Kuliner

Nama Makanan Indonesia Ini Tidak Sesuai Namanya

Untuk urusan kuliner, travelers pasti paling doyan. Apalagi sajian khas nusantara yang terkenal penuh cita rasa dengan ramuan bumbu yang khas. Namun, ada makanan yang memiliki nama yang terdengar aneh di telinga, dengan bahan baku yang sama sekali tidak berhubungan dengan namanya. Makanan-makanan tersebut cukup populer, tapi tidak sedikit juga orang-orang yang tidak tahu alasan pemberian nama tersebut.

Hmmm, apa saja ya makanan-makanan yang dimaksud? Berikut sajian kuliner Indonesia dengan nama yang tidak sesuai dengan wujud aslinya, seperti Pegipegi sadur dari forum Kaskus.

Sate Kalong

satekalong

Ada yang belum tahu apa itu kalong? Kalong adalah nama lain kelelawar, sang hewan malam. Duh, agak geli juga ya ngebayangin makan daging kelelawar. Tapi tenang, travelers, itu hanya namanya kok. Sate yang berasal dari Cirebon ini sebenarnya terbuat dari daging kerbau, dan diberi nama kalong karena dijualnya hanya pada malam hari, layaknya kelelawar yang hanya keluar malam.

Sate Lalat

satelalat

Tadi kelelawar, sekarang lalat. Hiii… Sekali lagi nggak usah takut, travelers. Sate lalat, atau laler, dalam bahasa Jawa, adalah makanan khas Madura, Jawa Timur. Bahan bakunya sama seperti sate kebanyakan, yaitu daging ayam atau kambing. Mengapa disebut lalat? Karena penyajiannya yang dipotong kecil-kecil hingga menyerupai lalat. Ciri khasnya adalah bumbu kacang yang nikmat, dan dagingnya dibakar tidak lama. Biasanya, sate lalat dijual per ikat, dengan isi 25 tusuk.

Otak-otak

otakotak

Nah, yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi kan? Makanan ini bisa ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Bahan utamanya adalah daging ikan tenggiri, dan biasanya dibungkus daun.

Nasi Kucing

nasikucing

Makanan satu ini juga populer, dan bisa ditemukan di berbagai daerah. Di Jawa, makanan ini dikenal dengan Sego (nasi) Kucing. Penamaan ini karena porsi yang disajikan sangat sedikit, seperti menu makanan kucing. Nasi kucing sendiri bukanlah sebuah ‘menu’, melainkan cara penyajian nasi bungkus yang biasa dijual di angkringan atau warung tradisional. Di Jawa Tengah, sangat mudah menemukan warung nasi kucing, dan merupakan makanan yang digemari kalangan mahasiswa.

Mie Lendir

mielendir

Waduh, kedengaran menjijikkan ya? Tapi sesungguhnya nama lendir tersebut hanya untuk menggambarkan kekentalan kuah mi nikmat yang berasal Batam ini. Biasanya mi lendir ini disajikan dengan toge dan telor yang sudah direbus, serta irisan cabai rawit. Mmmm..

Pempek Kapal Selam

kapalselam

Yang ini tidak perlu dikenalkan lagi. Salah satu makanan tradisional terfavorit di Indonesia, pempek Palembang sudah menjadi sajian kuliner wajib di warung dan restoran yang mengusung menu khas nusantara. Pempek kapal selam sendiri berbeda dengan ‘saudara’nya, lenjeran, karena berisi telur dan berukuran lebih besar. Konon, penamaan kapal selam diambil dari proses pembuatannya ketika masih mentah. Adonan kapal selam direbus, dengan posisi tenggelam di dasar panci, dan akan naik ke permukaan ketika matang, seperti kapal selam.

Itu dia, travelers, beberapa makanan khas Indonesia yang punya nama unik karena tidak sesuai dengan yang dipikirkan. Apakah travelers tahu makanan lain yang serupa?

Sumber

(Visited 1,463 times, 1 visits today)

Comments

To Top