Berita

Mitos Asal Usul Sinterklas di Berbagai Negara

Apa yang paling kamu ingat jelang perayaan Natal tiba? Selain pohon Natal, sosok pria tambun dengan janggut putih dan memakai jubah besar berwarna merah pasti sangat familiar buat kalian kan saat Desember tiba?

sejarah-sinterklas

Ya, dialah sosok yang kita kenal dengan sebutan Sinterklas. Di tengah suasana Natal seperti sekarang, figur Sinterklas termasuk yang paling sering kita lihat di pusat-pusat keramaian seperti mall, misalnya.

 

Sinterklas merupakan tokoh legenda yang terkenal gemar membagikan hadiah kepada anak-anak baik saat Natal tiba. Jadi gak heran, Sinterklas ini sangat digemari anak-anak. Kisah Sinterklas ini terkenal di hampir seluruh penjuru dunia, tapi uniknya di beberapa negara memiliki versi masing-masing mengenai asal-usul Sinterklas.

 

La Befana di Italia

Kalau Sinterklas umumnya digambarkan dengan sosok pria tua bertubuh tambun dengan janggut putih dan jubah merah, di Italia sosok baik hati saat Natal justru digambarkan dengan sosok nenek sihir dan sapu terbang yang dikenal dengan sebutan La Befana. Seperti Sinterklas pada umumnya, La Befana juga memberikan hadiah mainan kepada anak natal saat Natal.

 

De Goede Sint di Belanda

Lain lagi dengan di Belanda, di mana Sinterklas dibantu oleh seorang budak yang disebut Zwarte Piet atau Piet Hitam. Menurut legenda melukiskan Piet Hitam memukul anak nakal dengan tongkat dan memasukkan mereka ke dalam karung untuk kemudian dibawa ke Spanyol.

 

Pere Noel dan La Pere Fouttard di Prancis

Di Prancis, ada legenda tentang sosok berlawanan yang dikenal dengan nama Pere Noel dan La Pere. Katanya, dua sosok ini datang dari Spanyol ke Prancis pada malam Natal. Pere Noel atau Papa Noel merupakan sosok baik hari yang membagikan hadiah untuk anak baik sedangkang pasangannya digambarkan sebagai kerap membawa rantai untuk mengikat anak nakal.

 

Sinterklas di Jepang dan Cina

Legenda Sinterklas tidak hanya dikenal di Eropa dan Amerika, tapi juga di Asia. Di Jepang Sinterklas dikenal dengan sebutan Hoteiosho. Sosoknya digambarkan berwujud dewa tua, berbadan gemuk, berjubah merah dan membawa tas kain ukuran besar. Seperti kisah Sinterklas pada umumnya, Hoteiosho juga punya kebiasaan membagikan hadiah untuk anak-anak baik di malam Natal.

Sementara di Cina ada Dun Che Lao Ren yang berarti Kakek Natal. Anak-anak meletakkan kaus kaki di kamar mereka untuk kemudian diisi hadiah oleh Dun Che Lao Ren.

 

Kurcaci di Denmark

Legenda Sinterklas di Denmark mungkin termasuk yang beda di antara lainnya. Tidak ada figur pria gemuk dengan perlengkapan Natalnya, di Denmark sosok Santa justru seorang manusia kerdil atau kurcaci bernama Tomte dan Nisse. Pakaian abu-abu dan topi menjadi ciri khas Tomte dan Nisse yang membagikan hadiah kepada anak-anak haik, lalu berubah menjadi galak pada anak nakal. Legenda dua kurcaci ini menyebar hingga ke Norwegia, Finlandia dan Swedia.

 

Demikian secuil kisah mengenai Sinterklas dari beberapa negara di dunia. Tapi meski begitu, pihak Vatikan tidak meyakini kebenaran kisah Sinterklas karena dianggap lebih bersifat khayalan atau dongeng, bercampur dengan berbagai kepercayaan dan budaya. Pihak Vatikan bahkan mencoret Sinterklas dari daftar orang suci pada 1970, namun keputusan tersebut menimbulkan banyak protes. Akhirnya, mereka membebaskan orang untuk memilih apakah Sinterklas termasuk orang suci atau bukan.

Pada 5 Desember 1972 sisa mayat Sinterklas dipindahkan dari Italia ke gereja Saint Nicholas di New York sebagai permintaan dari Paus Paulus VI.

(Visited 346 times, 1 visits today)

Comments

To Top