Event & Festival

Mitos Populer Gerhana Matahari Total di Indonesia

Beragam fenomena alam yang terjadi di muka bumi ini mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta. Pada tahun 2016, tepatnya tanggal 9 Maret, seluruh dunia telah menyambut Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada pagi hari di Indonesia. Kita menjadi saksi momen langka ini, yang akan kembali terjadi tahun 2042 mendatang. Rupanya, Indonesia merupakan satu-satunya wilayah paling beruntung yang dapat menyaksikan peristiwa GMT melalui daratan.

Nah, berhubung di Indonesia sering beredar kabar yang berbau mitos, begitu pun yang berhubungan dengan  GMT ini, lho. Mau tahu apa saja? Baca lebih lanjut di sini!

1. Naga jahat yang menelan matahari

Mitos yang beredar di kalangan masyarakat Ternate, Maluku Utara, meyakini bahwa peristiwa GMT disebabkan oleh naga jahat bernama Jambewangi yang menelan matahari. Ketika Sang Surya dilahap oleh Sang Naga, langit di pagi hari yang biasanya cerah berubah menjadi gulita.

Untuk mengusir Sang Naga, dibutuhkan suara yang gaduh, misalnya memukul piring dengan sendok beramai-ramai. Hal tersebut merupakan satu-satunya cara agar naga Jambewangi memuntahkan kembali matahari.

www.zastavki.com

www.zastavki.com

2. Kulit Belang pada Bayi

Mitos yang beredar di kalangan penduduk Banten terkait GMT, nggak kalah menarik. Masyarakat meyakini bahwa wanita hamil harus bersembunyi di bawah meja atau kasur. Tujuannya, agar calon bayi tidak berkulit belang. Tak jarang ada beberapa orangtua yang melakukan ritual memandikan kucing dan hamil mandi. Nggak cuma itu aja, sebagian masyarakat juga melumuri perut sang ibu dengan kunyit yang dibalut kain atau sarung yang dibalik supaya calon anak yang lahir tidak berkulit belang.

www.waras.net

www.waras.net

3. Monster yang Melahap Matahari

Sedikit berbeda dengan kepercayaan masyarakat Ternate, di Jawa Tengah khususnya Magelang, GMT merupakan peristiwa dilahapnya matahari oleh sosok buto (monster) yang bernama Batara Kala. Menurut Budayawan Jawa, ES Wibowo, mitos Batara Kala yang melahap matahari berasal dari negeri kayangan Suralaya yang terletak di puncak pegunungan Menoreh, di perbatasan Kabupaten Magelang dan Kulonprogo, Yogyakarta.

Gunung tersebut memiliki sembilan puncak yang dikenal sebagai punthuk songo, dan dihuni dewa. Sang pemimpin dewa, Batara Guru, hendak memberikan air Tirta Kamandanu yang memiliki khasiat luar biasa, seperti memberikan umur panjang, menyejahterakan umat hingga menyembuhkan penyakit. Seluruh Batara berkumpul untuk mendapatkan air suci itu, kecuali Batara Kala yang bersikap curang dengan menyamar menjadi Batara Indra (Batara Hujan) dan menyusup di tengah antrean. Perbuatan curang tersebut pun diketahui dan dilaporkan oleh Batara Surya (Batara Matahari) kepada Batara Guru, sehingga Batara Kala dihujat dan diserang oleh Dewa Wisnu.

Konon, sejak saat itu Batara Kala murka dan bersumpah akan membalas dendam perbuatan Batara Surya. Pada saat tertentu, Batara Kala akan turun ke bumi dan memakan matahari. Peristiwa tersebutlah yang dikenal sebagai Gerhana Matahari Total versi dongeng masyarakat Jawa.

basabasi.co

basabasi.co

Selain cerita di atas, terdapat kepercayaan lain di mana para orangtua tidak mengijinkan anaknya ke luar rumah. Bahkan, mereka menyembunyikan anak-anaknya di kolong tempat tidur sambil menaruh sesajen di atas tempat tidur. Hal ini berlaku terutama bagi orangtua yang memiliki anak yang terlahir pada saat julung wangi (fajar), julung sungsang (siang), julung caplok (petang). Hal ini ditujukan agar sang Buto ketika turun ke bumi, tak ikut melahap anak mereka.

Adapun ritual yang harus dilakukan oleh wanita hamil ketika GMT terjadi, seperti membuat bubur merah putih sebagai penolak bala. Tujuannya agar kegelapan yang terjadi ketika GMT nggak membawa malapetaka lainnya seperti penderitaan, wabah penyakit dan gagalnya panen.

sdnkebonkacang01pagi.blogspot.com

sdnkebonkacang01pagi.blogspot.com

Walau fenomena GMT sudah berlalu, nggak ada salahnya kamu cari tahu lebih lanjut soal mitos yang berkembang di masyarakat. Kamu bisa pesan tiket pesawat murah dan hotel murah di Yogyakarta, tentunya hanya di pegipegi.com.

hotel murah di Yogyakarta

tiket pesawat murah

(Visited 713 times, 1 visits today)

Comments

To Top