Berita

Muck Diving, Bukan Sekedar Wisata Menyelam ke Dasar Laut

Travelers, Indonesia kaya akan wisata bahari. Nggak cuma soal deburan ombak yang indah, namun kehidupan dunia bawah laut bisa kita jelajah dan nikmati.

Nah, salah satu caranya dengan muck diving. Jika scuba diving atau free diving sudah cukup familiar di telinga, muck diving adalah tren yang cukup anti mainstream di kalangan pencinta wisata underwater.

Di ambil dari kata mucky (berlumpur), muck diving adalah seni menyelam di dasar laut. Tepatnya di bagian terlunak permukaan yang biasa ditutupi oleh lumpur laut.

Karena, fokus penyelamannya sendiri adalah untuk mengeksplor mahluk-mahluk makro di dasar laut yang memiliki daya tarik tersendiri. Contohnya gurita, kuda laut, nudibranch, hingga yang paling sering jadi objek foto, anglerfish.

Nggak cuma hewan bawah laut kok. Para terumbu karang hingga ganggang laut yang tumbuh asri di dasar laut juga nggak luput dari perhatian para pecinta muck diving. Bahkan, ada cara teknik tersendiri untuk memotret tumbuhan bawah laut.

Soal sensasi, nggak perlu ditawar lagi. Lantaran yang menjadi fokus adalah fotografi objek bawah laut, rasa puas dan kagum bakal muncul saat kamu naik ke atas permukaan. Hasil potretnya pun bakal memiliki nilai estetika yang jauh lebih mahal ketimbang seni foto di darat.

Foto: divingmaluku

Soal resiko, nggak jauh berbeda dengan scuba diving dan free diving. Jadi, wajib banget memperhatikan persiapan dan kondisi air laut, lantaran tekanan di bawah jauh lebih besar saat tengah terjadi ombak pasang.

Jika beruntung, kamu bisa menemukan banyak sekali spesies baru mahluk laut. Biasanya sih, jika kedalaman yang kamu tempuh berada di angka 100 meter ke bawah.

Tengah dan Timur

Indonesia memiliki banyak sekali destinasi muck diving. Bahkan, para diver dari luar negeri mengklaim bahwa salah satu lokasinya memiliki dunia bawah laut terbaik di dunia.

Selat Lembeh-lah yang mereka maksud. Terletak di perairan sempit kota Bitung dan Pulau Lembeh yang sangat dekat dengan Bunaken, Selat Lembeh menyimpan biota laut yang jauh lebih menawan.

Jika kamu sudah senang bisa melihat terumbu karang di Raja Ampat, Derawan atau Wakatobi, maka harus siap-siap takjub dengan keindahan Selat Lembeh. Di 95 titik penyelaman sepanjang 16 kilometer, banyak sekali mahluk dasar laut yang sangat langka.

Beberapa di antaranya punya nilai macro photography yang mahal, pigmy seahorse dan hairy frogfish. Desember-Februari dianggap menjadi waktu yang cocok buat kamu muck diving di sana.

Nggak cuma di Sulawesi, melipir sedikit ke utara, tepatnya di Ambon, kamu bisa berjumpa Laha. Nggak jauh dari kota Ambon dan hanya beberapa ratus meter dari Bandara Pattimura, Laha nggak terlalu menarik jika dilihat dari atas.

Foto: uyanua

Namun, sekali kamu menyelam ke dasar lautnya, siap-siap terpesona, deh. Nggak perlu dalam, cukup lima meter di bawah, kamu sudah bisa bertemu ragam ikan seperti leaf scorpionfish hingga dwarf lionfish.

Bahkan pada 2008 lalu, di titik penyelaman Laha ini, ditemukan spesies baru dari frogfish yang secara ilmiah disebut Histiophryne Psychedelica. Ikan tersebut diklaim sebagai yang terlangka di dunia, karena hanya sembilan ekor tertangkap oleh kamera.

Nah, kira-kira tertarik nggak?

Foto utama: scubadiverlife

Mau ikuta muck diving? yuk sekalian liburan. Kamu bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api dan cari hotel murah lewat Pegipegi, ya! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah pesan tiket kereta api murah cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 131 times, 1 visits today)

Comments

To Top