Berita

Menolak Lupa Atas Kerusuhan Mei 1998

Tanggal 10 November 2013 lalu, Halte Trans Jakarta Grogol 1 yang berada di koridor 3 berubah nama jadi Grogol 12 Mei Reformasi. Perubahan nama tersebut diusulkan oleh mahasiswa Trisakti. Mumpung kemarin (12 Mei 2016), kita baru aja mengenang peristiwa reformasi 18 tahun silam, nggak ada salahnya jika kita membahasnya kembali. Apalagi nama halte tersebut memang ditujukan agar kita menolak lupa.

Disetujui oleh Ahok

Saat itu, Ahok yang menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta menyetujui usul tersebut. Karena, pergantian nama tersebut membuat kita bakal selalu terkenang dengan gugurnya enam mahasiswa pada 12 Mei 1998 silam. Menurut Ahok, mereka adalah pahlawan kita. Momentum pergantian nama tersebut juga tepat dilakukan pada Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November.

Sekadar mengingatkan, peristiwa berdarah tersebut terjadi karena para mahasiswa melakukan aksi demo menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia. Sehingga, menyebabkan tragedi penembakan mahasiswa di area kampus Trisakti, Grogol. Kalau nggak ada aksi tersebut, reformasi nggak akan terjadi di Indonesia.

halte grogol 12 mei reformasi

news.detik.com

“Supaya orang selalu ingat bahwa ada orang-orang yang ditakdirkan jadi martir untuk mereformasi negeri ini. Kalau nggak ada reformasi, nggak mungkin ada Jokowi-Ahok di Jakarta. Nggak mungkin ada pemilihan langsung juga,” kata Ahok setelah meresmikan Halte Grogol 12 Mei Reformasi.

Mahasiswa Trisakti menggelar upacara mengenang tragedi 12 Mei

Kamis, 12 Mei 2016 kemarin, Universitas Trisakti menggelar upacara mengenang tragedi 12 Mei. Acara tersebut dilakukan di depan gedung rektorat dan dihadiri mahasiswa, dosen, alumni, dan keluarga korban. Upacara mengenang peristiwa itu ditandai dengan pengibaran bendera merah putih setengah tiang sebagai wujud berduka.

Para orangtua korban ditemani pihak kampus ikut menaburkan bunga di empat titik. Selain itu, ribuan mahasiswa Trisakti juga bersiap menuju Istana Negara untuk menuntu penuntasan kasus pelanggaran HAM (hak asasi manusia) atas tragedi berdarah tersebut.

upacara

http://news.okezone.com/

Juga menolak lupa atas peristiwa kerusuhan Mei 1998

Setelah tragedi Trisakti terjadi, masalah nggak selesai begitu aja. Soalnya, tanggal 12 – 15 Mei 1998 juga terjadi peristiwa kerusahan massal yang merugikan banyak pihak. Kerusuhan Mei 1998 terjadi karena kemarahan masyarakat atas kebrutalan aparat keamanan saat tragedi Trisakti yang menewaskan rekan aktivis. Amuk massa kemudian dialihan ke orang Indonesia sendiri, terutama keturunan Tionghoa yang merupakan kaum minoritas, sehingga mudah dijadikan sasaran.

Kerusuhan tersebut dimulai pada 12 Mei saat malam hari, makin parah saat 13 Mei, dan sampai 15 Mei, kerusuhan nggak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di kota-kota besar lainnya. Kerusuhan tersebut menyebabkan ribuan rumah, kendaraan, dan toko habis dijarah dan dibakar massa. Sebagian besar mahasiswa mencoba menenangkan masyarakat, tapi tetap aja nggak bisa mengendalikan masyarakat yang marah. Bukan hanya kehilangan banyak harta benda, tapi ribuan korban jiwa juga melayang karena pembakaran, penganiayaan, dan pemerkosaan. Sebagian besar korbannya adalah warga keturunan Tionghoa.

kerusuhan-mei-98

www.tionghoa.info

kerusuhan mei 1998

www.kaskus.co.id

Berdoa untuk Indonesia yang lebih baik

Setelah 18 tahun peristiwa tersebut berlalu, warga Tionghoa sudah memaafkan dan mencoba berbaur dengan kaum mayoritas, tapi trauma orang Tionghoa masih belum sepenuhnya hilang. Masih tersimpan ketidakpercayaan kepada kaum pribumi dan pemerintah karena mereka takut kerusuhan Mei 1998 terulang kembali. Walaupun sebenarnya sudah terjadi banyak perubahan di Indonesia, terutama di Jakarta, dengan terpilihnya Ahok yang beretnis Tionghoa sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Hal ini menunjukkan bahwa siapa pun bisa membuat perubahan besar dalam bidang politik, meskipun berasal dari kaum minoritas. Bukan semata-mata karena ingin menguasai banyak bidang di Indonesia, tapi warga Tionghoa juga ingin memberi banyak kontribusi untuk Indonesia dan nggak ingin diperlakukan secara berbeda.

Peristiwa tersebut memang harus dimaafkan, tapi bukan berarti harus dilupakan. Generasi di bawah kita harus tetap tahu bahwa peristiwa kelam tersebut pernah terjadi. Kita juga berharap agar ke depannya, tragedi serupa nggak akan terjadi lagi. Mari berdoa untuk Indonesia yang lebih baik.

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Sebagai bangsa yang cinta Indonesia, gimana jika kita berusaha memajukan Indonesia lewat bidang pariwisata Indonesia. Banyak banget tempat wisata indah di Indonesia yang harus kamu jelajahi, lho, untuk membuktikan kecintaan kamu sama Indonesia. Traveling nggak harus mahal, kok. Karena, lewat pegipegi.com, kamu bisa pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel dengan harga murah meriah.

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket pesawat murah  cari hotel murah

(Visited 1,278 times, 2 visits today)

Comments

To Top