Event & Festival

Menyambut puasa dengan tradisi unik dari berbagai daerah

tradisi-puasa-jalur-pacu-riau

Kalau kamu tinggal di kota, barangkali gempita tradisi puasa terlihat biasa-biasa saja. Paling-paling menyiapkan bahan makanan, mencatat kapan waktu berbuka dan sahur, atau daftar tempat yang akan dikunjungi untuk ngabuburit. Tapi tahukah kamu kalau masyarakat di berbagai daerah mulai disibukan dengan tradisi unik untuk menyambut bulan penuh berkah ini? Benar sekali. Suasana meriah menyambut bulan Ramadan selalu berwarna. Ragam budaya yang menjadi pengiring suasana pun membuat warga bertambah sibuk. Kamu penasaran menyimak tradisi puasa di daerah di seluruh nusantara? Pegipegi punya ceritanya buat kamu.

 

Nyadran, Jawa

tradisi-nyadran

foto : trendezia.com

Buat orang Jawa, tradisi puasa yang satu ini sudah begitu familiar. Nggak heran kalau  beberapa daerah seperti di Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat sudah sibuk menyiapkan ritual untuk menyambut datangnya bulan puasa jauh-jauh hari. Tradisi puasa yang pertama kali dipopulerkan oleh Walisongo ini biasanya dimulai dengan melakukan ziarah kubur untuk mendoakan keluarga yang sudah meninggal. Setelah selesai, makanan tradisional pun disajikan untuk dapat dinikmati bersama-sama dalam jamuan acara genduren atau kenduri. Acara makan-makan ini tidak jauh dari menu urap sayur, perkedel, ayam ingkung, mangut, sambal goreng ati, tahu bacem, tempe bacem dan menu tradisional lain. Intinya, Nyadran identik dengan ziarah kubur dan kenduri.

 

Balimau, Mingkangkabau

balimau-minangkabau

foto : www.suara.com

Tradisi puasa ini dilakukan oleh orang Minangkabau dengan tujuan untuk menyucikan diri secara lahir dan batin dalam menyongsong datangnya bulan Ramadan. Tempat yang biasa digunakan adalah sungai. Pada tradisi puasa Balimau,  orang-orang sibuk berendam, mandi di tempat pemandian atau mandi di sungai bersama-sama yang dimulai sejak matahari terbit sampai matahari tenggelam sehari sebelum datangnya bulan puasa. Secara tradisi, ritual Balimau dilakukan dengan menggunakan jeruk nipis. Mungkin kamu bertanya-tanya, kok pakai jeruk nipis ya? Usut punya usut, ternyata pada jaman dulu belum ada sabun jadi masyarakat setempat menggunakan jeruk nipis atau limau untuk membersihkan tubuh. Hmmm, kreatif ya.

 

Nyorog, Betawi

tradisi-nyorog

foto : bisnisukm.com

Orang Betawi juga punya tradisi puasa yang masih terus dijalankan hingga sekarang ini. Namanya Nyorog. Ritual ini dilakukan dengan cara memberi dan mengantarkan bingkisan sebagai hadiah pada kerabat dan orang-orang terdekat agar tali silaturahmi tetap terjalin. Hadiah yang diantarkan juga bermacam-macam, ada yang berupa makanan atau bahan makanan mentah, seperti ikan bandeng, sirup, gula, susu, kopi, daging kerbau atau jenis makanan lain. Memang sih istilah Nyorog sudah hampir tidak pernah terdengar namun tradisi puasa dengan mengirim hadiah menjelang bulan Ramadan masih terus dilakukan.

 

Munggahan, Sunda

tradisi-puasa-munggahan

foto : www.tribunnews.com

Geliat meriahnya tradisi puasa menjelang Ramadan juga mulai ramai di daerah Sunda, Jawa Barat. Lalu apa yang dilakukan? Biasanya orang-orang akan berkunjung ke rumah keluarga besar, kerabat dan juga tetangga untuk bermaaf-maafan. Sedangkan sebagian yang lain melakukan ziarah ke makam keluarga dan orang saleh. Memang momen bermaaf-maafan lebih sering terlihat saat lebaran tetapi tradisi ini setidaknya dapat menyatukan tali silaturahmi. Acara makin meriah karena sebagian orang juga mengadakan pengajian untuk dan disertai dengan makan bareng-bareng. Jadi, pada akhir bulan Syaban, warga masyarakat bergembira untuk menyambut kedatangan bulan penuh ampunan. Orang-orang yang merantau biasanya juga pada mudik ke rumah karena tidak ingin melewatkan tradisi puasa Munggahan. Jadi, acara ini menjadi salah satu momen kumpul bareng keluarga selain lebaran.

 

Jalur Pacu, Riau

tradisi-puasa-jalur-pacu-riau

foto : kebudayaanindonesia.net

Bisa dibilang kalau tradisi puasa yang satu ini cukup unik dan atraktif. Namanya Jalur Pacu. Inilah salah satu ritual yang menyedot perhatian masyarakat karena tradisi puasa ini mirip dengan lomba dayung yang hanya dilakukan setahun sekali untuk menyambut datangnya bulan puasa. Acaranya sangat meriah karena di kanan-kiri sungai masyarakat berjejer untuk menonton hebohnya peserta yang mendayung perahu tradisional untuk memenangkan perlombaan. Acara ini biasanya dilangsung hingga matahari terbenam, dimana masyarakat Riau kemudian melakukan tradisi puasa lain bernama Balimau Kasai atau bersuci. Pesta rakyat yang sudah dilakukan secara turun-temurun ini memang meriah dan sangat dinanti oleh masyarakat karena bisa jadi hiburan gratis. Setelah bersenang-senang, masyrakat pun kemudian berkonsentrasi dalam beribadah selama bulan Ramadan.

 

Dugderan, Semarang

tradisi-dugderan-semarang

foto : www.antaranews.com

Tradisi puasa unik juga dapat dijumpai di Semarang. Kirab atau festival rakyat yang dilakukan di kawasan Simpang Lima Kota Semarang seolah menjadi tanda bulan Ramadan sudah menjelang. Pesta penyambutan ditandai dengan suara letusan mercon atau kembang api yang biasanya dilakukan oleh pejabat setempat, seperti walikota. Warak Ngendok atau mainan khas ini pun menjadi ikon acara Dugderan. Tradisi puasa ini menjadi momen akbar yang rutin dilakukan oleh warga Semarang untuk menyambut datangnya bulan puasa. Prosesi arak-arakan berlangsung sangat meriah karena di sepanjang rute perjalanan, masyarakat terlihat berjubel. Bedug yang menjadi simbol keagamaan umat Muslim pun diarak dan dikawal oleh prajurit tradisional hingga sampai ke Masjid Besar Kauman yang menjadi masjid tertua di Semarang. Konon, ritual tradisi puasa Dugderan ini sudah populer sejak tahun 1881 yang diprakarsai oleh Bupati Semarang kala itu yaitu Purbaningrat. Setelah sampai, walikota biasanya akan mengumumkan awal bulan puasa setelah berkonsultasi dengan para ulama.

 

Meugang, Aceh

Di tanah rencong, menyukuri nikmat yang telah diperoleh selama 11 bulan diterjemahkan dalam bentuk tradisi puasa Meugang. Di Aceh, menjelang bulan puasa, masyarakat sudah sibuk menyambut tradisi yang sudah dilakukan selama berabad-abad dengan menyembelih hewan kurban, baik sapi, kerbau ataupun kambing sehari menjelang puasa. Anggota keluarga sudah sibuk sejak pagi untuk mengolah daging yang banyak untuk disantap bersama anggota keluarga, kerabat, tetangga atau anak yatim piatu. Tema berbagi dengan sesama menjadikan tradisi puasa Meugang begitu populer. Jadi nggak cuma Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha saja masyarakat Aceh melakukan ritual berkurban. Nggak heran kalau dalam acara Meugang binatang tersebut laris manis di pasaran karena hampir semua orang di Aceh akan membeli untuk menyemarakan tradisi puasa yang sudah menjadi bagian dalam hidup.

 

Apeman, Jawa Tengah & Yogyakarta

tradisi-puasa-apeman-yogya

foto : foto.metrotvnews.com

Tradisi puasa unik menjelang bulan Ramadan lainnya adalah Apeman. Umumnya, acara ini dilakukan di Yogyakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya. Pada tradisi puasa ini, masyarakat sibuk membuat kua apem yang terbuat dari tepung beras yang menjadi simbol permohonan maaf kepada orang lain sebelum melakukan puasa Ramadan. Ritual Apeman yang sudah dilakukan secara turun temurun ini biasanya dimulai dengan melakukan ziarah kubur untuk mendoakan orang yang sudah meninggal, baru kemudian dilakukan tradisi Apeman dengan cara membagi kue apem yang telah dibuat kepada keluarga, tetangga terdekat, dan kerabat yang lain. Konon, kalau orangtua belum meninggal tidak diwajibkan membuat kue apem karena nanti dianggap kualat alias malah mendoakan agar orang tua segera meninggal.

 

Unik sekali ‘kan tradisi puasa yang masih dilakukan di berbagai daerah? Lalu, apakah di tempatmu masih melestarikan tradisi tersebut?

(Visited 784 times, 1 visits today)

Comments

To Top