki lubang di tengah. Dengan air laut berwarna biru toska, Blue Langoon menjadi spot favorit bagi wisatawan yang ingin berburu foto yang Instagenic. Cocok dikunjungi saat matahari atas puncak horizon, kamu bisa melihat hamparan terumbu karang secara jelas dari atas bukit karang.

Angel’s Billabong

Bisa dibilang, Angel’s Billabong adalah salah satu muara utama sungai di Nusa Penida. Nggak heran, pertemuan laut dan bibir sungai menciptkan banyak sekali batu karang cantik. Cerukan-cerukan indah hadir bersama kolam cantik yang bikin kamu betah bersantai seharian di Nusa Penida.

Pantai Pasih Uug

Cuma ada satu kata yang dapat menggambarkan Pantai Pasih Uug, luar biasa. Pesona alam ala Pantai Pasih Uug bakal bikin kamu jatuh hati. Sambil berburu sunset dari salah satu spot tertingginya, kamu bakal dimanjakan dengan deburan ombak yang melintasi tebing dengan lubang di tengahnya.

Pura Dalem Ped

Seperti kebanyakan daerah di Pulau Dewata, Nusa Penida juga punya koleksi pura yang sakral. Salah satu yang wajib dikunjungi adalah Pura Dalem Ped. Berstatus sebagai Pura Kahyangan Jaga, pura ini sangat ramai dikunjungi oleh umat Hindu untuk memohon keselamatan serta ketenangan.

Goa Giri Putri

Dengan panjang 262 meter, Goa Giri Putri menyimpan kisah menarik yang patut untuk dikulik. Keindahan stalagmit dan stalagtit membuat goa ini sangat spesial untuk dijelajah. Goa Giri Putri termasuk spot sakral di Nusa Penida karena goa ini menjadi tempat pemujaan terhadap Dewa Siwa.

Peran Penting Bagi Bali

Layaknya pulau ikonik lainnya, Nusa Penida menyimpan sejarah panjang yang menarik buat dikulik. Salah satunya soal fakta kalau Nusa Penida menjadi gerbang masuk aktivitas perdagangan di Bali dahulu kala. Ini dibuktikan dari penelitian sejarawan Ida Bagus Sidemen, Penjara di Tengah Samudra: Studi tentang Nusa Penida sebagai Pulau Buangan.

Studi tersebut menyebutkan kalau Raja Sri Wira Kesari Warmadewa, pimpinan dari Dinasti Warmadewa yang berkuasa di abad 10 menggunakan Nusa Penida sebagai simbol kemenangan Bali atas Lombok yan sempat berkonflik.

Saat itu, Nusa Penida telah dihuni oleh orang-orang dari Lombok. Mereka telah membangun sebuah pemerintahan di sana. Ketika berhasil ditundukan, Bali segera menempatkan orang-orangnya untuk menempati pemerintahan di Nusa Penida. Digunakanlah pulau ini sebagai salah satu basis perdagangan daerah Bali.

Saking kokohnya, Nusa Penida sempat mendirikan negeri sendiri di abad 17, lewat pimpinan Ratu Sawang. Mendengar adanya pembelotan, Dalem Waturenggong yang merupakan raja dari Kerajaan Gelgel, penguasa penuh Bali menyerang dan merebut kembali kekuasaan di Nusa Penida.

Nusa Penida mencapai titik nadirnya kala Bali terpecah ke dalam kerajaan-kerajaan kecil. Nusa Penida dinyatakan sebagai bagian dari wilayah kerajaan Klungkung di bawah kekuasaan I Dewa Agung Putra berikrar atas pengaruhnya di Nusa Penida.

Kerajaan Klungkung dan beberapa sekutunya seperti Gianyar, dan Bangli, menjadikan Nusa Penida penjara utama bagi para pelanggar hukum yang dijatuhi hukuman pengasingan seumur hidup. Nusa Penida dipilih karena keadaan alamnya dianggap dapat menyengsarakan para terhukum.

Kondisi pulau yang kering dengan musim kemarau panjang, ditambah benteng laut di sekelilingnya yang berarus deras disertai gelombang besar, membuat para raja yakin siapapun nggak akan bertahan hidup di sana.

Terlepas dari masa lalu yang sedikit kelam, Nusa Penida punya peran yang sangat penting bagi Kerajaan Klungkung karena secara ekonomi wilayah tersebut menjadi tempat ditanamnya beberapa komoditi ekspor, seperti kacang merah, jagung, ternak sapi dan babi, serta tenun. Makanya nggak heran kalau dulu, kapal-kapal dagang yang akan masuk ke Bali pasti mampir ke Nusa Penida terlebih dahulu.

Akses dan Akomodasi Mudah

Soal akses, ada banyak pilihan bisa kamu ambil untuk menuju ke Nusa Penida. Salah satu yang menjadi favorit adalah menumpang kapal cruise, fast boat, maupun kapal Ro-Ro (roll on – roll off) Nusa Jaya Abadi dari Sanur dengan tiket pulang-pergi Rp150 ribuan.

Perjalanan airnya sendiri berdurasi 30-60 jam, tergantung kondisi cuaca. Jika cerah, kamu bisa melihat dengan jelas Nusa Penida dari kejauhan, pun sebaliknya.

Nusa Penida sendiri memiliki beberapa pelabuhan yang siap menyambut kamu di sana. Mulai dari Pelabuhan Toya Pakeh, Pelabuhan Buyuk, Pelabuhan Nusa Penida, Pelabuhan Mentigi, Pelabuhan Sampalan, Pelabuhan Lembongan dan Pelabuhan Tangland. Khusus di Tangland, kamu bakal langsung disambut dengan hamparan air laut yang jernih sekali.

Kalau ingin bermalam, Nusa Penida menawarkan beberapa homestay hingga bungalow yang dikelola warga sekitar maupun pendatang. Dengan bujet di bawah Rp400 ribuan, kamu sudah bisa mendapatkan penginapan yang nyaman dan juga romantis, dengan pemandangan alam di baliknya. Kamu bisa cek di sini, ya!

Pengin main ke Bali? Yuk, pesan tiket pesawat ke Bali, dan cari hotel murah di Bali lewat Pegipegi! Selamat liburan!

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top