Kuliner

Nasi Jamblang, Kuliner Merakyat khas Cirebon yang Sarat Nilai Sejarah

Jika kamu berencana traveling melalui jalur Pantura, jangan lupa untuk mampir ke Cirebon, ya!

Selain menawarkan destinasi wisata bersejarah, Cirebon juga punya aneka kuliner lezat yang bisa jadi alasan untuk bersinggah sejenak di sana. Mulai dari tahu gejrot, empal gentong sampai nasi lengko, di Cirebon juga kamu wajib mencicipi kelezatan nasi jamblang atau dikenal sebagai sego jamblang.

Sekilas penampakannya terlihat seperti sego kucing, karena porsi nasinya kecil dan diisi beragam pilihan lauk pauk. Namun, perbedaannya terletak pada daun pembungkusnya yang memakai daun jati sebagai ciri khas nasi jamblang.

Nggak sembarang pilih daun, ternyata ada alasan di balik penggunaan daun jati. Pori-pori kecil di permukaannya dianggap bisa menjaga nasi jamblang tahan lebih lama dan tetap pulen, ketimbang dibungkus dengan daun pisang.

Menariknya lagi, dibandingkan dengan nasi lainnya, nasi jamblang memang disajikan dingin. Jadi jangan kaget ya! Walau dingin, nasinya tetap nikmat dan wangi karena dibungkus dengan daun jati.

Pilihan lauknya pun beragam mulai dari semur, perkedel, sate kentang, sayur tahu, paru, telur dadar, tempe, ikan asin dan nggak lupa sambal goreng yang bakal menambah nafsu makan kamu.

Asyiknya lagi, nasi jamblang ini ramah di kantung, lho! Cukup dengan merogoh kocek mulai dari Rp10.000* kamu sudah bisa menikmati kelezatan seporsi nasi jamblang lengkap dengan lauknya.

Awalnya Menu Sarapan Para Buruh

Nah, di balik kelezatannya, ada kisah menarik tentang nasi jamblang yang sudah ada sejak masa kolonial Belanda.

Konon, nasi jamblang ini muncul di kala pembangunan Pabrik Gula Gempol pada tahun 1847, yang banyak menyerap tenaga kerja dari orang pribumi sebagai kuli bangunan dan buruh pabriknya.

Hal ini membuat pengusaha sukses bernama H Abdulah Latief meminta tolong istrinya, Tan Piaw Lung yang juga dikenal sebagai Mbah Pulung untuk menyediakan sarapan bagi para buruh.

Sarapan itu berupa nasi dan lauk pauk secukupnya, yang lalu dibungkus dengan daun jati dan dibagikan kepada para buruh. Saking lezatnyam lama-kelamaan permintaan nasi bungkusnya makin meningkat, bahkan ada yang rela merogoh kocek demi nasi tersebut, lho! Sejak itu, Mbah Pulung mulai menerima pesanan nasi bungkus untuk diantar ke pabrik.

Menurut kabar yang beredar, nama “jamblang” sendiri berasal dari nama salah satu daerah di barat Kota Cirebon, tempat asal nasi tersebut.

Nah, buat kamu yang tertarik mencicipi kelezatan nasi jamblang, kamu bisa mencicipinya di kedai Nasi Jamblang Tulen milik generasi ke lima Mbah Pulung. Letaknya ada di dekat Pasar Jamblang, buka pukul 07.30 hingga 21.30 WIB.

Kedai Nasi Jamblang Tulen memiliki cita rasa yang khas, karena pengolahan makanannya menggunakan kayu bakar untuk menjaga cita rasa orisinalnya.

Tertarik buat mencoba? Sekalian liburan ke Cirebon! Jangan lupa pesan  tiket kereta api murah ke Cirebon Pegipegi, ya! Jangan lupa sekalian cari hotel murah di Cirebon, ya!

pesan tiket pesawat murah ke Cirebon  pesan tiket kereta api murah ke Cirebon  cari hotel murah lain di Cirebon

*Harga berlaku sesuai tanggal dibuatnya artikel

Foto: Shutterstock

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

Comments

To Top