Event & Festival

Nostalgia Lomba-lomba Khas 17 Agustus-an

17an-472x394

Travelers, berasa nggak sih kalau perayaan Kemerdekaan Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 Agustus kini semakin kehilangan greget? Sepertinya semakin sedikit warga yang ikut berpartisipasi dalam perayaan kemerdekaan. Perumahan-perumahan pun tidak semuanya mengadakan lomba-lomba khas 17 Agustus-an.

Supaya perayaan kemerdekaan tahun ini lebih seru, kenapa kamu nggak mengadakan sendiri lomba-lomba tersebut, travelers? Ajak keluarga, teman dan saudara-saudara kamu untuk seru-seruan lomba balap karung, tarik tambang dan sebagainya. Selain menambah semarak perayaan 17 Agustus, kamu juga bisa bernostalgia dengan lomba-lomba tersebut.

Nah, untuk persiapan lomba, ada baiknya nih kamu simak dulu pembahasan Pegipegi seputar lomba khas perayaan 17 Agustus. Beberapa lomba itu ternyata punya makna yang dalam lho.

 

Memasukkan Paku dalam Botol

Untuk melakukan lomba ini, kamu memerlukan peralatan sederhana seperti paku, benang dan botol kosong. Ikat paku dengan benang dan talikan di bagian belakang celana peserta lomba sehingga menggantung. Para peserta lomba harus membelakangi botol dan berusaha memasukkan paku ke dalam botol.

Lomba ini membutuhkan ketenangan dan kestabilan tubuh kamu, travelers. Karena kamu hanya memiliki sudut sempit untuk melihat apakah paku sudah masuk ke dalam botol atau belum. Jadi, usahakan tubuh kamu tidak banyak bergerak ketika memasukkan paku agar tidak melenceng kemana-mana.

 

Sepakbola Sarung

Demam Piala Dunia 2014 memang sudah menghilang, tapi toh sepakbola selalu menjadi olahraga yang paling digemari masyarakat Indonesia. Lomba ini pasti akan disukai teman, keluarga atau saudara kamu yang cowok.

Tapi, bukan berarti cewek nggak boleh ikutan lho. Kamu bisa membedakan peserta cowok menggunakan sarung sementara peserta cewek menggunakan daster. Asyik kan, travelers? Asal jangan terlalu serius ya mainnya, ingat lho, lomba ini hanya untuk seru-seruan J

 

Membawa Kelereng dengan Sendok

Kalau keluarga dan teman-teman kamu punya banyak anak kecil, lomba ini pas banget untuk mereka. Pasalnya, lomba ini memang sederhana banget. Peserta harus berlomba mencapai garis finish dengan membawa kelereng di atas sendok. Tapi, sendok harus dibawa menggunakan mulut, dan mereka sama sekali tidak diperbolehkan memegang sendok tersebut dengan tangan. Pasti lucu deh melihat tingkah-polah anak-anak kecil dalam lomba ini.

 

Balap Karung

Ini dia lomba yang harus ada di setiap perayaan 17 Agustus. Sedikit ribet sih untuk mengadakan lomba ini, karena kamu perlu menyiapkan beberapa karung goni untuk para peserta. Nantinya, peserta harus masuk ke dalam karung dan berlomba menuju garis finish dengan melompat-lompat. Selain kecepatan, tentunya kamu juga harus bisa menjaga keseimbangan dengan baik supaya tidak terjatuh saat melompat.

Konon, lomba ini dimaksudkan agar kita selalu ingat untuk bersyukur karena bangsa ini telah merdeka. Pasalnya, karung goni mengingatkan masyarakat akan masa penjajahan Jepang di mana rakyat Indonesia telah banyak menderita.

 

Makan Kerupuk

Nah, lomba ini pasti disukai peserta dari semua kalangan: muda, tua, anak-anak, laki-laki, perempuan. Siapa sih yang nggak doyan makan? Modalnya pun bisa dikatakan paling murah diantara lomba-lomba yang lain karena kamu hanya perlu kerupuk dan tali rafia. Kerupuk diikat dengan tali rafia dan digantung berderetan. Para peserta harus bisa menghabiskan kerupuk hanya menggunakan mulut. Artinya, tangan kamu sama sekali tidak boleh memegang kerupuk ya!

 

Panjat Pinang

Lomba yang satu ini memang agak sulit untuk diadakan. Betapa tidak, kamu membutuhkan batang pohon pinang yang tinggi dan dilumuri pelumas supaya licin. Di bagian atas pohon kamu harus menyiapkan berbagai hadiah untuk diperebutkan peserta lomba.

Konon, lomba panjat pinang ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Kala itu, lomba panjat pinang diadakan pada acara-acara besar seperti pernikahan atau hajatan lain. Hadiah yang diperebutkan biasanya berupa makanan seperti keju dan gula, ataupun pakaian. Warga Belanda akan menyaksikan warga pribumi bersusah-payah mengambil hadiah sambil tertawa-tawa.

Karena sejarahnya ini, banyak pihak yang mengatakan prinsip lomba panjat pinang sebenarnya justru bertentangan dengan makna kemerdekaan. Tapi, sebenarnya tidak perlu berpikir seperti itu, travelers. Lebih baik kita syukuri saja bahwa masa penjajahan itu sudah berlalu dan kini kita bisa menghirup udara kemerdekaan dengan bebas.

 

 Makin cinta ya sama Indonesia? Yuk jelajahi negeri indah ini bersama Pegipegi 😉

(Visited 568 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top