Destinasi

Menikmati koleksi feminin Museum Antonio Blanco, Bali

Musuem Antonio Blanco

Museum Antonio Blanco Bali menjadi salah satu museum yang memajang lukisan-lukisan luarbiasa milik Don Antonio Blanco. Dari namanya saja travelers bisa tebak kalau orang ini bukan asli Indonesia ya. Tapi kok bisa membangun dan memamerkan lukisan yang cukup banyak di Museum Antonio Blanco ini? Biar nggak tambah penasaran, yuk kita melancong ke Ubud, tempat dimana Museum Antonio Blanco berada.

 

Musuem Antonio Blanco

foto: www.holidaycheck.com

Lokasi dan tiket masuk Museum Antonio Blanco Bali

Alamat Museum Antonio Blanco ada di Jalan Raya Campuhan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Dibutuhkan waktu selama 45 menit – 1 jam dari Bandara Udara Ngurah Rai Denpasar. Museum Antonio Blanco buka tiap hari dari pukul 09.00 – 17.00 dengan biaya tiket masuk Rp30.000* per orang untuk wisatawan lokal dan Rp80.000* untuk wisatawan mancanegara.

Lokasi Museum Antonio Blanco yang ada di di atas bukit dan dikelilingi oleh Sungai Campuhan membuat alam disekitarnya begitu sejuk dan adem. Jalan yang berkelok-kelok dan menanjak pun menuntut kemahiran dalam berkendara, baik motor ataupun mobil. Adalah Tjokorda Gde Agung Sukawati, Raja Ubud terakhir dari Puri Saren (1910 – 1978) yang memberikan tanah ini pada Antonio Blanco.

Sejarah Museum Antonio Blanco Bali

Memang benar kalau Antonio Blanco bukan orang Indonesia. Ia lahir di Manila, Philipina pada 15 September 1912 dan meninggal di Bali pada tanggal 10 Desember 1999. Pria keturunan Amerika – Spanyol ini pernah berpindah-pindah negara untuk bekerja dan mendapatkan inspirasi lukisan. Mulai dari Kalifornia (USA), Florida (USA), Hawaii, Kamboja, Jepang, hingga akhirnya tiba di Bali. Ia pun menikahi seorang gadis bernama Ni Ronji tahun 1953, seorang penari tradisional Bali.

Baginya, Bali merupakan kombinasi sempurna untuk insipirasi melukis, mulai dari lingkungan yang tenang, budaya, tradisi, cinta kasih, serta pemandangan alam yang begitu luarbiasa membuat Antonio Blanco lebih bersemangat untuk menekuni bidang seni lukis yang sudah mendarah-daging. Hingga pada tanggal 28 Desember 1998 dibangunlah museum yang begitu megah, asri, dan nyaman. Diresmikan pada 15 September 2001, museum yang diberi nama The Blanco Renaissance Museum ini memiliki koleksi lebih dari 300 karya Antonio untuk dipamerkan pada dunia.

Koleksi lukisan di Museum Antonio Blanco Bali

Saat memasuki Museum Antonio Blanco Bali, kamu akan disuguhi berbagai ornamen dan patung-patung. Seperti Patung Siwa yang memiliki 4 tangan di bagian taman, gapura lengkung, patung abstrak yang ada di gerbang masuk menuju ke ruangan Museum Antonio Blanco, patung naga, patung penari Bali dengan warna keemasan di bagian balkon bangunan, serta pilar-pilar penyangga museum di lantai pertama yang terlihat begitu kokoh.

Lukisan-lukisan di Museum Antonia Blanco di gantung pada dinding ruangan lantai pertama hingga ke lantai dua. Semua hasil lukisan yang dipajang di Museum Antonio Blanco menceritakan daya tariknya terhadap seni lukis, terutama dalam bentuk karya feminim yang begitu runtut hingga akhir hayatnya, yaitu mulai tahun 1937 hingga 1999.

Saking banyaknya lukisan wanita yang terpajang di dinding Museum Antonio Blanco, banyak orang yang memberi predikat pada sang maestro sebagai pelukis feminim karena sebagian besar fokus lukisannya adalah kaum hawa. Bahkan Antonio Blanco sangat identik dan punya kaitan begitu erat dengan wanita dan lukisan feminim yang lebih menonjolkan aura romantis-ekspresif.

Di Museum Antonio Blanco juga terdapat Erotic Room yang menampilkan banyak koleksi lukisan dengan menampilkan kemolekan tubuh pria dan wanita. Namun, syarat untuk masuk ke ruangan ini harus 17+. Di Museum Antonio Blanco juga terdapat studio lukis yang sering digunakan oleh Antonio Blanco untuk melukis serta foto-foto keluarga yang sangat ia cintai.

Saking banyaknya penikmat karya Antonio Blanco, banyak petinggi RI dan orang luar negeri yang mengoleksi hasil karyanya, seperti Presiden RI 1 Soekarno, Adam Malik, Presiden Soeharto, Michael Jackson, serta Pangeran Norodom Sihanouk. Berbagai penghargaan pun telah diraih oleh sang maestro, mulai dari negara Kamboja, Spanyol, dan bahkan dari Indonesia.

Kamu pengin mengintip koleksi lukisan di Museum Antonio Blanco? Yuk segera meluncur ke Ubud dengan pesan tiket pesawat dan booking hotel di Ubud Bali lewat Pegipegi.com.

Keterangan * : Harga berlaku saat artikel ini ditulis.

(Visited 1,927 times, 1 visits today)

Comments

To Top