Destinasi

Sepenggal kisah Kartini di Museum Kartini Jepara

museum-kartini-jepara

Semua orang kayaknya udah mengenal nama RA Kartini. Tapi bagaimana dengan kisah hidupnya? Di Museum Kartini inilah kamu akan mendapatkan jawabannya, travelers.

 

museum-kartini-jepara

foto : http://wisatapeninggalansejarahjepara.blogdetik.com/

Sejarah berdirinya Museum Kartini

Kita semua tahu bahwa RA Kartini adalah salah satu di antara sedikit tokoh wanita Indonesia yang tak bisa dipandang sebelah mata. Berkat beliaulah posisi wanita menjadi terangkat karena beroleh kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang sama dengan kaum pria. Kalo nggak ada RA Kartini mungkin kamu-kamu yang cewek sampe sekarang enggak bisa sekolah sampe tinggi dan harus mau dinikahkan di usia muda lho.

Untuk mengenang jasa-jasa beliau dalam perjuangannya menegakkan hak-hak kaum perempuan, maka beberapa tokoh mengusulkan pendirian Museum Kartini di Jepara, yang merupakan kota di mana RA Kartini dilahirkan dan dibesarkan. Usul tersebut mendapat dukungan dari Presiden Suharto, presiden RI saat itu, dan akhirnya dibangunlah Museum Kartini pada 30 Maret 1975. Pembangunan Museum Kartini selesai beberapa tahun kemudian dan Museum Kartini dibuka secara resmi untuk umum pada 21 April 1977 oleh Bupati Jepara Sudikto, SH tepat pada peringatan seabad lahirnya RA Kartini.

 

Benda-benda koleksi Museum Kartini

Museum Kartini dibangun di atas tanah yang luasnya mencapai 5210 meter persegi dan terdiri dari tiga buah gedung yang kalo dilihat dari sisi atas bentuknya mirip huruf K, T dan N atau singkatan dari kata ‘Kartini’. Selain menyimpan berbagai benda yang pernah digunakan oleh RA Kartini semasa hidupnya, Museum Kartini juga menyimpan beberapa benda peninggalan anggota keluarga RA Kartini dan juga hasil kerajinan buatan masyarakat Jepara.

Menginjakkan kaki di ruangan depan Museum Kartini kamu akan disambut oleh sebuah lukisan sang pahlawan emansipasi wanita yang berukuran besar. Ber-selfie-lah di sini dan segera unggah ke sosmed kamu biar seolah-olah kamu lagi berfoto bersama dengan beliau. Selanjutnya kamu akan melihat seperangkat mesin jahit kuno yang digunakan RA Kartini semasa hidupnya. Di sana juga ada keterangan tentang dari mana mesin jahit tersebut berasal dan bagaimana cara RA Kartini mendapatkannya.

Di ruang-ruang selanjutnya ada beberapa benda yang bisa memberimu gambaran tentang bagaimana RA Kartini melewatkan masa kecilnya. Ada seperangkat meja dan kursi kuno yang ditempatkan di rumah RA Kartini semasa remajanya. Mengingat Kartini adalah putri seorang wedana (pejabat setingkat dengan camat sekarang) yang berdarah bangsawan, yaitu RMA Ario Sosroningrat, maka wajar jika barang-barang yang digunakannya cukup berkelas dan mewah untuk ukuran masa itu.

Karena status bangsawan itulah RA Kartini diperbolehkan sekolah di Europese Lagere School (setingkat SD sekarang), travelers. RA Kartini adalah seorang murid yang cerdas, tapi di usia 12 tahun ia harus berhenti sekolah karena menurut adat yang berlaku saat itu seorang anak perempuan harus dipingit ketika usianya sudah menginjak 12 tahun. Meski demikian hal itu tak menghalangi niat RA Kartini untuk terus belajar dengan cara belajar bahasa Belanda dan membaca buku-buku karangan pengarang Belanda dan dalam negeri. Beberapa di antaranya bisa kamu lihat di salah satu ruangan Museum Kartini.

Satu hal yang unik dari Museum Kartini adalah sebuah koleksi berupa fosil tulang ikan raksasa yang diberi nama ‘Joko Tuwo’ oleh penduduk setempat. Fosil yang panjangnya sekitar 16 meter dan beratnya sekitar 6 ton ini konon ditemukan di perairan Kepulauan Karimunjawa pada April 1989. Ikan raksasa ini diperkirakan mirip dengan paus dan memiliki belalai seperti gajah. Oleh karena itu tulang ikan raksasa Museum Kartini juga dinamakan ‘Paus Gajah’. Meski spektakuler, keberadaan fosil ini seperti terlupakan, travelers. Lha wong Pegipegi aja baru tau kalo di Museum Kartini tersimpan sebuah jejak yang bisa digunakan untuk mengungkap masa lalu Nusantara.

Museum Kartini nggak sulit dicari karena lokasinya ada di pusat Kota Jepara, yaitu di Jalan Alun-alun no.1, Jepara. Setelah berkunjung ke Museum Kartini kamu bisa berjalan-jalan di kawasan sekitarnya yang ditata cukup apik. Ada Masjid Besar Jepara, Kodim Jepara, Kantor Pemerintahan Kabupaten dan pusat perbelanjaan yang dibangun mengelilingi Alun-alun, sebuah tanah lapang dengan berbagai pohon besar yang rindang.

Ayo segera hubungi Pegipegi buat dapetin info sekaligus memesan tiket pesawat buat ke Semarang dan memesan kamar hotel di sekitar Jepara hari ini juga.

(Visited 883 times, 1 visits today)

Comments

To Top