Destinasi

Misteri di balik cantiknya warna Danau Kelimutu

Danau-Kelimutu-NTT

Bicara soal potensi wisata Indonesia tak ada habisnya. Danau Kelimutu misalnya, danau tiga warna yang oleh masyarakat setempat diyakini memiliki kekuatan alam begitu dahsyat. Danau Kelimutu sejatinya danau kawah di puncak Gunung Kelimutu. Lokasinya berada Desa Pemo, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dan berada di ketinggian 1.631 di atas permukaan laut.

Danau-Kelimutu-NTT

foto : www.anekatempatwisata.com

Danau Kelimutu juga dikenal dengan sebutan Danau Tiga Warna karena memang memiliki tiga warna yang berbeda meski berada dalam satu kawasan. Perubahan danau yang terjadi sewaktu-waktu menjadi pehatian utama Danau Kelimutu.

 

Indonesia boleh berbangga karena tak banyak danau di dunia yang bisa berubah warna. Salah satu danau yang dapat berubah warnanya adalah Danau Biru di Gunung Gambier, Australia Selatan. Di sini, air danau yang berwarna biru bisa berubah menjadi abu-abu. Ada pula Danau Yudamari di Gunung Nakade, Jepang, dimana warna air hijau toska dapat berubah menjadi hijau.

Namun yang menjadi pembeda, jika perubahan warna di kedua danau tersebut dapat diprediksi, lain hal dengan Danau Kelimutu. Yup, perubahan warna air di Danau Kelimutu tak bisa ditebak, kadang warnanya biru, hijau, hitam, putih bahkan merah.

Tak banyak literatur ilmiah yang menjelaskan tentang fenomena perubahan warna Danau Kelimutu. Maka wajar, banyak ahli geologi yang tertarik dengan keberadaan danau tiga warna padagal berada di gunung yang sama. Menurut para ahli, perubahan warna Danau Kelimutu disebabkan kandungan mineral, lumut serta bebatuan di dalam kawan dan adanya pengaruh cahaya matahari. Para ilmuwan juga yakin Danau Kelimutu terbentuk jutaan tahum yang lalu, hadil dari erupsi gunung vulkanik.

Ketiga bagian Danau Kelimutu memiliki nama masing-masing, yakni Tiwa Ata Mbupu yang diyakini sebagai tempat bersemayamnya jiwa orang tua yang telah meninggal, lalu di bagian tengah disebut Danau Tiwa Nuwa Muri Koo Fai atau danau untuk jiwa muda-mudi yang telah meninggal kemudian terakhir Tiwu Ata Polo, sebagai tempat besemayam orang yang selalu berbuat jahat.

Sejak terakhir kali mengalami perubahan warna pada 2013 silam, Danau Kelimutu kembali berubah baru-baru ini, tepatnya 25 April 2015. Danau Nuwamuri Koo Fai berubah menjadi warna putih susu, padahal sebelumnya berwarna biru, sementara warna hijau di Danau Ata Polo berubah menjadi merah, terakhir Danau Ata Bupuyang mengalami perubahan dari hitam menjadi hijau.

 

Sejarah penemuan Danau Kelimutu

Danau Kelimutu awalnya ditemukan pada 1915 oleh komandan militer Belanda B. Van Such Telen. Danau ini kemudian kian populer melalui tulisan Y. Bouman pada 1929.Bouman melukiskan betapa indahnya Danau Kelimutu yang terdengar hingga ke mancanegara. Karena tulisan itulah, banyak wisatawan asing yang berbondong-bondong menyambangi danau ini.

Nama Kelimutu sendiri diyakini gabungan dari kata keli dan mutu yang masing-masing memiliki arti gunung dan mendidih. Sehingga secara harfiah, Kelimutu diartikan “gunung mendidih” dengan memiliki warna air berbeda.

Misteri Danau Kelimutu

Meski para ilmuwan yakin perbedaan warna Danau Kelimutu akibat adanya fenomena alam, tidak demikian dengan warga setempat. Masyarakat lokal yakin danau ini merupakan tempat beristirahat orang yang telah meninggal dunia.

Perubahan Danau Kelimutu pun kerap disangkutkan dengan mitos. Jika menurut para ahli perubahan warna air seperti yang terjadi pada April silam terjadi karena aktivitas vulkanologi, masyarakat setempat malah percaya itu sebagai pertanda akan terjadi perubahan alam yang luar biasa.

Hal ini kabarnya pernah dibuktikan beberapa kali, seperti yang terjadi pada 1992 saat terjadinya gempa bumi di Flores atau pada 2004 ketika Aceh ditimpa musibah tsunami.

(Visited 3,330 times, 1 visits today)

Comments

To Top