Destinasi

Museum Ullen Sentalu, wisata Yogyakarta rasa Eropa kuno

Ullen-Sentalu

Ullen Sentalu, sebuah museum yang menyajikan pengetahuan tentang kebudayaan Jawa. Dengan arsitektur bangunan bergaya Eropa kuno, menjadikan Ullen Sentalu tempat belajar yang seru.

Nama Ullen Sentalu mungkin belum banyak yang tahu, tapi belakangan museum ini mulai populer dan menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Yogyakarta.

museum-ullen-sentalu

foto : piecesofmyjourney.wordpress.com

Kecintaan keluarga Haryono terhadap budaya Jawa, khususnya kain batik, adalah cikal bakal didirikannya Museum Ullen Sentalu Yogyakarta ini. Tak heran, museum ini merupakan museum swasta milik Yayasan Ulating Blencong.

Museum Ullen Sentalu berada di kawasan wisata Lereng Gunung Merapi, Kaliurang, Sleman. Museum yang mulai dibangun pada 1994 itu diresmikan oleh KGPAA Paku Alam VIII pada 1 Maret 1997.

Nama Ullen Sentalu sendiri merupakan kependekan dari ‘Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku’. Artinya adalah ‘nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan’. Memang, pendirian Ullen Sentalu ini memiliki tekad kuat, yakni sebagai lampu penerang kebudayaan Jawa yang terus meredup seiring perubahan zaman.

 

Keistimewaan Ullen Sentalu

Ullen-Sentalu

foto : www.sanutra.com

Arsitektur bangunan Ullen Sentalu kerap menuai pujian dari para pengunjung. Terinsipirasi bangunan istana di Eropa abad pertengahan yang identik dengan gaya gothic, menjadikan Ullen Sentalu sangat unik dan berbeda dibandingkan museum lainnya di Indonesia.

Tak cuma rancangan bangunan yang elok, Ullen Sentalu juga dinilai menakjubkan karena benda-benda koleksi di dalamnya tertata begitu apik sehingga membuat nyaman setiap mata yang memandangnya.

Masuk ke Ullen Sentalu juga tak bisa sendirian. Setelah membayar tiket seharga Rp 25.000 untuk wisatawan domestik dan $5 untuk turis asing, setiap traveler wajib ditemani seorang pemandu yang akan memberikan informasi terkait koleksi di dalamnya.

Pendampingan pemandu memang sangat penting, karena Ullen Sentalu memiliki beberapa bagian ruangan yang mungkin akan membuat pengunjung kesulitan menikmati setiap bagiannya jika tanpa ditemani tour guide.

Bagian pertama yang akan dikunjungi di Ullen Sentalu adalah Ruang Selamat Datang yang kental dengan unsur kayu dan batu serta pepohonan yang asri. Pada bagian ini terdapat tulisan tentang latar belakang pendirian Ullen Sentalu.

Di Ruang Selamat Datang juga berdiri arca Dewi Sri yang diyakini sebagai lambang dewi kesuburan. Ada sebuah peraturan unik di bagian ini, pengunjung Ullen Sentalu tak diperbolehkan mengambil gambar dalam bentuk apa pun, karena diyakini bisa mengganggu ‘nyawa’ yang ada di dalam ruangan tersebut.

Tour Ullen Sentalu akan dilanjutkan menuju Guo Selo Giri dengan menyusuri jalan setapak. Ini adalah ruangan yang dibangun di bawah tanah dengan didominasi bebatuan yang diambil langsung dari Gunung Merapi.

Di bagian gua ini, wisatawan Ullen Sentalu disuguhkan deretan foto dan lukisan yang berkisah tentang kehidupan para bangsawan serta tokoh-tokoh Keraton Jawa.

Setelah puas menyaksian koleksi di Guo Selo Giri, tour guide membawa pengunjung Ullen Sentalu ke Kampung Kembang yang terdiri dari lima ruang pameran: Ruang Tineke, Ruang Paes Ageng Gaya Yogyakarta, Ruang Batik Pesisiran dan Ruan Putri Dambaan.

Ruang terakhir yang dikunjungi di Ullen Sentalu adalah Ruang Budaya. Setelah melewati Taman Arca Durga, turis dengan didampingi pemandunya bisa menyaksikan patung pengantin wanita Jawa, beberapa lukisan, dan lain-lain.

Satu hal yang berbeda dari kunjungan ke Ullen Sentalu adalah, setelah puas mengelilingu museum yang dibangun di atas tanah Taman Kaswargan seluas hampir 12 hektar, pihak pengelola menyediakan minuman ramuan khas Keraton yang dipercaya bisa memulihkan stamina.

(Visited 361 times, 1 visits today)

Comments

To Top